--- In [email protected], "Wulandari" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Setuju, Bro. Bodhimanggala
> Kalama Sutta bilang jangan percaya begitu saja. Berita-berita yg
kita terima umumnya diwarnai kepentingan AS.
> Memang ada junta militer yang korup, tetapi rakyat Myanmar hidup
begitu damai dalam kesederhanaannya. Dibanding demokrasi dalam politik
tetapi disertai neo-liberalisme dalam ekonomi?
> > Hi
> > Anda pernah secara langsung ke Myanmar?
> > or cuman dengar kata orang or baca di koran?
> > kalo cuman itu mah, sama aja donk, komentar anda tidak valid, hehehe
> >
menarik sekali. masalahnya menerapkan kalama sutta dalam hal ini
susah2 gampang. Apakah kita harus pergi langsung ke Myanmar untuk
membuktikan pemerintahan yang tidak demokratis dan adanya kejadian
Aung san sukyi ( sori salah tulis ) ditahan? Apakah kita harus pergi
ke Nias untuk membuktikan adanya gempa bumi di sana? Apakah kita harus
pergi ke Stamford Bridge, London, untuk membuktikan Chelsea tadi
mengalahkan Bayern Munich?
Sungguh hal yang menarik.
Mungkin saya harus meralat tanggapan saya. Jawaban nomor 10 itu agak
aneh. Menghubungkan agama dengan negara atau taraf kebahagiaan rakyat
itu agak susah. Menyatakan rakyat Myanmar hidup bahagia walaupun
"miskin" karena mayoritasnya buddhis adalah hal yang aneh. Di jepang
yang mayoritas shinto atau buddhis, tingkat bunuh dirinya tergolong
tinggi. Dua hal ini saling mengkontradiksikan.Mungkin rakyat myanmar
hidup bahagia walaupun pemerintahannya sucks... tapi hubungannya
dengan buddhis itu sedikit. Mungkin rakyat jepang banyak yang bunuh
diri walaupun ekonominya kuat... tapi hubungannya dengan buddhis itu
sedikit. Ah entahlah... menghubungkan agama dengan negara adalah hal
yang susah.
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/0Z9NuA/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya.
Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih,
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta
sahabat-sahabat kami.
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/