Yah, mulai sekarang lebih baik tidak usah menekankan ehipassiko saja dalam ceramah apapun, lebih baik tekankan praktek praktek praktek.
Karena sebenarnya kalo kita praktek yang benar, kita sudah melakukan ehipassiko. Kebanyakan orang kan cuman berpikir ehipassiko, tidak melakukan ehipassiko. Padahal yang Buddha ajarkan itu melakukan ehipassiko. Datang dan buktikan dengan pengalaman sendiri. Bukan datang dan pikir-pikirkan...
Kalo cuman ehipassiko konseptual, buat apa?
regards,
Harryson
avalokitesvara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
avalokitesvara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
salam Karuna
menurut cahaya CINTA KASIH-METTA KARUNA saya, banyaknya umat 'Buddha'
pindak ke kepercayaan lain adalah beberapa sebab....
1. agama Buddha selalu mengajarkan tentang ehipassiko, namun terkadang
banyak yang salah memandang ehipassiko sehingga 'keyakinan'-nya
menjadi luntur...
2. untuk sebagian kaum intelektual yang menganut agama Buddha, akan
sangat kecil kemungkinan berpindah agama. mengapa?? karena mereka
lebih punya pikiran untulk memahami, namun apa yang terjadi ketika
metode ajaran agama Buddha yang disesuaikan untuk kaum intelektual
diberikan secara umum?? sperti yang saya bilang tadi. lunturnya
keyakinan!!!
......................
bagaimana penyelesainnya?? berikan pemahaman akan ajaran yang
berbeda-beda berdasarkan tingkat intelektual...
selalu utamakan 'keyakinan' kepada Buddha atau kepada
'saya'(avalokitesvara)...................................
dan selalu ingatlah pada 'saya'
pada 'saya' yang telah ada sejak lama pada diri setiap orang.......
bukalah HATI anda, anda akan melihat 'saya'
'saya' tak lain adalah METTA-KARUNA
ingatlah selalu pada-Nya
maka kau akan melihat AKU
ktr 31777"
..............................................
Pada tanggal 12/6/05, kreshna amurwabumi <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>
> Rekan-rekan Dharmajala yth,
>
> Dahulu di Vihara Vimala Dharma ada suatu keluarga Budhis yang salah satu
> anak perempuannya aktif di Pemuda Vihara Vilama Dharma. Pada suatu saat dia
> bentrok dengan pengurus Vihara Vimala Dharma. Kemudian, gak tahu alasannya,
> dia pindah ke K dan aktif disana, dugaan kita dia itu senang berorganisasi
> sehingga menyalurkan kesenangannya ke organisasi agama lain. Inilah yang
> saya katakan bahwa sebagian orang memeluk agama bukan karena kebenaran yang
> terkandung di Agama itu melainkan hal-hal duniawi lain, yang kemudian
> menyatu dengan kepercayaan agama tersebut.
>
> Semoga kita lebih cerah melihatnya.
>
> Kreshna
>
> "C.Kallita" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Namo Buddhaya,
>
> Pertanyaan yang dilemparkan oleh Bro.Jimmy sebenarnya telah terjadi dengan 2
> (dua) orang teman saya.
> Pada saat dia berada di lingkungan Vihara terus terang keduanya cukup aktif
> dalam berorganisasi membantu kegiatan Vihara, yang satu sudah memiliki anak
> 5 tahun dan yang satu masih muda belum menikah. Entah bagaimana peristiwa
> yang dialami oleh mereka dengan begitu mudahnya kedua orang itu telah
> berpindah agama dan menjadi K, yang muda terakhir saya dengar telah aktif
> mengikuti kegiatan Vocal Group di G dan yang sedikit tua sudah aktif
> mengikuti berbagai kegiatan di G (aktif banget loh lebih aktif pada saat dia
> di Vihara).
>
> Memang kita sendiri tidak tahu dengan jelas apakah benar2 mereka lebih
> berbahagia dengan berpindah agama, tapi yang kita tahu mereka benar2
> berpindah agama dan menjadi lebih aktif diseberang sana.
>
> Hal ini merupakan tantangan bagi kita yang benar2 mengerti bahwa Dharma
> sangat baik untuk kehidupan kita.
>
>
> Mettacitena,
> Casey Kallita
>
>
> Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
>
> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri
> saya maupun di luar diri saya **
>
> ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami
> taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan
> cinta kasih yang kokoh **
>
> ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
> secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
> dari belenggu kelahiran dan kematian **
>
> ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh
> welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore
> hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama
> melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan
> orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
>
>
>
> ________________________________
> YAHOO! GROUPS LINKS
>
>
> Visit your group "Dharmajala" on the web.
>
> To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
>
> ________________________________
>
Yahoo! Shopping
Find Great Deals on Gifts at Yahoo! Shopping
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
| Religion and spirituality | Spirituality |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
