> > sudahlah, > keterangan yg panjang lebar ini tidak menjelaskan sama sekali mengapa > ada bapa gereja yg "tidak mencantumkan" 2 petrus mereka dalam > kanon yg mereka susun ATAU menempatkan kitab 2 petrus dalam deretan > kitab yg diragukan ATAU menempatkan kitab-kitab lain yg akhirnya tidak > diakui oleh gereja sesudahnya. tidak ada penjelasan mas, sama sekali > tidak ada. tidak usah berkelit lagi. argumentasinya anda rapuh. > Donny:>> Lho, jadi Mas Han belum baca tho, alinea saya ini:
===== Tulisan-tulisan dari Irenaeus, Tertullianus, Origen, dan Clemens di sekitar tahun 200 lebih banyak ditujukan kepada orang-orang yang tidak percaya, serta penjelasan atas berbagai doktrin Kristen. Pada masa itu, rujukan kepada tulisan-tulisan para rasul masih bersifat seperlunya, karena perlu diingat bahwa pada waktu itu belum ada kumpulan dari seluruh tulisan para rasul yang ada di gereja mula-mula, tidak seperti sekarang yang sudah dijilid rapi dalam Alkitab. Jika tidak dicantumkan, mungkin karena mereka tidak memilikinya, atau tidak berelasi dengan surat-surat itu. ===== Perlu ditambahkan, waktu itu mereka BELUM membuat kanon. Mudah-mudahan Mas Han tidak keliru dan mengira bahwa mereka sudah membuat kanon; waktu itu belum ada kanon PB. Dan mereka TIDAK membuat kanon. Belum ada daftar yang dipermasalahkan, sampai di penghujung abad ke 3. Nah, saya kira argumen saya sudah cukup, silakan Mas Han bantah kalau memang dianggap rapuh. Tentu mudah menjawabnya, daripada hanya berkata "sudahlah...," bukan? >> Berulang kali terbukti kebenaran dari kitab-kitab suci, hingga >> sekalipun Luther tidak berani mengeluarkan surat Yakobus, betapa pun >> ia tidak menyukainya. Belakangan di masa tuanya, Luther juga >> akhirnya mengakui bahwa surat Yakobus adalah suci, seperti tulisan >> lainnya dalam Alkitab. > > anda meminjam wibawa luther, > tahukah anda luther pada masa kematangannya (60th) menuliskan > sikap2 anti-semitnya yg kemudian hari pemikiran-pemikiran tsb > dikutip Hitler dalam penindasannya pada bangsa yahudi, > sekalipun ia adalah seorang katolik. > Donny:>> Ndak, saya hanya meneruskan tulisan Mas Han sebelumnya tentang masa reformasi. Mas Han dulu 'kan yang menyinggung Luther, tapi tidak menyebutkan kitab apa yang ditolaknya. Soal anti-semit, pandangan itu berasal dari masa jauh sebelum Luther, jadi bukan karena Luther menulis maka timbul paham anti-semit. >> > Handita: >> > surat 2 petrus dan sejumlah surat lain sedari awal telah >> > menimbulkan perdebatan, pro-kontra. persoalan bagi orang >> > kristen skr tampaknya bagaimana menyikapi laporan sejarah tsb >> > scr kritis, jujur & positif. >> > >> > menganggap surat 2 petrus benar-benar ditulis oleh rasul >> > petrus semata karena 1. iman subyektifnya. 2. nama rasul >> > petrus scr terang2an ditulis dikitab tsb 3. surat 2 petrus >> > selama berabad-abad telah berfaedah jelas kesimpulan yg amat >> > sembrono. apalagi kesimpulan tsb muncul setelah diskusi lebih >> > 2 minggu dng sejumlah bukti & argumentasi kritis (saya coba >> > bedakan dng kritik) historis dan kritis biblika yg >> > dianggapnya tidak ada. >> > >> Donny:>> >> Jangan melihat argumen itu hanya berjalan di sini saja, dalam waktu >> yang amat sangat singkat (2 minggu). Argumen ini sudah diuji selama >> berabad-abad lamanya, termasuk oleh Eusebius yang saat itu meneliti >> bagaimana surat-surat berakar di jemaat. Di samping ini, argumen ini >> sifatnya normatif, artinya secara wajar dapat dilihat dan dipahami >> semua orang. > > mana argumennya ? > eusebius melanjutkan origen dng menempatkan 2 petrus sebagai > kitab yg disangsikan. > Donny:>> Lho, kok nanya mana argumennya? Tulisan Mas Han sebelumnya tentang 3 pokok itulah argumennya. Sampai sekarang, belum ada satu pun yang Mas bantah, bukan? Tentang Eusebius: yang dituliskan oleh Eusebius sebenarnya adalah bahwa kitab 2 Petrus tidak banyak digunakan oleh jemaat mula-mula, hanya di kalangan terbatas saja. Masalahnya bukan tentang keraguan terhadap penulisnya, melainkan karena surat ini tidak beredar dan dikenal seluas 1 Petrus. Saya percaya, hal ini terjadi karena memang isi dari 2 Petrus lebih bersifat pribadi dan terbatas. Ini adalah bagian dari surat-surat terakhir Rasul Petrus, dengan pergumulan yang amat personal. >> Sementara itu, argumen-argumen penentangnya seringkali tidak >> memiliki dasar yang kuat dan berdasarkan asumsi dan dugaan yang >> tidak dapat dibuktikan. Kekritisan memang perlu untuk menimbulkan >> suatu pertanyaan, tetapi bukan memberi jawaban. Masalahnya, di saat >> orang kritis bertanya, ia suka memberi jawaban yang justru tidak >> kritis. Jadi bukan pertanyaannya yang menjadi masalah, melainkan >> jawaban atas pertanyaan itu. > > anda bukan main ngelanturnya, > baca dong. nama-nama yg disebut diatas [yi bapa-bapa gereja] > adalah mereka yg menyangsikan keabsahan kitab 2 petrus. > Donny:>> Ndak, saya ndak baca bahwa ada bapa gereja menyangsikan keabsahan kitab 2 Petrus. Yang ditulis adalah Irenaeus dll., TIDAK MENCANTUMKAN semua kitab dalam PB, antara lain 2 Petrus. Dan itu juga dalam pemahaman bahwa bapa-bapa gereja itu tidak membuat kanon. Tidak mencantumkan tidak sama dengan menyangsikan lho! Silakan buktikan, bahwa memang ada bapa gereja yang menyangsikan keabsahan salah satu kitab dalam PB saat ini. Siapa yang meragukan penulis dari salah satu kitab2 PB? Silakan tunjukkan, kalau memang ada. Saya ingin sekali tahu. Dan tentu, saya ingin sekali tahu bagaimana bisa kitab2 itu lolos dari konsili Carthago, jika memang benar pernah disangsikan oleh bapa2 gereja. Ini adalah pokok dari kekritisan: Anda harus mempunyai dasar untuk bersikap kritis. Kalau tidak, kekritisan itu menjadi mengada-ada. Tentu saja pertanyaan boleh dilontarkan, tetapi jangan cepat2 membuat jawaban sendiri. >> > hemat saya, persoalan terbesar bukan pada "siapa penulis" 2 >> > petrus tetapi bagaimana sikap kita thd laporan sejarah tsb. >> > dengan membebaskan diri kita dari penilaian baik-buruk bahkan >> > iman yg pokrol bambu dari sejarah PB akan membuat kita >> > bersika terbuka dan jujur. >> > >> Donny:>> >> Hehehe...iman didasarkan pada apa yang disampaikan oleh Alkitab, >> bukan pada sejarah Alkitab. Betul, sekali ini saya setuju sekali >> dengan Mas Han. Karena itu, mengapa mempermasalahkan apa yang sudah >> ditetapkan berabad-abad yang lalu? > > karena ada cara pandangan yg ngawur dengan memaksakan anggapan > bhw penulis 2 petrus adalah rasul petrus, padahal ada sejumlah > bapa-bapa gereja [termasuk yg anda sebut-beut] justru menolak/ > meragukan keabsahan penulis 2 petrus. > Donny:>> Saya kira, poin ini sudah dijelaskan dengan baik oleh Oom Bob. Jika integritas dari suatu kitab dapat diragukan, bagaimana mungkin kitab itu disebut kitab suci? Apostolicity adalah hal yang penting; jika penulisnya bukan rasul, tulisan itu kehilangan otoritasnya. Salam kasih, Donny ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Would you Help a Child in need? It is easier than you think. Click Here to meet a Child you can help. http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/.1VolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> _____________________________________________ Situs milis http://groups.yahoo.com/group/cyber-gki Situs laci http://www.cybergki.net Moderator [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] Administrator [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] Klik alamat sesuai maksud, kosongkan subject dan body. posting [email protected] nonaktif [EMAIL PROTECTED] aktif lagi [EMAIL PROTECTED] berhenti [EMAIL PROTECTED] digest [EMAIL PROTECTED] daftar [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/cyber-gki/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
