On 5/8/07, SM <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Hanya berusaha menangkap apa yang diajukan Bung Sujanto, tapi sepertinya
>
> belum diterima Bung Firdauf:
>
> Barangkali kalo saya mo bisnis global juga harus memunculkan isu yang
> sama.
> Misalnya, batik tidak identik dengan Indonesia atau Asia saja. Batik
> adalah
> kekayaan dunia, sehingga bangsa apapun boleh memakainya. Silahkan beli dan
>
> pakai untuk ke mana-mana. Tanpa kalian, kami bukan apa-apa. Pokoknya laris
>
> manis :D
>
> Admin.
>
>  
>














[rudy]
Waduh...Om Suryo ini nulisnya singkat, padat...dan jelas.
Saya langsung paham nich maksudnya.
Tapi ada pertanyaan nich Om, Pizza selalu identik dengan Italia tapi kok
laris manis juga yak?
Lampu Crystal dari Italia juga laris manis tuh, sampe2 kemarin ada yang beli
sampe 800 juta, siapa yak? orang bulok kayaknya... :)

Jadi, semuanya tergantung niat-nya lah...ga semua klub Sepakbola
mengharapkan dukungan hanya sekedar untuk mendapatkan keuntungan saja(baca
"uang"). Ini yang saya tangkap dari Bung Sujanto, dari tulisan2  Bung
Sujanto tersirat dan tersurat kalau klub2 Sepakbola di eropa sekarang melulu
berorientasi bisnis makanya saya tidak setuju...karena saya melihat banyak
klub yang tidak seperti itu. Saya juga melihat "cinta" dan Sense of
Belonging di situ...halah apa nich gw.
[/rudy]

-- 
Cavaliere
AC Milan atau tidak sama sekal!
FORZA INDONESIA >> Tak pernah berhenti berharap Indonesia bisa tampil di
Piala Dunia.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke