Ya, namanya pajak ya memberatkan, 

Tapi musti diingat, tahun depan telah keluar system perpajakan yang baru,
yang sedikit menguntungkan buat yang memiliki NPWP, 

Seperti penambahan pajak buat yang tidak mempunyai NPWP, 

Dan bebas fiscal buat yang telah memiliki NPWP, 

Kalau kita masih kerja sama orang di satu perusahaan yang membayar pajak,
lebih baik kalau punya NPWP, karena tetap aja ada pemotongan pajak

Tapi kalau kita tidak bekerja sama orang lain, ya ngga punya NPWP sih cuek
aja lah.

 

Soni

 

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of Herman
Sent: 11 September 2008 10:35
To: [email protected]
Subject: Re: [BinusNet] NPWP - Howto

 

Kelihatan sistem perpajakan kita memberatkan wajib pajaknya...
Biar pun Binusian bekerja di luar negeri, namun di peraturan perpajakan,
perlu membayar pajak. Yg notabene nya : segala penghasilan merupakan subjek
dari pajak.
Tapi bagi yg blm punya NPWP, bisa jadi tidak perlu melaporkan. Tapi bagi yg
memiliki NPWP, yah tambah repot, mesti bayar pajak di negara tempat dia
bekerja, dan juga mesti bayar lagi di RI.

Cheers,
Herman

----- Original Message ----- 
From: Nico Valentino 
To: [email protected] <mailto:binusnet%40yahoogroups.com>  
Sent: Thursday, September 11, 2008 11:06 AM
Subject: RE: [BinusNet] NPWP - Howto

Negara ini kan dasarnya UUD. Ujung-jungnya Duit.

Kalo diluar sana, denger dari temen, uang pajak itu 'kelihatan' kegunaannya.

Kalo disini uang pajak itu kelihatan 'bentuk'nya (harta pejabat).

Pemerintah ga fair, mo menggalakkan dan memasyarakatkan npwp, tapi ga
transparan.

Kita dipaksa beli kucing dalam karung. Hidup di dunia musti bayar, halah.

_____ 

From: [email protected] <mailto:binusnet%40yahoogroups.com>
[mailto:[email protected] <mailto:binusnet%40yahoogroups.com> ] On
Behalf
Of Masabi Masabi
Sent: 11 September 2008 2:49
To: [email protected] <mailto:binusnet%40yahoogroups.com> 
Subject: Re: [BinusNet] NPWP - Howto

Selama masih bisa ditunda..
Ngak usah urus dulu..
Kalau perusahaan tanya.. bilang belum sempet urus.. senin sampe sabtu kerja
demi kantor.. kalau ke kantor pajak musti cuti.. kalau cuti kan kagak
dibayar.. kecuali si kantor mau bayar cuti itu 3x lipat.. 

Ngapain repot repot ngurus.. sekali dapat NPWP.. seumur idup musti lapor
tiap tahun.. Lagian kalau binusian ngak punya NPWP.. dan kantor tanya.. apa
si kantor akan pecat karyawan yang ngak ada NPWP ? kalau dipecat.. dan dapat
pesangon 12 bulan gaji kan lumayan.. buat ongkos cari kerja ke Singapore..
:D

Dan bener kata binusian itu.. lapor pertama kali jangan sampe salah.. ada
kolom lapor harta benda yang dimiliki sekarang... misal tabungan ada
berapa.. punya rumah ato apartement.. punya xxx.. yyy.. zzz...

Jadi kalau sekarang gaji cuman gaji minimum doank yang 1 juta per bulan..dan
tabungan cuman lapor 5 juta rupiah doank..
Jangan sampe setelah dapat NPWP dalam 12 bulan bisa beli mobil, rumah, dll
yang harganya 100 juta keatas misalnya.. malah bisa diusut usut.. manipulasi
pajak lah.. mengisi data yang tidak benar.... dll yang bisa bikin repot diri
sendiri...

Soalnya ada ex-boss.. yang bilang isi awal ati ati.. soalnya dulu dia isi
cuman harta sekian.. eh tahun berikutnya renovasi rumah.. dan biaya renovasi
nya bisa lebih gede dari hartanya.. akhirnya didatangin.. dan solusinya..
pake pepatah kuno indo lagi : semua bisa diatur.. :D

Biarpun nanti pindah kerja ke Singapore..walaupun selama 5 tahun berturut
turut kagak pernah balik ke Indo, kalau dah punya NPWP tetap musti lapor
sepertinya.. mungkin yang kuliah di binus jurusan perpajakan bisa lebih
kasih detail nya.. :D

Palagi kalau dah punya NPWP dan tahun berikutnya ngak lapor.. Ada UU nya
dengan ancaman pidana.. dan sita harta kayak nya.. 

--- On Tue, 9/9/08, Handy Jawoto <[EMAIL PROTECTED] <mailto:handyn%40gmail.com>
com> wrote:

From: Handy Jawoto <[EMAIL PROTECTED] <mailto:handyn%40gmail.com> com>
Subject: Re: [BinusNet] NPWP - Howto
To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:binusnet%40yahoogroups.com> s.com
Date: Tuesday, September 9, 2008, 12:23 AM

oopsss Sory salah tulis, revisi yah :)

2. Setelah punya NPWP pribadi karena masih karyawan sebaiknya lapor SPT
tahunan saja. MInta bukti potong dari Perusahaan setiap tahun. Nah ini akan
sedikit masalah karena masalah waktu.
Pelaporan SPT tahunan paling lambat 30 maret tahun berikutnya. Nah kalau
perusahaan lapornya pas 30 Maret, kapan karyawan bisa mendapat bukti potong
dan melaporkan ke KPP :). karena kalau terlambat lapor akan di denda. Dulu
sih 200 ribu, nggak tahu sekarang denger2 akan menjadi 1 juta kalau
terlambat lapor SPT tahunan.

2008/9/9 Handy Jawoto <[EMAIL PROTECTED] com>

> Hi Budi,
>
>
> Membahas NPWP pasti sangat panjang dan bervariasi, karena pasti banyak
yang
> merasa akan sangat merepotkan dan menyusahkan. Dan setiap orang akan punya
> pendapat sendiri-sendiri untuk urusan NPWP ini. Ujung-ujungnya akan balik
ke
> masing-masing individu, mau ngapain karena NPWP nempel ke individu.
> Tetapi karena perusahaan anda mewajibkan punya NPWP anda tidak punya
> pilihan bukan untuk tidak mengajukan NPWP :p
>
> Saya cuma bisa memberikan masukan sbb:
>
> 1. Ajukan NPWP, lebih bagus kalau dibantu oleh perusahaan jadi nggak perlu
> repot ke Kantor pajak di area sesuai KTP. kalau KTP kamu daerah, ya
> perusahaan tidak bisa bantu, harus mengajukan sendiri :)
> Mengajukan NPWP sekarang nggak serepot dulu, daftar dulu melalui internet,
> lalu akan dapat SKT (surat keterangan terdaftar) dan sudah ada no NPWP.
Lalu
> dicetak dan dibawa surat SKT tsb ke KPP, KPP akan keluarkan NPWP asli.
> Prosesnya tergantung KPP, ada yg 1-2 hari ada yg 1 minggu tetapi semua
bebas
> biaya dijamin.
>
> 2. Setelah punya NPWP pribadi karena masih karyawan sebaiknya lapor SPT
> tahunan saja. MInta bukti potong dari Perusahaan setiap tahun. Nah ini
akan
> sedikit masalah karena masalah waktu.
> Pelaporan SPT tahunan paling lambat 30 maret tahun berikutnya. Nah kalau
> perusahaan lapornya pas 30 sept, kapan karyawan bisa mendapat bukti potong
> dan melaporkan ke KPP :). karena kalau terlambat lapor akan di denda. Dulu
> sih 200 ribu, nggak tahu sekarang denger2 akan menjadi 1 juta kalau
> terlambat lapor SPT tahunan.
>
> 3. Pelaporan SPT tahunan harus di simpan sampai 10 tahun, kalau2
diperiksa.
> Dan sebaiknya sudah bermain cantik dari awal pelaporan. Karena kalau lapor
> miskin (nggak punya apa-apa dan gaji kecil) harus hati2 jangan sampai bisa
> beli rumah. Karena nanti setiap pembeli rumah diwajibkan pakai NPWP,
> termasuk di PBB nanti akan di link ke kantor pajak. Dan biasanya akan
terus
> lapor miskin bertahap baru menjadi kaya, tetapi harus di imbangin dengan
> pendapatan dan Pph yg dibayarkan.
> Kalau lapor kaya (sudah punya rumah, uang banyak dan gaji besar) harus
bisa
> mempertanggung jawabkan dari mana penghasilan didapat dan yg penting
apakah
> pajaknya sudah dibayarkan. Orang pajak tidak memperdulikan object pajak
> (contoh pajak beli dari rumah, beli mobil) karena sudah pasti dibayar.
Tapi
> pajak penghasilan untuk membeli rumah atau mobil tersebut.

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke