To Ephi : Hehehhe , belum setajem...SILET hehehhe lagi. Sebenernya sih maksud 
aku tajem dalam artian detail dan teliti.Kalo aku kan ngasih saran agak2 
dangkal.:) Maksudnya umum gitu...Tapi oke lho detail gitu.Harusnya sih Fiyan 
seneng ada yang merhatiin detail gitu. 
   
  To Irma: Sama juga,..hehehe sama detailnya kayak Ephi. Fiyan lucky banget lho 
ada yang sampe bisa ngasih komen detail kayak Irma n Ephi.
  cheers
  Mia Arsjad

Irma Yusnita <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          ikutan kasih saran ya Fiyan.. bukannya merasa lebih tau tapi 
kebetulan saya dan rekan2 seorganisasi juga setiap minggu ada morning fresh dan 
diisi dengan bedah cerpen setiap hari minggu. So, setelah baca cerpen fiyan ada 
beberapa hal yang cukup "membingungkan" he.he.. Maaf sebelumnya kalau saran ini 
membuat tidak berkenan ya? 
neeh catatannya..
- Karakter tokohnya nggak kuat, contohnya mas pri itu seperti apa, apakah dia 
tampan, baik dsb.
- Setting tidak digarap dengan lengkap.
- Di awal cerita saya merasa seperti membaca sebuah diary dan sedikit 
membosankan. Coba deh pake dialog, pasti rasanya lebih lezat. :-). Tapi giliran 
kebawahnya dialog malah terasa kepanjangan.
- Sering terjadi pengulangan kalimat, kayak ini nih
 Nah sesuai syarat yang bunda ajukan kepada kamu Wit tentunya kamu sudah tahu 
bahwa kamu harus merelakan anakku beragi cinta kepada wanita lain. Menikah lagi 
sesuai syarat yang bunda ajukan sebelum kamu menikah kepada anakku.� 
- Endingnya biasa-biasa aja.
- Saya belum bisa menangkap apa yang ingin fiyan sampaikan pada pembaca setelah 
membaca cerpen ini. Maksudnya adalah pembaca tidak hanya dihibur tapi ada 
pelajaran yang bisa diambil.

Itu aja catatannya.

warm regards
Irma

http://inita.blogsome.com/

Ephi Ong <[EMAIL PROTECTED]> wrote:      Sebagai penulis, baik pemula maupun 
udah handal, hendaknya tahu etiket dalam menulis judul email juga. Okeh?

Judul email sebaiknya: mohon cerpen saya di-review

...kesalahan pertama, nama karakter salah...
Bukan Mas Jun namanya jika ia menyerah. Lelaki itu paling bisa membuat aku jadi 
goyah terhadap prinsipku. Aku tak menikah oleh lelaki mana pun.

...kesalahan kedua, penggalan paragraf berikut tidak logis...
Perjalananku bersama Mas Pri sudah cukup lama. Apalagi saat aku pertama kali 
mengenal Mas Pri. Mas Pri tidak pernah tahu pekerjaanku yang sebenarnya sebelum 
aku menjadi istrinya. Pertama kali aku mengenal Mas Pri saat aku mendapatkan 
pertolongan darinya saat aku dikeroyok oleh para penggundal yang ingin 
memperkosaku. Dan saat itu aku mengenal sosok Mas Pri hingga akhirnya Mas Pri 
mengetahui pekerjaanku dan memintaku untuk segera meninggalkan pekerjaan 
durjana itu. 

...kesalahan ketiga, tanda baca di dialog ini...
"Tadi aku Mas yang ingin meyajikan tetapi ibu melarangnya. Katanya lebih baik 
Ayu saja." Tanpa sengaja mataku berkaca-kaca hingga membentuk anak sungai kecil 
di pipiku. 

Secara umum sudah bagus, tapi tema yang ditawarkan terlalu apa ya, biasa. 
Seperti sinetron hidayah. Tak ada hal baru dalam cerita ini, yang bisa 
membedakannya dari cerita dengan tema sejenis. Sorry.

cheers, 
ephi



    
---------------------------------
  Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!   

                         

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke