Iya benar memang ponakan ku terlibat hutang Kartu Kredit lebih dari 1 ( kalo ga 
salah ada 3 ) tapi memang limitnya kecil2 karena dia fresh grad, jadi salary 
nya juga blum terlalu besar.Dia pakai KK nya tanpa perhitungan / lepas kontrol 
untuk beli handphone dst barang2 konsumtif yg seharusnya dia blom mampu. Dia 
ngakunya sih ga ngerti bahwa bunga KK itu begitu cepatnya membengkak kalo ga 
dibayar semua, begitu dia sadar, semua sudah terlambat.

Terima Kasih ya untuk rekan2 Binusian yg udh kasih pendapat dan sharing 
pengalaman :)

RLF

  ----- Original Message ----- 
  From: Masabi Masabi 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, January 31, 2008 4:18 PM
  Subject: Re: [BinusNet] OOT : Kartu Kredit dan LBH


  ngak pernah kena hutang kartu kredit sih.. Tiap
  belanja di akhir bulan pasti dibayar lunas duluan..
  walaupun tagihan belum datang. Dan lagi kalau lagi
  ngak ada penghasilan bulan itu.. diusahakan ngak pergi
  belanja. 

  Tapi kalau secara teori konspirasi mungkin begini yang
  akan terjadi kalau pakai lawyer..

  Ya, kalau pakai LBH berarti secara legal harus
  dibuktikan kenapa sampai ngak mampu bayar. dan secara
  financial si nasabah juga harus diperiksa.. Mungkin
  aliran dana dari ortu dan saudara saudara atau
  pamannya juga musti diperiksa.. termasuk semua nomor
  rekening nya.. Kalau misalkan pemegang kartu beli
  perhiasan emas dan kemudian ngak mampu bayar juga akan
  diusut kemana barang barang tersebut diserahterimakan
  ke keluarga nya.. atau temennya. Akhirnya banyak
  pihak akan terlibat.. 

  Karena tidak ada yang tahu kenapa bisa sampai kena
  hutang.. Secara teori kalau keponakan anda itu kira
  kira baru sekitar fresh graduate.. atau baru 2 tahun
  pengalaman kerja dengan standar gaji di Indo yang
  kebanayakan 1,5 jt fresh grad. Harus nya kredit limit
  nya ngak terlalu gede.. Karena kredit limit kan
  diberikan dengan memperhitungkan gaji setahun.. 

  Kalau pun hutang juga ngak terlalu besar.. Kecuali
  kalau memang sengaja apply 20 kartu kredit.. dan
  belanja perhiasan atau barang berharga secara
  berkelanjutan sampai ngak mampu bayar.. dan mau
  menyatakan diri pailit.. 

  btw: mungkin KK dalam kasus ini ada lebih dari satu
  gue kira.. 

  --- Handy Jawoto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  > Dear Rony,
  > 
  > kalau yg saya baca dari millist tetangga, ada yg
  > pernah pakai LBH juga.
  > Mereka tidak menganjurkan, karena urusan mereka
  > tidak selesai malah tambah
  > bikin pusing. Mereka menyarankan lebih baik usaha
  > sendiri secara
  > kekeluargaan.
  > Saya sendiri tidak tahu pasti apa yg terjadi, cuma
  > menyampaikan apa yg
  > pernah saya baca
  > sory kalau tidak membantu.
  > 
  > rgds
  > handy
  > 
  > 
  > On 1/30/08, Ronny Leang Foe <[EMAIL PROTECTED]>
  > wrote:
  > >
  > > Dear Binusians....
  > >
  > > Keponakanku ada yg terlibat hutang Kartu Kredit,
  > trus gara2 itu juga dia
  > > kehilangan pekerjaannya, jadi bikin dia makin ga
  > bisa bayar. Dia minta advis
  > > ke saya, dan saya bilang coba nego ke bank
  > penerbit nya minta stop bunga,
  > > minta diskon dan minta supaya sisa hutang bisa
  > dicicil. Setelah dia coba
  > > nego, ternyata dari pihak bank penerbit sama
  > sekali tidak mau memberikan
  > > diskon, dan sisa hutang dicicil selama 10 kali
  > dengan jumlah sama dengan
  > > minimum payment, dan jika dibayar kurang dari itu
  > maka bunga yg tadinya
  > > di-stop akan kembali berjalan. Jadi secara garis
  > besar, sebetulnya hampir
  > > tidak ada keringanan. Keponakanku ini lalu bilang
  > dia lihat di koran ada LBH
  > > ( Lembaga Bantuan Hukum ) yg menawarkan bantuan
  > utk masalah Kartu Kredit
  > > ini. Jadi pihak LBH ini yang akan nego ke pihak
  > bank penerbit, entah untuk
  > > kita mau cicil dengan jumlah tertentu atau kita ga
  > bayar sama sekali. Dengan
  > > fee 10% dari total tagihan kita, mereka siap
  > "pasang badan" ke pihak bank
  > > penerbit dan debt collector. LBH ini bilang,
  > mereka akan melayangkan surat
  > > panggilan ke bank penerbit utk menyelesaikan
  > masalah Kartu Kredit kita. Jika
  > > dalam 3 kali panggilan tidak diresponi oleh bank,
  > maka secara hukum hutang
  > > kita dianggap "diputihkan".
  > >
  > > Yg mau saya tanya :
  > > 1. Apa bener masalah Kartu Kredit kita bisa
  > dilimpahkan ke LBH ?
  > > 2. Apa bener segitu mudahnya hutang kita bisa
  > "diputihkan" gara2 pihak
  > > bank ga memenuhi panggilan LBH ( yg katanya emang
  > jarang banget pihak bank
  > > akan melayani panggilan LBH tersebut ) ?
  > > 3. Mungkin rekan2 Binusian ada yg punya pengalaman
  > serupa, mohon
  > > sharingnya
  > >
  > > Makasih banyak ya
  > >
  > > RLF

  __________________________________________________________
  Never miss a thing. Make Yahoo your home page. 
  http://www.yahoo.com/r/hs


   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke