Numpang tanya dan sharing mungkin agak sedikit keluar topik, tapi karena
temanya lagi pendidikan nasional maka saya coba ungkapkan tanda tanya saya ini.
Masih ingat kalo jaman kita sekolah dulu, ulangan harian mo dapat angka berapa
pun yah itulah hasil kita, makanya kita kenal namanya angka merah, hukuman,
extra waktu belajar dll sampai tidak naik kelas.
Tapi saat ini ulangan harian itu bisa diulang seterusnya sampai siswa mendapat
nilai yang memadai. Salah seorang temen saya bahkan mengungkapkan pendapat yang
menurut saya agak nyeleneh (pendapat itu hasil dari rapat dengan guru tempat
anaknya sekolah), dia bilang bahwa hal itu diterapkan untuk membangun rasa
percaya diri siswa, karena tujuan dari sekolah adalah keberhasilan dalam study
bukan dinilai dari testnya. Waduh, ini saya yang ketinggalan jaman apa gimana
yaa??? rasa-rasanya koq ga masuk akal sekali...karena dengan logika tersebut
siswa paling malas belajar pun akan bisa sejajar dengan siswa yang rajin, akan
hilang yang namanya kompetisi, akan hilang rasa percaya diri dan harga diri
siswa yang pintar (IMHO).
Mungkin ada di antara binusian yang bisa menjelaskan maksud dan tujuan dari
penyelenggara sekolah ini menerapkan sistem seperti ini?
Sori om moderator kalo OOT dan thanx atas bandwidthnya.
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/