Gw juga setuju prinsip itu, tapi track record kita jadi jelek karna terlalu banyak pindah...hehehehe...gw rata2 setaon pindah...paling lama 2 taon abis company nya rata2 engga beres semua.... Regards,
-----Original Message----- From: Eko Prasetya <[email protected]> Date: Tue, 6 Apr 2010 16:52:02 To: <[email protected]> Subject: Re: [BinusNet] salary discussion Aturan employment-at-will itu juga memang dibuat agar kedua pihak lebih fleksibel. Jadi untuk karyawan yang bagus bisa mendapatkan gaji yang tinggi, perusahaan juga bisa mendapatkan karyawan berkualitas sesuai dengan gaji yang diberikan. Go, Itu namane hoki :D Naturalization minggu depan, di Oakland. Kapan volley maneh? KOkon. 2010/4/6 Lego Haryanto <[email protected]> > > > Gue setuju sama employment at will juga. Selama relationship employee dan > company masih berjalan baik, atau paling tidak, menguntungkan untuk > diteruskan buat kedua belah pihak, ... ya diterusin aja. Kalo dah berasa > ngga bisa jalan, ya mesti move on. > > Mungkin karena itu banyak company yg nge-sustain relationship ini pake > awesome benefit package, stock options, janji minimum bonus, de el el, > sedemikian hingga employee termotivasi untuk contribute lebih giat lagi. > Gak semata gaji doang yg jadi tolok ukur. > > I can't believe I say this, but gak ada untungnya untuk loyal kepada > perusahaan, karena kebanyakan perusahaan (kalo gak semuanya) ujung-ujungnya > ya bisnis doang. > > Mau FG langsung gaji gede atau ngga, ... itu hoki-hokinya orang sendiri dan > mungkin pinter-pinternya deal pada waktu mau accept offer-nya. Tiap > individu punya goal dan level resiko sendiri. > > @KOKon, sampeyan enak rek, waktu udah decide untuk hengkang or whatever, > green card dah siap walaupun sampeyan stayed sampe titik darah terakhir > sih. Lha aku kambek Rony isih lontang-lantung H1B, mana bisa seenaknya > cabut ... BTW, piye, kapan disumpah naturalizationnya? > [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
