Saya selaku alumni binus dari hati yg terdalam betul2 mengutuk keras kejadian 
perampokan & perkosaan yg menimpa adik mahasiswi binus bbrp hari yg lalu. 
Untunglah korban tidak dibunuh setelah dirampok & diperkosa. Saya menyampaikan 
simpati sedalam2-nya atas musibah yg dialami korban, saya berharap dgn sangat 
agar korban tidak menyerah dalam trauma yg berkepanjangan, tetapi mampu bangkit 
dengan kepala tegak menyongsong masa depan cerah yg masih harus diperjuangkan.
   
  Kepada teman2 sekelas korban & teman2 sepermainan korban hendaknya bisa 
membantu korban melewati masa2 sulit pasca perampokan & perkosaan tsb, 
janganlah mengejek / merendahkan korban karena kejadian yg dialaminya adalah 
murni merupakan musibah yang mana org lain juga bisa mengalaminya... 
   
  Bagi adik2 mahasiswa/i binus sekalian, dari kejadian perampokan & perkosaan 
yg menimpa rekan kalian bbrp hari yg lalu maka bisa diambil suatu pelajaran sbb 
:
   
  1)      Usahakan adik2 jgn pulang terlalu larut malam, apalagi jika tidak ada 
yg menemani / sendirian.
   
  2)      Kalau karena suatu urusan penting adik2 terpaksa harus pulang larut 
malam, sebelumnya adik harus sudah janjian dulu minta dijemput oleh orang yg 
sudah adik kenal baik’ jam brp & lokasi tunggu dimana ( lebih bagus lagi kalau 
si penjemput itu kakak sendiri / adik sendiri / ortu yg jelas2 bisa adik 
percayai ).
   
  3)      Berhubung maraknya perampokan di taksi akhir2 ini, maka dihimbau 
dengan sangat kepada adik2 semua kalau mau naik taksi ( terutama jarak menengah 
s/d jarak jauh ) jgn sendirian ! Usahakan beramai-ramai, atau minimal bertiga ! 
Dan jangan lupa, pilihlah taksi yg betul2 ‘bonafide’ u/ menghindari resiko2 di 
jalan yang tidak diinginkan. Karena dari kejadian yg sudah2, perampokan di 
taksi ini tidak mengenal waktu, bisa pagi hari / siang hari / sore hari / malam 
hari.
   
  Kepada perusahaan2 taksi terutama di ibukota saya menghimbau agar seleksi 
penerimaan sopir taksi betul2 bisa lebih selektif lagi supaya tidak terjadi 
lagi kejadian sopir taksi bekerjasama dengan penjahat. Karena kejadian2 seperti 
itu jelas2 mencoreng nama baik perusahaan taksi itu sendiri sekaligus membuat 
masyarakat takut & ‘trauma’ bila hendak bepergian dengan taksi.
   
  Demikian kiranya hal2 penting yang dapat saya sampaikan, apabila ada yg 
kurang mengena di hati bapak2 / ibu2 & adik2 mhs/i binus sekalian, mohon 
kiranya dapat dimaafkan.
   
  Salam,
  Teddy ( Alumni Binus IT ’97 ) 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nico Valentino <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          Hmmm, kasus almarhumah 
saudari kita dulu itu (Yenny Ho) sampai selesai ga
sih??

Memang sudah terlalu banyak manusia2 bejad di Jakarta.

_____ 

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of william lou
Sent: 22 Februari 2008 9:08
To: [email protected]
Subject: [BinusNet] Anak Binus kena perkosa lagi....

JAKARTA, JUMAT-MAHASISWI Universitas Bina Nusantara (Binus), Lus, disekap
dua hari di sebuah hotel di Bekasi oleh tiga pria. Gadis berkulit putih dan
berambut lurus sepunggung itu dirampok luar dalam.
Dua hari terkelam bagi gadis berwajah oriental itu bermula ketika Lus
seorang diri berdiri di depan Mal Citra, Jalan S Parman, Grogol, Jakarta
Barat, Sabtu (16/2) malam. Mahasiswi itu menunggu taksi untuk pulang ke
rumah kosnya di Palmerah, Jakarta Barat. Saat itulah, seorang pria menodong
Lus dengan pisau. Gadis berusia 20 tahun itu lantas dipaksa masuk ke sebuah
mobil Isuzu Panther sekitar 10 meter dari tempatnya berdiri. Di dalamnya
terdapat dua pria. Lalu, tangan Lus diikat sedangkan matanya ditutup kain.
Mobil tersebut lantas meluncur ke Bekasi.
Sepanjang perjalanan ke Bekasi, Lus diikat dan diancam sehingga tidak berani
melawan. Dia juga jadi obyek pelecehan seksual para pria itu. Mobil kemudian
berhenti di sebuah hotel di Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur. Mahasiswi asal
Makassar, Sulawesi Selatan, itu pun dibebaskan dari ikatan dan disuruh
memesan kamar kepada petugas hotel.
Menurut Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Barat Kompol Sujudi, sejauh itu Lus
tidak memiliki kesempatan untuk minta tolong karena dibayang-bayangi para
pria tersebut. "Lus tak bisa berbuat apa-apa karena ketiga pria itu berada
di belakangnya dan mengancam akan membunuh jika Lus macam-macam," tuturnya,
Kamis (21/2).
Di kamar hotel, ketiga pria itu kembali mengikat Lus. "Mereka lantas
berusaha memerkosa namun Lus melawan dan berontak," kata Sujudi. Perlawanan
Lus membuat ketiga pria itu naik pitam. Mereka lantas memukuli Lus dan
memberinya obat bius. "Lus jadi tidak sadarkan diri. Ketika siuman,
kondisinya sudah lusuh," imbuhnya. 
Diduga, selama tidak sadarkan diri, mahasiswi itu diperkosa. Menurut Sujudi,
Lus tersadar pada Minggu (17/2) siang. Saat itu, ketiga pria yang
menyekapnya sudah tidak ada. Sedangkan barang-barang berharga milik Lus,
yakni dua handphone (HP) dan uang Rp 100.000 raib.
Lus kemudian minta tolong petugas hotel. Dia pun lantas menghubungi sang
kakak yang tinggal satu kos dengannya di Kemanggisan, Palmerah, Jakarta
Barat. Sang kakak lantas menjemput Lus dan mengantar melaporkan kejadian
tersebut ke Porestro Jakarta Barat. Ketika meminta keterangan Lus, polisi
mendapatkan gambaran tentang kronologi peristiwa itu dan para pelakunya.
"Kami lalu melakukan investigasi. Berdasarkan keterangan korban tentang
ciri-ciri pelaku, ada beberapa kelompok yang kami curigai," tutur Sujudi.
Pada Kamis (21/2) siang, polisi menangkap Alex (30), warga Pulogadung,
Jakarta Timur, yang terlibat perampokan dan pemerkosaan itu. Sedangkan dua
kawan Alex hingga semalam masih dicari. "Mereka kawanan pencuri. Awalnya
mereka berniat untuk mengambil telepon genggam Lus. Tapi karena mereka
menilai Lus cantik, akhirnya mereka melakukan penyekapan dan pemerkosaan,"
papar Sujudi.
Sementara itu, menurut seorang petugas, Alex sempat mengatakan bahwa ia dan
teman-temannya tidak menodong dan memerkosa Lus. "Menurut Alex, Lus adalah
jablay (maaf, pelacur-Red) . Mereka membawanya dari Diskotek Millenium di
Jalan Gajah Mada," tuturnya. Pengakuan Alex ini sempat membuat polisi
bertanya-tanya karena sangat berbeda dengan pengakuan Lus.
Berdasarkan catatan Warta Kota, sejumlah mahasiswa maupun mahasiswi Binus
pernah menjadi korban kejahatan. Sebelum kasus yang menimpa Lus, ada sebuah
kasus penculikan yang korbannya adalah Probo Pramono, mahasiswa semester I
Fakultas Ilmu Komputer Binus. Peristiwa yang menimpa Probo terjadi 23
Januari 2008. Saat itu, Probo dalam perjalanan ke rumahnya di Glodok,
Jakarta Barat. Di tengah jalan, ia dicegat oleh empat pria. Probo lalu
dipaksa masuk taksi dan dibawa ke Depok, Jawa Barat. Probo diikat dan
dipukuli. Uang tabungannya dikuras oleh para penculik. Para penculik juga
meminta tebusan Rp 200 juta kepada orangtua Probo.
Namun Probo dapat melarikan diri, sementara orangtua Probo tidak sampai
menyerahkan uang tebusan itu. Sampai berita ini diturunkan keempat penculik
Probo belum tertangkap. Peristiwa yang mengerikan terjadi pada awal Agustus
2005, menimpa Yenny Ho, mahasiswi jurusan Akutansi Komputer, Binus. Yenny
ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di rumah kosnya di Palmerah.
Belakangan terungkap, mahasiswi itu dihabisi oleh penjaga rumah kos. (Warta
Kota/Toto Sunandar)

Bener2 jahanam dan bejat....kalo ketangkep sich gue gak keberatan dihukum
mati aja tapi mesti disiksa dulu....

---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it
now.

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]



                         

       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke