Saya tidak pernah menuliskan kata hura-hura, terlebih lagi huru-hara.
Dan tulisan saya tidak ada tendensi ke situ koq, namun ada yg berasumsi sendiri & mengambil kesimpulan hingga vihara tidak perlu dupa, lilin, & kembang...
Saya khan sekadar membandingkan kegiatan tersebut dengan output yg harusnya bisa lebih bagus.
Utk apa sih braodcast ke media massa? Jelas dong, supaya khalayak ramai mengerti. Ini khan manfaat PR.
Nah, saya membaca dari kutipan di Suara Pembaruan yg diposting oleh Sdr. Bachtiar Ismail.
Jika ada kekurangan & kelupaan dari broadcast tersebut, ini akan menjadi hal sangat fatal...
Saya hanya berkomentar berdasarkan posting tsb; jika harus konfirmasi lagi, buat apa PR tersebut broadcast?
"bisa menimbulkan fitnahan kepada panitianya" ini adalah bentuk asumsi lainnya lagi yah? Atau sudah ada fakta?
Apa yang mo difitnahkan? Saya mah mengkritik, tidak ada tendensi memprovokasi org lain utk mengfitnah...
 
Seperti kemarin ada yg ajak komplen ke SCTV utk penayangan sinetron; pas saja saya sendiri sempat nonton & setuju.
Langsung saya kirim kritikan ke SCTV tuh. Berkomunikasilah berdasarkan apa yg ditulis, karena kita di sini menggunakan tulisan.
Jangan berasumsi & mengambil kesimpulan; jangan jadi tukang tafsir. Kalo tidak yakin, tanya dong.
Seperti Sdr. Jimmy Lominto yg meminta klarifikasi saya, akan apa yg saya nilai dari terjemahan dia.
 
Lama2, bukan cuma ada Tafsir Qur'an - tapi akan ada Tafsir Tripitaka juga nih...
 

===============================
----- Original Message -----
From: Vera
Sent: Thursday, June 16, 2005 17:38
Subject: Re: [Dharmajala] Sejuta Pelita

Sebagai saran...lebih baik Anda mengkonfirmasikan dulu sebelum mengkritik karena dengan tulisan anda ini bisa membuat banyak orang yang salah tafsir dan bisa menimbulkan fitnahan kepada panitianya...Bila Anda memang tidak berniat ikut berpartisipasi, juga tidak apa-apa...karena berdana itu berdasarkan ketulusan hati masing-masing orang....
mungkin lebih baik lagi anda melihat dari segi positifnya...selama ini Candi Borobudur dipergunakan sebagai ajang komersil, sekarang saatnya menunjukkan kepada dunia bahwa Candi Borobudur adalah salah satu mandala yang musti kita pertahankan sebagai umat Buddhist. apalagi ada ritualnya...
mengenai dana..saya salut anda berpikir kritis...namun tujuan dari pelaksanaan ini bukannya untuk hura-hura atau menghabiskan dana untuk kegiatan ini saja...program SEB yang masih panjang, pembangunan vihara, bantuan sosial seperti pada saat terjadi bencana, anak asuh, perkembangan Dharma,dll...
 
mudah-mudahan informasi dari saya dapat membantu....
 


EasyCoolSmart <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kalo memang [kan belum confirm] begini tujuannya, what a great!!!
Sayangnya cuma, tidak dipublikasikan...
Saya cuma berkomentar berdasarkan tulisan2 di bawah [Suara Pembaruan]. Kemudian ini "Sisanya pastilah dipakai untuk koordinasi acara, dan lainnya."
Senang sekali dengan tujuan utk bangun sekolah.
 
===============================
----- Original Message -----
From: san san
Sent: Thursday, June 16, 2005 16:48
Subject: RE: [Dharmajala] Sejuta Pelita

setahu saya dana yang diperoleh akan digunakan untuk membangun sekolah buddhist/wihara gitu. di aceh dan tidak menutup kemungkinan di daerah lainnya. (koreksi yach... kalo info yang saya dapat salah).
 
salam
San San

"Muliawati, Susy" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kalo ini adalah a waste, berarti di vihara2 tdk usah lagi ada lilin atau dupa yg dibakar, tdk perlu ada persembahan bunga dan lainnya.
dana yg ditargetkan bisa dikumpulkan memang sebesar 10 milyar, tapi lilin-nya yg dibakar tdk seharga 10 milyar.
Sisanya pastilah dipakai untuk koordinasi acara, dan lainnya.
 
Yang penting kesukarelaan kita berpartisipasi dlm acara ini...

 

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of EasyCoolSmart
Sent: Thursday, June 16, 2005 2:00 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Dharmajala] Sejuta Pelita

Huah... berarti totalnya Rp 10,000,000,000
Acara ul-tah ini utk lilin saja 10 milyar.
Lilin 10M dibakar habis; mengapa ngga disumbangkan utk bikin sekolah saja?
Huh, what a waste...
 

===============================
----- Original Message -----
Sent: Thursday, June 16, 2005 13:11
Subject: RE: [Dharmajala] Sejuta Pelita

Satu lilin IDR 10.000,00 saja

Mau daftar? Japri aja

 

Bachtiar

 

-----Original Message-----
From: EasyCoolSmart [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent
:
Thursday, June 16, 2005 12:31 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Dharmajala] Sejuta Pelita

 

Satu juta lilin???

Kalo 1 lilin Rp 100, berarti Rp 100,000,000 dong?

 

 


** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **



Discover Yahoo!
Have fun online with music videos, cool games, IM & more. Check it out!

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **



Discover Yahoo!
Have fun online with music videos, cool games, IM & more. Check it out!

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke