============================================
Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
============================================

Ye, ye, ye, kita sudah banyak sepakat Djen, dalam hal
reproduksi suara.
Tapi kalau dianalogikan dengan alat penghasil suara
(bukan reproduksi), meski pada dasarnya saya juga
setuju kalau teknologi elektronik belum bisa 100
persen menirukan sebaik alat musik aslinya. 
Reproduksi suara di sini merupakan proses penyimpanan
suara atau musik untuk sewaktu-waktu diputar kembali
dengan seminimal mungkin terjadi penyimpangan
(distorsi)dari sumber aslinya.
Hanya kalau boleh jangan terlalu jauh, nanti Mas Jo
protes, mancing nggak perlu LP, cukup sandal jepit
diganduli watu sudah ok hehehe.
Sementara sekian dulu saya mau beli joran di pasar
Palmerah buat persiapan mancing Agustusan, biar nggak
kalah sama raja mBanten. Salam, awe.

--- djen <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> ============================================
> Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
> ============================================
> 
> >Kalau melihat liputan khusus Kompas hari Selasa
> (17/7)
> >lalu, saya mencoba menggabungkan "seni" modern
> dengan
> >klasik.
> ....................
> >Kedua bidang ini tidak bisa dipertentangkan begitu
> >saja, keduanya punya kelebihannya sendiri.
> ---------------------------
> Saya setuju bahwa untuk tata suara ini masuk
> kategori 'seni' untuk konsumsi
> telinga. Karena jika lukisan konsumsinya  mata.
> 
> >bicara tentang sistem tata suara pada sebuah gedung
> >bioskop atau konser, tentu saja sistem digital
> lebih
> >baik. Tapi kalau untuk mendengarkan sebuah sistem
> >stereo saja, ya teknologi klasik masih bersaing.
> ---------------------------
> Bagi yang menyenangi konsep 'nature' teknologi
> klasik lebih unggul. Dengan
> berkembangnya teknologi alat musik misalnya
> synthesizer dimana semua 'suara'
> bisa ditiru. Tetapi saya lebih senang dengan konsep
> 'nature' bahwa piano itu
> bunyi'denting'-nya khas yang tidak dapat karena
> setiap produk piano punya
> warna suara yang khas (piano Yamaha lain dengan
> Steinwei). Suara petikan
> gitar klasik, vibrasi dari gesekan biola  juga punya
> warna yang khas. Bukan
> asal piano, asal gitar dlll yg serba asal bunyi.
> Akibatnya karena suka
> 'nature' maka kembali ke teknologi yg menurut pak Jo
> 'kuno' tapi itu yg
> paling ideal buat saya seperti ampli tabung hampa.
> Wah ini bagi pecinta
> suara 'nature' tabung hampa belum ada yg menandingi
> cuma kelemahannya
> effisiensi dayanya umumnya rendah.
> 
> >Ada lagi bidang yang belum tersentuh konvergensi
> dua
> >teknologi itu, seperti masalah speaker. Dalam
> pamerah
> >elektronik di Las Vegas awal tahun ini terlihat
> sistem
> >speaker masih merupakan barang ekslusif, bayangkan
> >untuk sistem speaker saja harganya bisa 120.000
> >dollar.
> ---------------------------
> Ada 2 macam Speaker yang punya kateristik yang
> sendiri-sendiri:
> -Electrostatic speaker effisensinya rendah. dan
> -Konventional speaker masih dapat dibedakan lagi:
>      - Horn speaker biasanya efisiensi-nya tinggi
>      - Konventional speaker effsiensi normal.
> Jenis, ukuran box speaker juga mempengaruhi
> effsiensi serta warna suara
> sebuah speaker.
> Dan belum ditemukan jenis speaker yg paling ideal.
> Karena karekteristiknya
> yg berbeda beda tsb.
> 
> Maka menurut saya pilihan teknologi dari equipment 
> mempengaruhi jenis musik
> yang digemari yang jika match itu sangat pas
> ditelinga.
> 
> >Biasanya lipsus ini dilaksanakan dua kali setahun
> >(tergangtung sikon), kalau nDjen punya hobi
> mengamati
> >masalah audio-visual boleh saja nanti bikin
> >tulisannya, tapi tunggu ada limpahan halaman.
> >demikian Djen,
> >awe
> ----------------------------
> Aku seje pengamat, mas cuma penikmat saja.
> 
> Salam
> Djen
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Make international calls for as low as $.04/minute with Yahoo! Messenger
http://phonecard.yahoo.com/

Kirim email ke