Dear all, Klo saya boleh ikut sharing sedikiiittt.Hehehe.... Klo dikatakan bahwa kita mempelajari/menjadi seorang buddhis untuk menjadi suci, mgkn harus kita pertimbangkan lagi bahwa itu mungkin merupakan salah satu tujuan dari salah satu seorang buddhis. Yang jelas tujuan kita masing2 adalah beda, tergantung motivasi apa yg membuat kita ingin mendalami Dhamma. Klo ditelaah lebih lanjut semua orang ingin bahagia bukan?Karena ingin bahagia maka timbul niat dalam hati untuk mempelajari Dhamma. Ketika kita belajar Dhamma, tentu akan timbul insight (pencerahan).Dari insight ini kita akan bisa melihat beberapa kondisi/permasalahan yang sedang kita hadapi sebagaimana adanya.Lepas dari warna-warni yg lahir karena persepsi dari setiap individu. (Namun pencerahan seperti ini harus terus kita pertahankan dan kembangkan karena mudah sekali menghilang). Ketika kita mendapat insight; kita akan bisa mengerti kenapa dia bertindak seperti itu atau seperti ini. Bisa di umpamakan saat terjadi insight adalah diri kita seperti air yang memantulkan benda disekelilingnya. Tanpa diganggu oleh riak atau ombak dari air itu. Berbagai macam pengertian itulah yang kemudian akan membuat kita mampu mengurangi pertikaian atau perselisihan antara kita dengan teman kita. Mengurangi bukan menghilangkan. Insight juga mampu menghidarkan kita dari berbuat kesalahan.
Nah sampai disini, mungkin kita harus klarifikasi lagi apa arti dari suci? Apakah seorang yg tidak pernah berbuat salah?Apa seorang yg semua tingkah lakunya benar dan tidak menimbulkan salah paham dari orang-orang disekitarnya?(ini sulit loh karena setiap persepsi orang berbeda2).Atau yang lainnya? Saya rasa kata 'suci' itu lebih mengarah pada pikiran dan perbuatan benar. Dan itu adalah lebih merupakan hasil daripada tujuan. Berbagai macam latihan diri yang kita lakukan adalah berarti kita sedang dalam proses kan...Paling gak, kita dalam proses menjadi orang yg lebih baik dari kemarin lah... Seperti halnya jika kita sedang latihan meditai duduk. Pertama kita dilatih agar kita bisa mengerti diri sendiri dulu. Berbagai perasaan tidak menyenangkan akan hadir. Salah satunya :Kaki kesemutan. Biasanya begitu kesemutan kita langsung ganti posisi. Tapi seiring dengan seringnya kita latihan meditasi, kita perlahan bisa melihat bahwa sikap ini juga terbawa dalam keseharian kita. Seperti jika ada yang menyakiti kita, kita pasti akan langsung bersikap 'menyerang balik'. Ini sama kan dengan kaki kesemutan yang langsung diganti posisinya....Cenderung untuk langsung bereaksi,padahal kita punya jedah waktu sebelum memeperlihatkan reaksi kita. Tentu akan lebih baik klo hasil meditasi ini langsung kita praktikkan.... Demikian sharing saya yg sedikiiitttt(bukan ingin berdebat tapi ingin berbagi saja).....Heheheehehe.... Thanks guys.... With metta Julie --- In [email protected], Yamin Prabudy <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Jadi dengan menjadi seorang Buddhist dan mempraktik Buddhist... kita diharapkan menjadi sesuatu yang *suci* ? > > apakah itu berarti saya harus berlagak suci ? supaya nantinya tidak terjadi culture shock dalam menghadapi kehidupan yang suci .. toh pada akhirnya tujuan saya menjadi manusia suci karena praktik Buddhism > > Kalau tujuan utama kita mencapai Nibbana... sepertinya email terdahulu bisa di tanya lagi.. Nibbana ada di mana sih ? > > mohon pencerahannya.. > > > metta > > yamin > > > > > > --------------------------------- > Relax. Yahoo! Mail virus scanning helps detect nasty viruses! > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
