Namo Buddhaya,

Kurasa temanmu itu bukan Buddhist atawa klo Buddhist
dia itu lagi stress. He he ..., temanmu itu memandang
Buddhism itu egois dari sudut pandang mana? Mangkanya
ajak dia dong ke vihara untuk tukar pikiran.

Setahuku apapun yang akan dilakukan orang, pasti ada
tujuannya, tanpa tujuan kita akan kehilangan semangat
dan arti itu sendiri. Masalahnya bukan ditujuan, tapi
Tujuan itu seperti apa, murni universal atau tidak ?

Kita harus belajar untuk membedakan antara berbuat
baik karena Niat dan Kesadaran dengan berbuat baik dg
mengatasnamakan karma atau Tuhan, dll.

Konsep daripada mengatasnamakan kurang lebih seperti
ini: Kita harus berbuat baik karena itu sudah tertulis
dikitab suci dan disampaikan oleh utusan dari Tuhan.
Kita harus berbuat baik, atau Tuhan akan Murka.
Perbanyaklah amal pahala, karena YMK akan mendatangkan
berkah padamu, Perbanyaklah amal pahala krn
sesungguhnya YME atau kuasa menyukai orang orang yang
berbuat baik dan ada surga untukmu nanti. Bila kamu
memberi 1, maka Tuhan akan memberi 2 padamu. 
Intinya, berbuat baik karena disuruh, atawa tertulis
dikitab suci tanpa dipertanyakan lagi. So membabi
buta. Come on, Lets go kita berbuat baik banyak
banyak, KATANYA, bla bla bla ..........., Itu namanya
mengatasnamakan.

di Buddhist tidak seperti itu, Sang Buddha mengajarkan
kita untuk berbuat baik dengan niat dan kesadaran.
Jika kita berbuat baik, kita tahu kenapa dan mengapa
kita harus berbuat baik. Justru orang yg ingin
mencapai pencerahan dia harus melepas bukan? Pada saat
kita berbuat baik dengan niat dan kesadaran maka
otomatis Ego kita sudah terlepas dengan sendirinya. 

Ajaran Sang Buddha sungguh indah dan mulia.
Sabbe Satta Bhavantu Sukhitata, Semoga Semua Mahluk
Hidup Berbahagia. mempunyai makna yang sangat
mendalam,artinya :

Yang pertama, arti kalimat tersebut ditujukan kepada
semuah mahluk tanpa kecuali, ya org, ya setan, ya
binatang,yah semuanya deh.

Yang Kedua, arti kalimat tersebut mengajak kita untuk
menghargai arti daripada suatu " Kehidupan ", jgn
pernah menyerah untuk menolong semua mahluk hidup.
Tolonglah mereka dg cinta kasih yang universal dan
karuna. karena pertolongan yg diberikan dgn Metta,
maka kita akan merasa bahagia sekali, sekalipun itu
musuh kita. Kita bahagia melihat orang lain bahagia,
itulah mudita dan kemudian kita sudah lupa kapan dan
siapa yang kita tolong, yg kita tahu hanya cara
perjuangan mempertahankan kehidupan itu sendiri
sehingga besok besok klo ada yg membutuhkan ini bisa
diterapkan dan itu sungguh membahagiakan sekali. Plong
rasanya.

Itulah arti Kesadaran, Sedangkan kalau berbuat baik
berarti menanam karma baik dan berbuat jahat berarti
menanam karma buruk, itu tidak lebih dari sebuah
penjelasan saja dan merupakan patokan agar kita tidak
terjerumus dalam pikiran buruk. Maka dari itu
hargailah sebuah " Kehidupan " walaupun itu sekecil
apapun juga. Dan ini tidak dapat dikatakan 
mengatasnamakan karma. Kita punya niat dan sadar
melakukannya sendiri setelah merenungi dan mempelajari
nasehat dari Sang Buddha bahwasannya suatu kehidupan
itu sangat berharga.

Klo kita tak mau melaksanakannya gimana? ya sudah!
tidak ada yg memaksa atau menyuruh kok, itu pilihan
anda semua. Klo gitu kaga masuk surga dong! He he he
yang bilang begitu sopo. 

Berbuat baik merupakan salah satu jalan untuk
membersihkan kekotoran batin. Klo udah tujuannya baik
begini, mana kita inget lagi kita mau berbuat baik
agar bisa begini atau bisa begitu? 

Mungkin ada juga orang BUddhist Budhistsan yg kaga
ngerti Dhamma krn berbuat baik ingin dapat harta
banyak, bisa jadi kan. tapi tolong kasih tahu temanmu
bahwa itu bukan Buddhist.

Tapi klo temanmu bilang " Lah kan sering tercantum klo
berdana ini akan menghasilkan ini" Yah benar, itulah
yang disebut salah satu sub pelajaran ttg berdana
toch. tapi kan ajaran Sang Buddha masih banyak
lainnya. 
Prakteknya bisa kita lihat seperti contoh Semoga Semua
Mahluk berbahagia.  

Saya bukan orang yang bisa menjelaskan sesuatu agar
mudah dimengerti orang lain, tapi saya berharap
mudah-mudahan masukkan dariku bermanfaat. 

Salam,
SL



--- Yamin Prabudy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Jadi, karma bukan sesuatu untuk kita takuti ya ?
> Jadi sebenarnya kita (umat Buddhis) tidak sombong
> dan egois dalam 
> melakukan bantuan kepada orang ? apakah itu dalam
> bentuk dana, tenaga, 
> pikiran
> 
> Tapi di kita setiap mau berdana atau melakukan
> bantuan selalu terselib 
> "Menanamkan Karma baik"
> Sedangkan di mereka setiap memberikan bantuan
> mengatakan "Kuasa Tuhanlah 
> yang telah bekerja melaluiku" "Tuhanlah yang bekerja
> menggunakan tangan
> dan kakiku, saya hanyalah sebagai perantara saja"
> (bukan setiap 
> kali,..tapi sering. Mungkin ini sama seperti
> mukzizat atau apapun 
> sebutannya tapi intinya mereka tidak menonjolkan
> diri dalam melakukan 
> usaha bantuan)
> 
> dengan pernyataan demikian saya merasa mereka tidak
> egois...tidak ada 
> AKU loh yang bantu Kamu,...AKU loh dan AKU loh....
> saya kalah berdebat jika udah sampai seperti
> ini....binggung benaran 
> maklumlah newbie yg belum punya banyak Teori
> 
> metta
> yamin
> 
> 
> SWLiang wrote:
> 
> > Bro Yamin,
> >
> > Nampaknya si-penanya adalah tidak mengerti dengan
> benar tentang
> > konsep Karma, dan si-penanya nampaknya tidak
> mengerti benar Kebenaran
> > sebagai Kesunyataan, namun kebenaran yang menurut
> "Katanya".
> > Berikut saya kutip dari penjelasan Bhante
> Saddhaviro ketika ber-
> > Dhammadesana beberapa waktu lalu di bulan April
> 2005 di Cetiya Buddha
> > Manggala Batam yang mana sekaligus saya tambahkan
> beberapa comment
> > dari saya.
> > " ... Bahwa ada 3 macam cara pemahaman kebenaran
> itu sebagai
> > kebenaran yaitu:
> > 1. pemahaman berdasar "Katanya", contohnya adalah
> dari membaca kitab
> > suci spt: Tripitaka, Alkitab, Al-Quran dsb...
> semuanya adalah katanya
> > kitab suci. Dan setiap Kitab Suci akan meng-klaim
> bahwa dirinya
> > adalah yang benar. Orang yang demikian, dengan
> memahami cuman
> > berdasar Kitab Suci maka pandangannya akan sempit,
> dan pemahaman
> > kebenarannya hanya sebatas katanya Kitab Suci.
> > 2. pemahaman berdasar "Kenyataannya", contohnya
> adalah orang menjadi
> > berubah agama/keyakinan setelah melihat,
> menyaksikan peristiwa yang
> > menurutnya adalah mukjizat, seperti doa
> penyembuhan, saat orang
> > tersebut didoakan oleh bhikkhu/pendeta/kyai dan
> menjadi sembuh, maka
> > dia merasa bahwa doa itu manjur, maka dia berubah
> keyakinannya. Namun
> > ketika satu saat dia sakit kembali dan minta
> bhikkhu/pendeta/kyai itu
> > untuk mendoakan kembali, hasilnya nihil atau tidak
> sembuh sama
> > sekali. Nah dari sini nampak bahwa kenyataan bisa
> berbeda untuk
> > setiap orang, setiap waktu dan setiap tempat.
> Namun apabila kita
> > mendasarkan keyakinan pada kenyataannya, maka
> keyakinan itu tidaklah
> > berlaku di setiap tempat dan setiap waktu serta
> untuk setiap orang.
> >
> 
> 
> -- 
> No virus found in this outgoing message.
> Checked by AVG Anti-Virus.
> Version: 7.0.323 / Virus Database: 267.6.9 - Release
> Date: 6/11/2005
> 
> 
> 
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke