Mbak julia, saya coba bantuin dikit yah...
Kalau kita bingung menghadapi seseorang, pertama2 kita harus bisa
berpikir seperti orang tersebut. Karena kita tidak mungkin menyelesaikan
suatu masalah dengan orang lain tanpa melihat sudut pandangnya juga.
Sebagai co, kita sangat senang diperhatikan, dicari-cari, namun tentu
saja kita butuh kebebasan. Co sangat butuh ruang untuk dapat bergaul
dengan komunitasnya. Walaupun suami ibu banyak menghabiskan waktu dengan
pergaulannya, bukan berarti suami ibu melupakan ibu. Selama dia masih
bertanggung jawab terhadap keluarga saya rasa tidak apalah sekali-sekali
dia bersenang-senang dengan teman2nya. setiap orang butuh hal itu
toh?begitu juga dengan suami ibu, begitu juga dengan ibu. Nah disini
sebisa mungkin ibu jangan mengekang suami ibu. semakin dia kekang, akan
semakin kuat usahanya untuk melepaskan diri dari kekangan. Keetimbang
jadi polisi bagi suami yg buntut2nya dia akan sembunyi2 dibelakang ibu,
lebih baik menjadi sahabatnya yang dia bs ceritakan apapun yg terjadi
padanya. atau bahkan lebih baik lagi kalau ibu bisa menemani dia kemana2
dan berbaur dengan para sahabatnya. tp ibu juga harus hati2, usahakan
menemani dia sebagai sahabatnya bukan sebagai polisi yang siap menjewer
die, ia bisa Susah-susah gampang, karena untuk mewujudkan hal itu ibu
harus bisa memahami dia, dipercayai oleh dia, dan membuat dia nyaman,
sehingga tanpa dimintapun dia akan bercerita kepada ibu, karena ia
merasa ibu adalah istri dan juga sahabatnya.bukan polisi yang harus main
kucing2an . Pada dasarnya manusia butuh untuk berbagi. tinggal
tergantung ibu saja yang menentukan apakah akan mengambil posisi sebagai
istri yg bisa diajak berbagi semuanya tanpa sang suami harus takut untuk
digantung atau menjadi polisi yang selalu ditakuti suami
>
>