sebenarnya bukan hanya mahasiswi Binus saja.. yang
kena todong atau culik banyak juga mahasiswa univ
lainnya dalam beberapa tahun terakhir ini..
Cuma antara yang jadi berita di koran dan yang tidak
melapor.. lebih banyak yang tidak jadi berita.. Anak
SD pun juga udah jadi target penculikan sekarang ini..
Seperti kasus kasus yang pernah dilaporkan di milis
Binus dimana pejabat lebih berpihak pada penodong..
misal waktu dulu ada yang Handphone kena todong.. eh
waktu lapor ke pihak operator supaya diblokir nomor
IMEI nya malah mereka tidak bersedia.. berarti
operator lebih berpihak pada penodong.. pada banyak
hal lain juga seperti itu.. sampe ada pepatah "Lapor
kehilangan ayam malah keluar biaya seekor kerbau". :(
Kalau keadaan disini kayak gitu terus.. susah juga..
--- william lou <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> JAKARTA, JUMAT-MAHASISWI Universitas Bina Nusantara
> (Binus), Lus, disekap dua hari di sebuah hotel di
> Bekasi oleh tiga pria. Gadis berkulit putih dan
> berambut lurus sepunggung itu dirampok luar dalam.
> Dua hari terkelam bagi gadis berwajah oriental itu
> bermula ketika Lus seorang diri berdiri di depan Mal
> Citra, Jalan S Parman, Grogol, Jakarta Barat, Sabtu
> (16/2) malam. Mahasiswi itu menunggu taksi untuk
> pulang ke rumah kosnya di Palmerah, Jakarta Barat.
> Saat itulah, seorang pria menodong Lus dengan pisau.
> Gadis berusia 20 tahun itu lantas dipaksa masuk ke
> sebuah mobil Isuzu Panther sekitar 10 meter dari
> tempatnya berdiri. Di dalamnya terdapat dua pria.
> Lalu, tangan Lus diikat sedangkan matanya ditutup
> kain. Mobil tersebut lantas meluncur ke Bekasi.
> Sepanjang perjalanan ke Bekasi, Lus diikat dan
> diancam sehingga tidak berani melawan. Dia juga jadi
> obyek pelecehan seksual para pria itu. Mobil
> kemudian berhenti di sebuah hotel di Jalan Cut
> Meutia, Bekasi Timur. Mahasiswi asal Makassar,
> Sulawesi Selatan, itu pun dibebaskan dari ikatan dan
> disuruh memesan kamar kepada petugas hotel.
> Menurut Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Barat
> Kompol Sujudi, sejauh itu Lus tidak memiliki
> kesempatan untuk minta tolong karena
> dibayang-bayangi para pria tersebut. "Lus tak bisa
> berbuat apa-apa karena ketiga pria itu berada di
> belakangnya dan mengancam akan membunuh jika Lus
> macam-macam," tuturnya, Kamis (21/2).
> Di kamar hotel, ketiga pria itu kembali mengikat
> Lus. "Mereka lantas berusaha memerkosa namun Lus
> melawan dan berontak," kata Sujudi. Perlawanan Lus
> membuat ketiga pria itu naik pitam. Mereka lantas
> memukuli Lus dan memberinya obat bius. "Lus jadi
> tidak sadarkan diri. Ketika siuman, kondisinya sudah
> lusuh," imbuhnya.
> Diduga, selama tidak sadarkan diri, mahasiswi itu
> diperkosa. Menurut Sujudi, Lus tersadar pada Minggu
> (17/2) siang. Saat itu, ketiga pria yang menyekapnya
> sudah tidak ada. Sedangkan barang-barang berharga
> milik Lus, yakni dua handphone (HP) dan uang Rp
> 100.000 raib.
> Lus kemudian minta tolong petugas hotel. Dia pun
> lantas menghubungi sang kakak yang tinggal satu kos
> dengannya di Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat.
> Sang kakak lantas menjemput Lus dan mengantar
> melaporkan kejadian tersebut ke Porestro Jakarta
> Barat. Ketika meminta keterangan Lus, polisi
> mendapatkan gambaran tentang kronologi peristiwa itu
> dan para pelakunya. "Kami lalu melakukan
> investigasi. Berdasarkan keterangan korban tentang
> ciri-ciri pelaku, ada beberapa kelompok yang kami
> curigai," tutur Sujudi.
> Pada Kamis (21/2) siang, polisi menangkap Alex
> (30), warga Pulogadung, Jakarta Timur, yang terlibat
> perampokan dan pemerkosaan itu. Sedangkan dua kawan
> Alex hingga semalam masih dicari. "Mereka kawanan
> pencuri. Awalnya mereka berniat untuk mengambil
> telepon genggam Lus. Tapi karena mereka menilai Lus
> cantik, akhirnya mereka melakukan penyekapan dan
> pemerkosaan," papar Sujudi.
> Sementara itu, menurut seorang petugas, Alex
> sempat mengatakan bahwa ia dan teman-temannya tidak
> menodong dan memerkosa Lus. "Menurut Alex, Lus
> adalah jablay (maaf, pelacur-Red) . Mereka
> membawanya dari Diskotek Millenium di Jalan Gajah
> Mada," tuturnya. Pengakuan Alex ini sempat membuat
> polisi bertanya-tanya karena sangat berbeda dengan
> pengakuan Lus.
> Berdasarkan catatan Warta Kota, sejumlah mahasiswa
> maupun mahasiswi Binus pernah menjadi korban
> kejahatan. Sebelum kasus yang menimpa Lus, ada
> sebuah kasus penculikan yang korbannya adalah Probo
> Pramono, mahasiswa semester I Fakultas Ilmu Komputer
> Binus. Peristiwa yang menimpa Probo terjadi 23
> Januari 2008. Saat itu, Probo dalam perjalanan ke
> rumahnya di Glodok, Jakarta Barat. Di tengah jalan,
> ia dicegat oleh empat pria. Probo lalu dipaksa masuk
> taksi dan dibawa ke Depok, Jawa Barat. Probo diikat
> dan dipukuli. Uang tabungannya dikuras oleh para
> penculik. Para penculik juga meminta tebusan Rp 200
> juta kepada orangtua Probo.
> Namun Probo dapat melarikan diri, sementara
> orangtua Probo tidak sampai menyerahkan uang tebusan
> itu. Sampai berita ini diturunkan keempat penculik
> Probo belum tertangkap. Peristiwa yang mengerikan
> terjadi pada awal Agustus 2005, menimpa Yenny Ho,
> mahasiswi jurusan Akutansi Komputer, Binus. Yenny
> ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di rumah
> kosnya di Palmerah. Belakangan terungkap, mahasiswi
> itu dihabisi oleh penjaga rumah kos. (Warta
> Kota/Toto Sunandar)
>
>
> Bener2 jahanam dan bejat....kalo ketangkep sich
> gue gak keberatan dihukum mati aja tapi mesti
> disiksa dulu....
>
>
> ---------------------------------
> Be a better friend, newshound, and know-it-all with
> Yahoo! Mobile. Try it now.
>
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
>
>
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ