Saya lebih setuju dengan sistem employment at will, di mana karyawan bebas untuk keluar kapan saja, dan perusahaan juga bebas untuk memecat kapan saja. Kalau karyawan bebas keluar kapan saja, tapi perusahaan harus main perang dingin dengan karyawan supaya keluar kok rasanya kurang adil ya.
Saya pernah ikut perusahaan yang bagus dan yang tidak begitu bagus. Dari tiap perusahaan, selalu ada pelajaran baru yang bisa diambil. Enaknya di employment at will, kita bisa keluar kapan saja. Jadi bila perusahaan tidak memberikan gaji yang cocok, atau pekerjaan-nya membosankan, atau tidak ada prospek untuk meningkatkan kemampuan diri, ya tinggal memberi two weeks notice saja. Mungkin lebih baik kalau pekerjaan itu dianggap seperti sekolah. Jika belajarnya sudah cukup, dan tidak ada yang bisa dipelajari lebih jauh, kita bisa asumsikan bahwa kita sudah lulus, dan sudah saatnya untuk melanjutkan sekolah di tempat yang lain :D KOkon. 2010/4/6 Johan <[email protected]> > > > Iya, tetapi pada curhat nya yg jelek2. > apa ada yang merasa berharga kerja dengan suatu persh > may be karir yg terus menanjak dll > > apa karena sudah sukses, jadi sudah tidak ada waktu posting di milis ini > dan yang ada di milis ini cuma yg complain2 so jadi nya main milis terus > hahaha, j/k. > > [Non-text portions of this message have been removed]
