Namo Buddhaya,
Justru karena itulah, bung Yamin! Pengakuan janganlah sebatas verbal
tanpa makna. Siapa diri saya, siapa diri Anda, belum tentu sama dengan
apa yang diakui sendiri oleh saya atau Anda. Jati diri kita tercermin
dari apa yang kita lakukan, bukan dari apa yang kita akui. Sebuah
pengakuan, atau sebuah nama/rupa yang kita sebutkan, segera akan
kehilangan makna sejatinya sebagaimana apa yang ada dalam diri kita. 

Dalam menjawab Bro Junaidy saya mengutip sebuah lagu berjudul "Jangan
Tanya" yang pernah populer pada tahun 85'an. Kata-kata lagu itu
diambil dari syair gubahan Bro Dharmasukkha Jo. 
"Jangan tanya Buddha apa dalam hatiku;
Bukan Theravada, bukan Mahayana, bukan pula Buddhayana.
Begitu satu nama kusebut, dia jadi berbeda dari makna yang ada di
hatiku. Dan Buddha pun hanya tersenyum."

Jadi, demikian pula Bro Yamin, salam-salam dari saya (yang anda
katakan aneh-aneh) juga mencerminkan siapa diri saya. 

Wassalam, 

Erik
--------------------------------------------------------------------
In [email protected], Yamin Prabudy wrote:

kalau hanya mengaku saja, yah kita bukan apa2.. pengakuan kan hanya
muncul dari mulut kita... 
 
satu hal yang saya ingin saya tanyakan dari Bro Erik,...
mengapa menggunakan salam yang aneh2 ? 
apakah memang gaya anda ?
atau apakah itu semacam bentuk sinisme/ pelecehan ?
atau sedang dalam proses mencari jati diri ?
----------------------------------------------------------------- 
Erik <[EMAIL PROTECTED]> wrote:    
Namo Buddhaya,
Apakah hanya dengan mengaku beragama "Buddha" berarti saya telah
menjadi seorang siswa sang Buddha yang sejati? Atau mengaku beragama
"Nasrani" berarti saya adalah pengikut Yesus yang taat?
Mengapa harus begitu terikat pada Nama dan Rupa?
 
 
Syalom,
  
Erik





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke