Hin, You should be proud. Tidak banyak murid yang berani berkreasi dan mempertanyakan ajaran dari gurunya. He might be a great person some day. Real world shows that smart people tends to have a different way of thinking than other people.
Ingat artikel ini: http://www.snopes.com/college/exam/barometer.asp Memang bukan Niehls Bohr, but the moral of the story is still good. KOkon. 2008/10/24 calimoya <[EMAIL PROTECTED]>: > Halo... > > Bicara tentang sistem pendidikan. Saya mau minta pendapat teman2 disini. > Setelah saya perhatikan begitu "kaku-nya" sistem pendidikan kita dan ini > tidak membuat kita kreatif. Istilah kasarnya "terlalu text book". > > Anak saya SD kelas 2 dan 4, di sekolah terlalu banyak belajar hapalan. Kalau > ulangan semua berpatokan ke buku. > Contoh : > - Fungsi jendela ? > Di buku ditulis "tempat keluar-masuknya udara". > Anak saya jawab "tempat keluar-masuknya angin" -> GURU SALAHKAN, HARUS > UDARA TIDAK BOLEH ANGIN :D :D :D > Secara logika "angin" adalah "udara yang bergerak" kenapa salah ?. > Bingung-kan ?:) > > - Menghargai teman bermain menciptakan ? > Di buku ditulis "kerukunan". > Anak saya jawab "hidup rukun" -> GURU SALAHKAN, HARUS SAMA PERSIS :D :D :D > > - Terhadap sesama teman kita harus saling ? > Di buku ditulis "menghargai". > Anak saya jawab "menyayangi" -> GURU SALAHKAN, HARUS SAMA PERSIS :D :D :D > "Mana mungkin pengarang buku mencantumkan semua sinonim, saya yakin 1 kata > sudah cukup untuk mewakili kata lain" > Apa perlu pengarang menulis menghargai, menghormati, membantu, menolong, > ... > rasanya tidak mungkin karena ini bukan ilmu pasti, bener ga ? > > - Kerukunan dapat memperkokoh kesatuan dan ... > Di buku ditulis "persatuan". > Anak saya jawab "kedamaian" -> GURU SALAHKAN, HARUS SAMA PERSIS :D :D :D, > capeeee deeeeh...:) > Logika saja benar tidak dengan kerukunan kita bisa memperkokoh kedamaian ? > > - Menyikat LANTAI kamar mandi menggunakan ? > Di buku ditulis "sikat lantai". > Anak saya jawab "sikat" -> GURU SALAHKAN, HARUS LENGKAP PAKAI KATA LANTAI > :D :D :D > LALU ANAK SAYA PROTES KALAU HARUS LENGKAP > HARUSNYA DIJAWAB "SIKAT LANTAI KAMAR MANDI", > KARENA ADA JUGA SIKAT LANTAI DAPUR, > SIKAT LANTAI KOLAM dll, bener ga ? > > Masih banyak contoh lain yang bikin kita khawatir anak kita jadi tidak > kreatif. Saya pernah protes tapi guru selalu berkilah yang ujung-ujungnya > percuma untuk diperdebatkan. Untuk pindahkan anak ke sekolah lain, saya juga > bingung karena setelah tanya-tanya ternyata di sekolah lain juga > kurang-lebih sama. Patokannya selalu dari kurikulum dan sistem pendidikan > kita yang lemah sehingga guru memang dididik seperti itu. Tapi kalau ketemu > sekolah yang yakin bagus saya mau pindahkan. > > Ada komentar dari teman-teman siapa tahu kalau ada masukan bagus saya bisa > bawakan untuk jadi bahan diskusi saat pertemuan orang tua murid. Minimal > pemikiran ini tidak terlalu subjektif dari saya pribadi. > > Salam > hin
