sebenarnya kalo harus di ganti, jangan cuma kolevnya saja yang diganti, tapi 
juga pengurus PSSI yang notabene "orang - orang bermasalah" ( Nurdin halid - 
Narapidana kasus import gula ilegal )
jadi sekarang kita sama - sama koreksi apakah PSSInya sendiri sudah benar ???
kalo masalah pelatih, siapapun pelatihnya kalo pengurus PSSInya masih "begitu2" 
saja ya repot rek.....

Salam,

Football Indo Lovers

  ----- Original Message ----- 
  From: dicha_4ever 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, December 07, 2007 10:42 PM
  Subject: [BolaML] ganti kolev?


  MUNGKIN pertanyaan di atas hanya sebuah retorika dari kebiasaan di
  penjuru dunia jika timnas-nya gagal di sebuah ajang bergengsi. Mungkin
  hal itu bisa juga dilakukan (kembali) oleh Indonesia. Yah, paling
  tidak bagaimana kalau kita memanggil Mourinho, eeee...siapa tahu dia
  tertarik mengurus sepakbola di negara mantan jajahan negerinya?hehehehe...
  Sebuah pelajaran tentu bisa diambil dari kiprah Kolev. Meski cukup
  moncer menangani timnas saat Piala Asia, namun ternyata fundamental
  sebuah timnas tetap saja belum tersentuh. Ini terbukti dengan
  permainan timnas yang tiba-tiba kacau balau gak karuan saat pra piala
  dunia melawan suriah padahal komposisi pemainnya nyaris sama. Ini
  sebagai bukti jika tiba-tiba dibubarkan, lalu disatukan kembali belum
  mampu langsung nyetel. Sebenarnya hal yang patut dicoba secara
  mendalam adalah kemungkinan pelatih berasal dari Amerika Latin
  sekalian. Sekalian gaya dari kaki ke kaki yang selama ini jadi patron
  timnas bisa dikembangkan lebih lanjut. Kultur sepakbolanya juga tidak
  terlalu berbeda, paling tidak untuk mengakali kekurangan di postur
  bisa diimbangi dengan peningkatan kualitas skill individu. Nah ini
  bisa digenjot dengan pelatih dari Latin. Gak percaya?coba aja........

  Nurfahmi Budi
  Wangon, Banjarnegara, Jawa Tengah



   



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke