Begini Bro ECS,
 
Untuk jelasnya anda baca dulu tulisan anda  yang dicopy paste lagi oleh GK. Mungkin Bro Gunawan perlu memperjelas lagi pertanyaannya. Atau coba saya bantu menterjemahkannya. :p
 
Bro ECS,
dari tulisan kamu tanggal 16 Juni tersebut, anda nampaknya sudah "memvonis" bahwa bro Jimmy itu akan sulit berjodoh dengan buddha dhamma. Nah maksud Bro Gunawan ini, apakah ini disebabkan referensi anda dan bro Jimmy itu berbeda? Atau memang referensi Anda itu lebih valid dari Bro Jimmy sehingga anda bisa memvonis demikian?
 
Nah, mungkin bro Gunawan berharap anda mau menjelaskan kenapa sampai bisa menilai (tafsir) seperti itu. Kalau benar, saya juga mau diramal.. hahahaha... tapi yang bagus2 loh. :D
 
Bukan begitu Bro Gunawan?
 
Mohon maaf kalau ada kesalahan kata.
 
 
peace
 
 
 
Giri
----- Original Message -----
 
----- Original Message -----

GK :(IA)
Saya kutip lagi kalimat itu dengan lengkap.
" Dari beberapa terjemahan maupun editan dr Sdr. Jimmy Lominto ini ; tidak
sedikit bagian yang saya nilai adanya embrio yg bisa mengakibatkan nantinya
[ dalam kehidupan akan datang ] dia akan sulit berjodoh / bertemu dengan
Dharma."

Menurut Bro EasyCoolSmart, dengan kalimat tersebut Bro EasyCoolSmart tidak
bertafsir, melainkan Bro EasyCoolSmart melakukan penilaian melalui
perbandingan antara tulisan terjemahan Bro Jimmy dengan referensi yang Bro
EasyCoolSmart punya.
Bro EasyCoolSmart, apakah benar pemahaman ( atau malah tafsiran ? ;) saya
tersebut terhadap jawaban Bro EasyCoolSmart ?
ECS (IIA):

=> Sorry, saya sudah baca ulang beberapa kali tapi kurang nangkap point pertanyaannya.


** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke