Sepakbola Indonesia emang udah kacau banget, jadi perlu revolusi ato perombakan besar2an.. Yang pertama harus diganti adalah Ketua Umumnya yaitu NURDIN KHALID.. Terus ganti juga semua pengurus yang jadi kroni2nya, yang dengan tega-teganya nutup-nutupin kesalahan2 Nurdin Khalid dengan ngorbanin sepakbola Indonesia secara kesluruhan, sampe2 ngebantah masukan2 ato kritikan2 FIFA/AFC lagi.. Setelah itu baru ganti KOLEV, dan tunjuk 2 orang pelatih dan 2 orang manajer sekaligus untuk masing2 nanganin timnas senior dan U23 (jangan ada rangkap2 jabatan kayak sekarang ini).. Untuk selanjutnya 4 orang ini harus selalu berkoordinasi dengan Badan Liga Indonesia, biar setiap 2 ato 3 bulan sekali kompetisi bisa diistirahatin selama 2-3 minggu buat pelatnas timnas yang diakhiri dengan pertandingan uji coba internasional (maksudnya ngelawan timnas negara laen..).. Untuk jadwal uji coba ini, lebih baik kita berpatokan sama UEFA yang udah teratur banget nagtur jadwal.. Kan semua timnas dari Eropa (baik yang lolos ke EURO 2008 tao gak) pasti selalu butuh pertandingan2 uji coba, masak sih kayak begini aja kita gak bisa ngatur..
On 12/7/07, dicha_4ever <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > MUNGKIN pertanyaan di atas hanya sebuah retorika dari kebiasaan di > penjuru dunia jika timnas-nya gagal di sebuah ajang bergengsi. Mungkin > hal itu bisa juga dilakukan (kembali) oleh Indonesia. Yah, paling > tidak bagaimana kalau kita memanggil Mourinho, eeee...siapa tahu dia > tertarik mengurus sepakbola di negara mantan jajahan negerinya?hehehehe... > Sebuah pelajaran tentu bisa diambil dari kiprah Kolev. Meski cukup > moncer menangani timnas saat Piala Asia, namun ternyata fundamental > sebuah timnas tetap saja belum tersentuh. Ini terbukti dengan > permainan timnas yang tiba-tiba kacau balau gak karuan saat pra piala > dunia melawan suriah padahal komposisi pemainnya nyaris sama. Ini > sebagai bukti jika tiba-tiba dibubarkan, lalu disatukan kembali belum > mampu langsung nyetel. Sebenarnya hal yang patut dicoba secara > mendalam adalah kemungkinan pelatih berasal dari Amerika Latin > sekalian. Sekalian gaya dari kaki ke kaki yang selama ini jadi patron > timnas bisa dikembangkan lebih lanjut. Kultur sepakbolanya juga tidak > terlalu berbeda, paling tidak untuk mengakali kekurangan di postur > bisa diimbangi dengan peningkatan kualitas skill individu. Nah ini > bisa digenjot dengan pelatih dari Latin. Gak percaya?coba aja........ > > Nurfahmi Budi > Wangon, Banjarnegara, Jawa Tengah > > > [Non-text portions of this message have been removed]
