wei... gw cowo nih... :)
Sekalian ada komentar buat sis Jenty yg tidak ada hubungan dgn topik ini : Salut dengan jiwa sosialis anda, seandainya aku bisa seperti itu... --- In [email protected], Jen <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Sister Ching Ik, thanks for brought this subject up. > (sekalian bantu klarifikasi kalau Ching Ik itu adalah Sister, bukan Brother ;-)) > > Mengenai istilah orang Tionghoa atau orang Cina, saya lebih comfortable menyebut diri saya sebagai orang Cina, walaupun sebenarnya saya keturunan Cina. Karena tidak ada yang disembunyikan dan hal itu jelas dan mudah dimengerti. > > Waktu masih tinggal di Malaysia, karena bahasa Melayu saya cukup 'bersih', tidak seperti keturunan Cina Malaysia yang umumnya agak totok (mereka dibesarkan dengan bahasa Mandarin dan Inggris); orang Melayu disana sering bertanya pada saya; "Awak orang Cina-kah?" > > Percayalah, orang Melayu itu, tidak bermaksud melecehkan atau maksud apapun, dia hanya ingin mengekspresikan, kok bisa yah, orang Cina tapi bisa berbahasa Melayu dengan baik, karena kalau ada yang kenal orang Cina Malaysia, kemampuan mereka berbahasa Melayu, walaupun lancar tetap saja aksen Cina mereka kedengaran dengan jelas. Dan sayapun menjelaskan kalau saya orang Cina dari Indonesia. Bahwa pada umumnya orang Cina di Indo, semua berbahasa Indonesia dengan baik karena sistem pendidikan menggunakan bahasa pengantarnya bahasa Indonesia. > > Istilah orang Cina, orang India, orang Malay, digunakan disana dengan umum di Kuala Lumpur; karena ada 3 ras utama yang merupakan majority disana; Keturunan Melayu, Keturunan Cina dan Keturunan India. Bahkan di Maha Vihara ada kelompok Srilangka dan ada kelompok Cina. > > Sekarangpun, di Indonesia, ditempat saya tinggal; banyak warga negara asing yang tinggal disini; mayoritas dari negara Korea, Jepang, orang bule juga ada, plus yang made in Indonesia; lokal, Cina maupun pribumi; kalau bertemu dan berbasa-basi; mereka bertanya, Cina ya? Saya pun mengangguk, memang saya orang Cina. Cina yang lahir di Indonesia dan terbiasa dengan kebudayaan Indonesia. > > Teman saya, yang juga Cina Indonesia dan terbiasa berbisnis di Shanghai; mengatakan di Shanghai; walaupun kita bertampang Cina, kalau berbisnis disana dan tidak bisa berbahasa lokal dengan baik, tetap saja ada diskriminasi. Seringnya tidak dianggap. Well............, your choice.... Saya tetaplah bangga sebagai Cina Indonesia. > > > =========================================== > Message: 1 > Date: Fri, 27 Jan 2006 14:29:37 -0000 > From: "dh4rm4duta" > Subject: Re: Istilah "Cina" sudah digunakan dalam Sutra Buddhist Mahayana. > > Namo Buddhaya, > > Sekedar tambahan lagi, bangsa Barat juga sudah semenjak lama > menggunakan istilah ini untuk menyebut mengenai Tiongkok. Asalnya > katanya dari Dinasti Qin. Barang-barang dari Tiongkok disebut dengan > istilah Chinaware. Orang Inggris menyebut Chinese, orang Jerman > menyebut Chinesen, orang Perancis menyebut Chinois. > > > > --------------------------------- > Do you Yahoo!? > With a free 1 GB, there's more in store with Yahoo! Mail. > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
