Ya basically memecat karyawan tidak mudah, musti melewati banyak prosedur. Jika memang ini yang terjadi, ya lebih baik terapkan sistem interview seperti Google atau Microsoft saja, di mana setiap interviewee harus di-interview oleh 5 atau lebih orang (sebagian technical, sebagian HR/psychology). Jika hasilnya ragu-ragu atau tidak pasti, ya adakan interview 2 minggu lagi. Ada beberapa kasus di mana seseorang bisa di-interview sampai 15 kali sebelum ditolak/diterima.
Prinsip saya, lebih baik kekurangan orang daripada meng-hire orang yang kemampuannya di bawah rata-rata (atau tidak sesuai dengan perusahaan). Damage/impact yang diberikan oleh karyawan tersebut akan lebih besar dibandingkan seandainya pekerjaan itu tidak diselesaikan sama sekali. Tapi mungkin ini hanya berlaku untuk engineering. Mungkin tidak berlaku di bidang yang lain. KOkon. 2010/4/4 Uskasin <[email protected]> > Biasanaya sih di mutasi dlu ke dept lain yang terkait dengan educational > backgroud nya.. (dept saya adalah finance, jadi bs dimutasi ke admin di > dept > lain..). > > Cara "unik" paling yang pernah saya temukan adalah si pegawai akan ditarik > seluruh job desc-nya & disuruh menunggu job desc yang baru dari manager / > direktur. Yang akan terjadi adalah si pegawai n perush akan adu kuat.. :) > > Untuk Blackberry, kawan saya pernah punya pengalaman mengenai hal ini. > Manager dia pernah memberikan PIN BB nya kepada client-nya dari overseas. > Yang terjadi adalah, managernya selalu dikejar2 oleh si client bahkan > ketika > jam 3 pagi..hehhee. > Mungkin ini yang dimaxud, bagi perush / client akan memudahkan berinteraksi > dengan karyawan.. bagi karyawan,siap2 aja dikejar2 jam 3 pagi.. :) > > Jadi jika saya ditanya punya BB atau tidak, saya lebih baik bilang tidak... > :) > [Non-text portions of this message have been removed]
