============================================
Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
============================================
Wah LP ini mengingatkan kita jaman penjajahan Londo edan, namanya kalau
dulu Gramaphone...sing diontel. Jadi secara teknologie memang sudah
ketinggalan jaman, dan enggak praktis blas. Piring cakram sak hoha hoha,
sekarang cuma diganti yang 3" saja, jauh lebih praktis dan enggak repot.
Ning bagi orang yang mencintai kemunduran jaman ,ya enggak salah lah.
Memang dunia ini isinya begitu, dilain pihak ingin modern, dipihak lain
ingin kembali jaman dulu.....weh.....weh...mumet aku.JB72
Antonius
Subarkah To: [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED] cc:
om> Subject: Re: [debritto] Artikel LP
Sent by:
debritto-owner@
dejava.com
07/23/01 05:27
PM
Please respond
to debritto
============================================
Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
============================================
Ya, maksud saya memang masih ada yang mengembangkan,
tetapi sudah tidak banyak diikuti orang. Karena
pertimbangan seperti tidak praktis, sentuhan mekanis
(jarum) menimbukan kelemahan sendiri, tentu saja
akibatnya pengembangan LP menjadi ekslusif, tentu
berujung mahalnya LP "baru".
Kalau soal pilih memilih itu relatif, lebih karena
selera. Contohnya ada temen saya yang sangat menyukai
LP, bukan karena jernihnya suara, tetapi adanya latar
belakang suara "kresek-kresek".
Kalau melihat liputan khusus Kompas hari Selasa (17/7)
lalu, saya mencoba menggabungkan "seni" modern dengan
klasik.
Ada teman saya yang sangat menggandrungi sistem suara
klasik, maka beliau itu saya minta menulis tentang
sistem audio menurut versinya. Kalau perlu sistem
audio yang masih mempergunakan tabung hampa atau LP
itu.
Sebaliknya teman lain yang pengetahuan tentang dunia
IT sengaja saya mengharapkan tulisan rekan saya itu
yang bersentuhan dengan dunia IT. Konvergensi IT
dengan elektronik sudah sangat luar biasa, teknologi
digital telah membuat bidang elektronik ini menjadi
sangat dinamis.
Kedua bidang ini tidak bisa dipertentangkan begitu
saja, keduanya punya kelebihannya sendiri. Kalau
bicara tentang sistem tata suara pada sebuah gedung
bioskop atau konser, tentu saja sistem digital lebih
baik. Tapi kalau untuk mendengarkan sebuah sistem
stereo saja, ya teknologi klasik masih bersaing.
Ada lagi bidang yang belum tersentuh konvergensi dua
teknologi itu, seperti masalah speaker. Dalam pamerah
elektronik di Las Vegas awal tahun ini terlihat sistem
speaker masih merupakan barang ekslusif, bayangkan
untuk sistem speaker saja harganya bisa 120.000
dollar.
Selain kedua sudut pandang itu, saya sendiri mencoba
melihat dari sisi elektronisnya yang sudah mencapai
kemajuan pesat. Artinya produk audio-visual yang
dikembangkan nenurut selera barang-barang elektronik
konsumen (tidak perlu PC), namun di dalamnya sudah
diterapkan teknologi informasi yang sangat kompleks.
Nah, itu yang telah saya kerjakan.
Biasanya lipsus ini dilaksanakan dua kali setahun
(tergangtung sikon), kalau nDjen punya hobi mengamati
masalah audio-visual boleh saja nanti bikin
tulisannya, tapi tunggu ada limpahan halaman.
demikian Djen,
salam,
awe
--- djen <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> ============================================
> Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
> ============================================
>
> >sangat terbatas, kalau ttg LP saya kira agak susah
> >nyari materi tulisannya dan dari sisi teknologinya
> >sudah tidak dikembangkan lagi, disk optis lebih
> >kompetitif dari sisi pengembangannya.
> -------------------------
> Teknologi LP sampai sekarang masih berkembang mas,
> terutama untuk motor
> drive alat pemutar agar presesisi kecepatan akurat,
> lalu Arm juga berkembang
> dengan ditemukannya bahan Titanium serta serat
> karbon, seiring dengan itu
> 'jarum' juga turut berkembang. Juga teknologi untuk
> Vinyl-nya sekarang untuk
> yg High Quality semuanya minimal 180gm dan dengan
> teknik rekam yg modern
> jadi sekarang di re-record.
> Memang dari segi ekonomis bisnis populasi-nya kalah
> dengan disk optis. Tapi
> dari segi mutu suara walau CD sudah dikembangkan
> dengan SACD dan DVD-Audio
> saya masih pegang LP bahkan untuk yang level High
> End-nya.
> Kelemahannya yaitu LP tidak bisa mendengarkan loncat
> track seperti pd CD
> bahkan untuk 'set up' dengan setelan/'tune' yang pas
> diperlukan keahlian
> tersendiri (ada expert-nya) tidak bisa Plug'n Play.
> Pilihan lagu juga tidak
> sebanyak CD atau kaset karena selain harga LP-nya
> juga mahal karena
> pertimbangan populasinya yg tidak banyak maka
> termasuk barang langka.
> Teriring salam.
> Djen
>
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Make international calls for as low as $.04/minute with Yahoo! Messenger
http://phonecard.yahoo.com/