Keberhasilan study itu tergantung beberapa faktor :
1.  Sekolah,  yang memberikan sarana dan prasarana.
2.  Guru,   methode pengajarannya.
3.  Murid, intelligent (cepet ngerti) ato agak lambat, kemauan belajar.

Jadi kalau murid bagus,  sekolah mutu kelas 3, guru asal ngajar,  hasilnay ngak 
bagus.

Kalau murid intelligent, guru bisa membuat student interest,  sekolah kurang 
bagus (ngak ada lab, ruang kelas jelek, 1 bukuu buat 2 student),  hasilnya 
masih bisa bagus.

Kalau sekolah bagus, guru berkualitas, dan muridnya juga interest dan 
intelligent, hasilnay pasti seperti juara olimpiade fisika itu.. dilatih di 
sekolah khusus buat olimpiade fisika. :D

Jadi kalau menurut teori conspiracy, yang diutamakan  keberhasilan dalam study 
itu kalau dengan cara kalau hari ini murid ulangan dapat 30, boleh diulang 
besok dan dapat 45, diulang lagi 3x tapi ulangan ke 3 itu soalnya pasti sama 
persis seperti ulangan ke 1, jelas si siswa itu bakalan BERHASIL.

Bahkan lebih berhasil daripada siswa yang pinter, soalnya tinggal hapalin aja 
jawabannya.. :D   Cuman apa ujian nasional bisa berhasil juga.. nah itu 
masalahnya.. 




--- On Tue, 10/21/08, Chiccho <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Chiccho <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [BinusNet] OOT : Re: Fwd: [OPINI] Sistem Pendidikan Kita Melawan Hukum 
Alam
To: [email protected]
Date: Tuesday, October 21, 2008, 6:25 AM






Numpang tanya dan sharing mungkin agak sedikit keluar topik, tapi karena 
temanya lagi pendidikan nasional maka saya coba ungkapkan tanda tanya saya ini. 
Masih ingat kalo jaman kita sekolah dulu, ulangan harian mo dapat angka berapa 
pun yah itulah hasil kita, makanya kita kenal namanya angka merah, hukuman, 
extra waktu belajar dll sampai tidak naik kelas. 

Tapi saat ini ulangan harian itu bisa diulang seterusnya sampai siswa mendapat 
nilai yang memadai. Salah seorang temen saya bahkan mengungkapkan pendapat yang 
menurut saya agak nyeleneh (pendapat itu hasil dari rapat dengan guru tempat 
anaknya sekolah), dia bilang bahwa hal itu diterapkan untuk membangun rasa 
percaya diri siswa, karena tujuan dari sekolah adalah keberhasilan dalam study 
bukan dinilai dari testnya. Waduh, ini saya yang ketinggalan jaman apa gimana 
yaa??? rasa-rasanya koq ga masuk akal sekali...karena dengan logika tersebut 
siswa paling malas belajar pun akan bisa sejajar dengan siswa yang rajin, akan 
hilang yang namanya kompetisi, akan hilang rasa percaya diri dan harga diri 
siswa yang pintar (IMHO). 

Mungkin ada di antara binusian yang bisa menjelaskan maksud dan tujuan dari 
penyelenggara sekolah ini menerapkan sistem seperti ini? 
Sori om moderator kalo OOT dan thanx atas bandwidthnya.



      

Kirim email ke