Hi ,...
gue sih nggak sedetail dan 'setajem' Ephi,tapi setuju, buat gue juga dari
segi tema.Kayaknya kurang gimanaaa gitu.Biar pun kalo buat gue endingnya cukup
unpredictable.
cheers
Ephi Ong <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sebagai penulis, baik pemula maupun udah handal, hendaknya tahu
etiket dalam menulis judul email juga. Okeh?
Judul email sebaiknya: mohon cerpen saya di-review
...kesalahan pertama, nama karakter salah...
Bukan Mas Jun namanya jika ia menyerah. Lelaki itu paling bisa membuat aku jadi
goyah terhadap prinsipku. Aku tak menikah oleh lelaki mana pun.
...kesalahan kedua, penggalan paragraf berikut tidak logis...
Perjalananku bersama Mas Pri sudah cukup lama. Apalagi saat aku pertama kali
mengenal Mas Pri. Mas Pri tidak pernah tahu pekerjaanku yang sebenarnya sebelum
aku menjadi istrinya. Pertama kali aku mengenal Mas Pri saat aku mendapatkan
pertolongan darinya saat aku dikeroyok oleh para penggundal yang ingin
memperkosaku. Dan saat itu aku mengenal sosok Mas Pri hingga akhirnya Mas Pri
mengetahui pekerjaanku dan memintaku untuk segera meninggalkan pekerjaan
durjana itu.
...kesalahan ketiga, tanda baca di dialog ini...
"Tadi aku Mas yang ingin meyajikan tetapi ibu melarangnya. Katanya lebih baik
Ayu saja." Tanpa sengaja mataku berkaca-kaca hingga membentuk anak sungai kecil
di pipiku.
Secara umum sudah bagus, tapi tema yang ditawarkan terlalu apa ya, biasa.
Seperti sinetron hidayah. Tak ada hal baru dalam cerita ini, yang bisa
membedakannya dari cerita dengan tema sejenis. Sorry.
cheers,
ephi
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com