> 
> Donny:
> > Gini lho, integritas adalah kesesuaian antara fakta, omongan, dan
> > tindakan. Utuh, tidak terpisah-pisah. Seorang penulis harus 
> mempunyai
> > integritas; dia harus menulis dengan jujur, tidak boleh
> nyontek (alias
> > plagiat), juga jangan ngaku-ngaku nama orang lain. Apalagi hanya
> > sekedar agar diperhatikan... kasian amat, kalau penulis 
> sampai begitu
> > hoplessnya.
> 
> mas donny tampaknya pakar sekali kalau sudah bicara
> 'integritas'. berikut posting saya tgl 2 mei yg belum (juga) 
> ditanggapi oleh Donny. semoga tetap memiliki integritas.
>
Donny:>>
Wah, saya ndak ingat...mari, saya jawab saja sekarang. 
> ----------
> 
> jika penolakan thd "siapa penulis surat 2 petrus" adalah
> sikap tidak beriman. maka terlebih tidak berimannya para 
> bapa-bapa gereja dibawah ini yang "tidak 
> mencantumkan/mengakui surat 2 petrus sbg firman tuhan", 
> berikut catatan spt dari berbagai
> sumber:
> 
Donny:>>
Perlu diketahui bahwa pada saat itu, ada berbagai pihak yang mempunyai
idenya sendiri tentang kitab-kitab yang sah. Jadi, kalau Mas Han mau
mengambil beberapa pihak secara terpisah-pisah, kesimpulan apa pun
rasanya bisa Mas Han peroleh.

Tulisan-tulisan dari Irenaeus, Tertullianus, Origen, dan Clemens di
sekitar tahun 200 lebih banyak ditujukan kepada orang-orang yang tidak
percaya, serta penjelasan atas berbagai doktrin Kristen. Pada masa itu,
rujukan kepada tulisan-tulisan para rasul masih bersifat seperlunya,
karena perlu diingat bahwa pada waktu itu belum ada kumpulan dari
seluruh tulisan para rasul yang ada di gereja mula-mula, tidak seperti
sekarang yang sudah dijilid rapi dalam Alkitab. Jika tidak dicantumkan,
mungkin karena mereka tidak memilikinya, atau tidak berelasi dengan
surat-surat itu.

Saat itu juga sudah mulai timbul kalangan seperti Marcion yang membangun
gerejanya sendiri, termasuk kanonnya sendiri. Ia menolak PL dan
sepenuhnya hanya memegang teguh tulisan Rasul Paulus, mengabaikan
tulisan2 Yohanes maupun surat2 umum. Hal ini menimbulkan reaksi di
kalangan gereja terhadap kewibawaan surat-surat dan Injil yang selama
itu sudah digunakan secara luas. Di saat yang sama, timbul pula
berbagai-bagai tulisan seperti Injil Thomas, Injil Maria, dlsb. yang
banyak diisi oleh pemikiran-pemikiran yang berlangsung saat itu,
gnostik, stoik, dsb. Tulisan ini meminjam nama orang-orang kudus yang
terkenal -- yang saat itu sudah meninggal semuanya -- seolah-olah
berasal dari mereka, padahal sama sekali tidak. Kitab-kitab ini disebut
sebagai kitab-kitab apokripa.

Karena tantangan dan kekacauan kitab ini, jemaat menjadi resah.
Akhirnya, di abad keempat bapa gereja Athanasius membuat daftar dari
seluruh Injil dan surat/tulisan yang dianggap berotoritas, dan mulailah
muncul kanon PB seperti yang kita kenal sekarang dalam surat Paskah
Athanasius di tahun 367. Athanasius melakukan penyelidikan yang mendalam
terhadap penerimaan gereja atas tulisan-tulisan yang sudah berwibawa
ilahi di jemaat, mengeluarkan tulisan-tulisan baru yang sifatnya fiksi.
Di saat itu juga muncul krisis terhadap doktrin Allah, karena
berkembangnya ajaran Arius, yaitu Arianisme yang menolak Tritunggal dan
ketuhanan Kristus, yang banyak dipengaruhi hellenisme dan berdasarkan
pada kitab-kitab apokripa (yang sengaja ditulis untuk mendukung
Arianisme).

Setelah Athanasius, Sinode Afrika yang diadakan di Hippo Regius (tahun
393) menetapkan hal yang sama. Akhirnya, penetapan Hippo Regius
dikukuhkan pula dalam sinode Carthago (397). Perlu diingat bahwa
penetapan itu BUKAN menyatakan kitab apa yang berwibawa, melainkan
mengukuhkan kitab-kitab yang SUDAH berwibawa dan berotoritas ilahi sejak
permulaan gereja.

Setelah sinode Carthago, selama berabad-abad orang masih mundur-maju
meributkan kitab-kitab, tetapi pada dasarnya kanon itu tetap demikian.
Berulang kali terbukti kebenaran dari kitab-kitab suci, hingga sekalipun
Luther tidak berani mengeluarkan surat Yakobus, betapa pun ia tidak
menyukainya. Belakangan di masa tuanya, Luther juga akhirnya mengakui
bahwa surat Yakobus adalah suci, seperti tulisan lainnya dalam Alkitab.
 
> 
> Ireneus Uskup di Lyon, Perancis, (180-190). tdk mencantumkan
> ibrani, yakubus, 2 petrus & yudas.
> 
> Tertullianus, ketua di kartago (197-220) , tidak mencamtunkan
> yak, 2 pet, 2&3 yoh.
> 
> Kanon Muratori, surat ibrani, 1 & 2 petrus, 3 yohanes &
> yakubus disebutpun tidak. padahal saat itu surat-surat tsb 
> sudah dipastikan beredar di roma.
>
> Klemens Axandrnus (-220) sbg kepala sekolah guru agama
> tampaknya memiliki koleksi yg lebih banyak dibanding 
> komunitas kristen lainnya saat itu. Untuk pertama kalinya 
> surat 2 petrus disebut sbg kitab agama kristen. Namun (pak 
> Duyverman mengingatkan) janganlah bersorak dahulu. sebab 
> selain surat 2 petrus, klemens juga mencantumkan kitab rasuli 
> spt : barnabas, Gembala Hermas, 1 Klemens, Didhake dan wahyu 
> petrus. tambahan lagi, ia mencantumkan injil Ibrani dan injil 
> mesir sekalipun bukan kitab yg sederajad. Nyatalah, Bapa 
> Gereja kita ini sungguh luas pandangannya atau dengan kata 
> lain: Kurang Kritis.
> 
> origenes (182-254) seorang ahli teologia dari alexandria yg
> tersohor membuat daftar kitab sbb: 1. yg umum diakui 2. yg 
> disangsikan al : ibrani, 2 petrrus, 2&3 yoh, yakubus, udah 
> dan (injil ibrani).
> 
> eusebius (263-339) yg disebut ahliwaris origenes membuat
> katagori baru lagi 1. yg umum diakui 2. yg disangsikan, 2 
> petrus & yudas termasuk didalamnya 3. yg tidak tulen.
> 
> Athanasius dari Iskandaria th 367 memaklumatkan buku2 mana yg
> boleh dibacakan. hal ini menyikap munculnya apokrofa yg 
> sedemikian banyanya.
> 
> namun selain surat apokrif, salinan atau terjemahan dari
> surat2 yg beredar saat itu sungguh memprihatikan. sesuatu yg 
> membuat st Agustinus, akhir abad 2, mengeluh akan "banyaknya 
> penterjemahan " serta " perbedaan yg tidak terhingga dari 
> masing-masing salinan dan terjemahan". golongan surat2 
> salinan tsb kemudian di beri nama Itala.
> 
> sbg gambaran. saat ini ada kl 5000 surat salinan maupun
> terjemahan yg masih kita warisi tanpa ada satupun manuskrip 
> yg bisa dikatakan Asli,
> 
> kesangsian thd sejumlah kitab muncul kembali pada masa
> reformasi. luther dng terang2an kurang menghargai sejumlah 
> surat. Karlstadt memasukan 2 petrus sebagai kitab yg 
> disangsikan. zwingli tampaknya tidak meributkan kanon, namun 
> jelas menolak kitab wahyu. calvin cukup hati-hati 
> menyampaikan sikap namun ada kesamaan, ia tidak berkomentar 
> (membuat komentar) ttg kitab wahyu.
> 
> dari ringkasan diatas terlihat bhw pergumulan utk memasukan
> surat2 yg sedari awal menimbulkan kesangsiang telah memakan 
> waktu yg cukup lama, 300 tahun dengan sejumlah pertimbangan 
> dan argumentasi historis!
> 
> surat 2 petrus dan sejumlah surat lain sedari awal telah
> menimbulkan perdebatan, pro-kontra. persoalan bagi orang 
> kristen skr tampaknya bagaimana menyikapi laporan sejarah tsb 
> scr kritis, jujur & positif.
> 
> menganggap surat 2 petrus benar-benar ditulis oleh rasul
> petrus semata karena 1. iman subyektifnya. 2. nama rasul 
> petrus scr terang2an ditulis dikitab tsb 3. surat 2 petrus 
> selama berabad-abad telah berfaedah jelas kesimpulan yg amat 
> sembrono. apalagi kesimpulan tsb muncul setelah diskusi lebih 
> 2 minggu dng sejumlah bukti & argumentasi kritis (saya coba 
> bedakan dng kritik) historis dan kritis biblika yg 
> dianggapnya tidak ada.
> 
Donny:>>
Jangan melihat argumen itu hanya berjalan di sini saja, dalam waktu yang
amat sangat singkat (2 minggu). Argumen ini sudah diuji selama
berabad-abad lamanya, termasuk oleh Eusebius yang saat itu meneliti
bagaimana surat-surat berakar di jemaat. Di samping ini, argumen ini
sifatnya normatif, artinya secara wajar dapat dilihat dan dipahami semua
orang.

Sementara itu, argumen-argumen penentangnya seringkali tidak memiliki
dasar yang kuat dan berdasarkan asumsi dan dugaan yang tidak dapat
dibuktikan. Kekritisan memang perlu untuk menimbulkan suatu pertanyaan,
tetapi bukan memberi jawaban. Masalahnya, di saat orang kritis bertanya,
ia suka memberi jawaban yang justru tidak kritis. Jadi bukan
pertanyaannya yang menjadi masalah, melainkan jawaban atas pertanyaan
itu.

> hemat saya, persoalan terbesar bukan pada "siapa penulis" 2
> petrus tetapi bagaimana sikap kita thd laporan sejarah tsb. 
> dengan membebaskan diri kita dari penilaian baik-buruk bahkan 
> iman yg pokrol bambu dari sejarah PB akan membuat kita 
> bersika terbuka dan jujur.
> 
Donny:>>
Hehehe...iman didasarkan pada apa yang disampaikan oleh Alkitab, bukan
pada sejarah Alkitab. Betul, sekali ini saya setuju sekali dengan Mas
Han. Karena itu, mengapa mempermasalahkan apa yang sudah ditetapkan
berabad-abad yang lalu?


Salam kasih,
Donny



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/.1VolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

_____________________________________________
Situs milis    http://groups.yahoo.com/group/cyber-gki
Situs laci     http://www.cybergki.net
Moderator      [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Administrator  [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]

Klik alamat sesuai maksud, kosongkan subject dan body.
posting    [email protected]
nonaktif   [EMAIL PROTECTED]
aktif lagi [EMAIL PROTECTED]
berhenti   [EMAIL PROTECTED]
digest     [EMAIL PROTECTED]
daftar     [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/cyber-gki/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke