--- In [email protected], "Huangdi_98" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> 
> Mbok ya THERAVADIN nyang ngerasa MURNI mestinye BOEKA KACAMATA KUDA 
> jgn tereak2 MURNI TERCEMAR WAE
> Liat bae2 INTI AJARAN PARA BUDDHA jgn kejebak ame paradigma MURNI 
> TERCEMAR.

Saudara Huangdi... ini adalah tambahan informasi yang menarik. Cuma
saya tidak tahu kenapa Saudara Huangdi mengkritik aliran Theravada di
thread "berdoa secara buddhis". Kalau Saudara Huang Di mengkritik
Theravada dengan tujuan memberi informasi, itu baik adanya. Tapi jika
Saudara Huang Di mengkritk aliran Theravada karena posting saya yang
mungkin menunjukkan "kesombongan Theravada", maka pertimbangkan hal ini:

Ini adalah cuplikan dari posting saya:
Kalau Buddhism yang sudah dipengaruhi kepercayaan / kebudayaan Cina,
maka doanya ditujukan kepada dewa-dewi.

Tapi kalau Buddhism yang murni dari Sang Maestro, Siddharta berdoa itu
lebih mirip wishing. Buddhism yang ini bersifat atheis atau ada juga
yang memandang agnostik. Sedangkan dewa-dewi sendiri oleh Siddharta
disebut makhluk yang masih terikat kepada hukum karma, lingkaran hidup
dan mati, samsara. Berdoa kepada Buddha itu adalah ide yang lucu
karena Buddha pada saat meninggal, itu sudah tidak terlahir di manapun
juga. Jadi doa di buddhism yang ini adalah wishing, "May the happiness
comes to all."

Lihat, saya tidak pernah menyebutkan Theravada sedikit pun. Saya
mengatakan, "Tapi kalau Buddhism yang murni dari Sang Maestro,
Siddharta berdoa itu
lebih mirip wishing." Saya tidak bilang Buddhism yang murni dari
Theravada. Saya bilang Buddhism yang murni dari Sang Maestro,
Siddharta. Anda sendiri setuju kalau mau belajar buddhism yang murni,
kita harus menggunakan mesin waktu ke jaman siddharta dan berguru
kepada Sang Maestro sendiri.

Setelah mempelajari Buddhism dari sana-sini ( internet, ebook, buku,
pengalaman pribadi, conversation, dll ), menurut pemahaman saya,
Siddharta sendiri ( saya tidak bilang theravada, yah..... repeat after
me, saya tidak bilang theravada tapi Siddharta ) tidak pernah
mengajarkan untuk berdoa kepada pihak eksternal entah itu dewa, atau
buddha, atau Tuhan, atau dll. Berdoa bagi Siddharta yah itu mirip
wishing, "Semoga bla bla bla."

Jadi dalam posting saya, tidak ada maksud mengkritik aliran Buddhism
yang dipengaruhi kebudayaan Cina ( saya mau bilang Mahayana tapi
katanya itu dari India juga ), tidak ada maksud menyombongkan aliran
Theravada yang dipengaruhi kebudayaan Thailand/India.

Mungkin Anda akan bilang, "Tapi saya bisa membaca apa yang tersirat
dari email Anda. Anda adalah penganut Theravada."

Disclaimer: Yah, saya penganut Theravada ( walaupun saya juga sedikit
banyak dipengaruhi buku-buku Dalai Lama dan karangan lama-lama atau
rinchope yang notabene dari Tibet ) tapi dalam posting saya itu tidak
ada niat untuk menjelaskan berdoa secara buddhis dari sisi theravada.
Dan juga tidak ada niat untuk mengkritik buddhis yang dipengaruhi
kepercayaan cina. saya hanya menjelaskan berdoa secara buddhis dari
buddism yang dipengaruhi kebudayaan cina dan dari Siddharta him self.

Sedangkan berdoa secara buddhis menurut theravada???? Ini masih dalam
taraf penelitian saya. Ada praktik memegang dupa dan bersembahyang
kepada langit dan patung Siddharta di vihara theravada ( baik yang
saya lihat langsung dan dari tv yang meliput kehidupan buddhism di
thailand ). Cuma ini saya belum yakin benar. Masih harus diteliti
lebih lanjut. Jadi saya tidak berani menjelaskan berdoa secara buddhis
menurut theravada yang sudah dicemari kebudayaan India/Thailand karena
saya sendiri belum yakin.

Berdoa secara buddhis menutut tantrayana ( tibetan )??? Maaf,
pengetahuan saya hanya sebatas buku-buku Dalai Lama terbitan Gramedia.

Semoga ini meluruskan banyak hal.

Terima kasih.







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/UwRTUD/UOnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya. 

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh, 
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, 
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa 
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan 
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta 
sahabat-sahabat kami.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke