hai indra,
dulu sebelum punya anak saya memang selalu ikut sama dia kalau lagi ngumpul2
sama temen2nya. tapi pelan2 kita sudah jarang ngumpul lagi. trus saya hamil,
dia apalagi saya sm skl gak pernah keluar lagi. tapiii pas saya lahiran sampai
hr ini, dia mulai pengen ngumpul lagi. sebenernya saya gak papa sih, tapi dia
kalau udah keluar maunya ampe pagi. emang sih sekali2, dan setiap dia pulang
pagi selalu saya omelin, saya bilang inget umur dong kan udah punya anak. dan
waktu yg saya kasih jam 2 pagi udah harus pulang. nah, dr situlah dia boong,
dan alesannya pengen ngumpul lama n kalo saya tahu pasti ngomel jadinya yah dia
boong. ya udah deh saya terima alesannya. Tapi masa melakukan kebohongan yg
sama dalam sebulan??? kan marah bgt aku. suami saya org yg stubborn bgt, kalau
aku gak ada bukti kuat, dia tetep gak akan ngaku. tapi saya orgnya juga gak
akan tenang kalo masalah gak selesai alias dia blm mau ngaku juga. akhrnya saya
dapet juga bukti dan kebetulan hr itu hari ultah dia
dan diapun ngaku semua. saya gak marah sama dia, saya bilang sama dia, saya
lebih seneng kalau dia ngaku, ngmg yg jujur walopun nyakitin. ya udah masalah
dah selesai n langsung hr itupun rasanya badan n pikiran ini legaaaaaaa bgt:)
yah semoga dia gak gitu lagi deh, mending dia kalo mau pergi bilang dulu ama
aku.
thx yah indra untuk nasihatnya.
Gbu.
indra permana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mbak julia, saya coba bantuin dikit yah...
Kalau kita bingung menghadapi seseorang, pertama2 kita harus bisa
berpikir seperti orang tersebut. Karena kita tidak mungkin menyelesaikan
suatu masalah dengan orang lain tanpa melihat sudut pandangnya juga.
Sebagai co, kita sangat senang diperhatikan, dicari-cari, namun tentu
saja kita butuh kebebasan. Co sangat butuh ruang untuk dapat bergaul
dengan komunitasnya. Walaupun suami ibu banyak menghabiskan waktu dengan
pergaulannya, bukan berarti suami ibu melupakan ibu. Selama dia masih
bertanggung jawab terhadap keluarga saya rasa tidak apalah sekali-sekali
dia bersenang-senang dengan teman2nya. setiap orang butuh hal itu
toh?begitu juga dengan suami ibu, begitu juga dengan ibu. Nah disini
sebisa mungkin ibu jangan mengekang suami ibu. semakin dia kekang, akan
semakin kuat usahanya untuk melepaskan diri dari kekangan. Keetimbang
jadi polisi bagi suami yg buntut2nya dia akan sembunyi2 dibelakang ibu,
lebih baik menjadi sahabatnya yang dia bs ceritakan apapun yg terjadi
padanya. atau bahkan lebih baik lagi kalau ibu bisa menemani dia kemana2
dan berbaur dengan para sahabatnya. tp ibu juga harus hati2, usahakan
menemani dia sebagai sahabatnya bukan sebagai polisi yang siap menjewer
die, ia bisa Susah-susah gampang, karena untuk mewujudkan hal itu ibu
harus bisa memahami dia, dipercayai oleh dia, dan membuat dia nyaman,
sehingga tanpa dimintapun dia akan bercerita kepada ibu, karena ia
merasa ibu adalah istri dan juga sahabatnya.bukan polisi yang harus main
kucing2an . Pada dasarnya manusia butuh untuk berbagi. tinggal
tergantung ibu saja yang menentukan apakah akan mengambil posisi sebagai
istri yg bisa diajak berbagi semuanya tanpa sang suami harus takut untuk
digantung atau menjadi polisi yang selalu ditakuti suami
>
>
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.