Namo Buddhaya; Bung Safira yang baik. Sebetulnya topik ini tak perlu diperpanjang lagi dengan pernyataan maaf saya kemarin.
Di sini saya hanya ingin menjelaskan salam-salam saya dulu (yang sekarang tidak akan saya pakai lagi di sini). Semua salam-salam itu sebetulnya bisa diterima oleh semua pihak (walau dicampur-aduk) kalau masing-masing (mau) mengerti makna harafiah dari salam-salam itu sebagaimana apa adanya. Tapi, sayangnya banyak orang (termasuk Anda) selalu dan selalu hanya menangkap makna simbolis dari salam-salam itu. Salam ini menyimbolkan agama dan kelompok A, salam itu menyimbolkan agama dan kelompok B dan seterusnya, dan seterusnya. Oleh karena itu, salam ini atau salam itu tidak sepantasnya diucapkan dalam kelompok tertentu, bila diucapkan juga berarti pelecehan atau penghinaan. Itulah yang selama ini ditunjukkan oleh kelompok-kelompok ekstrimis fundamntalis yang belakangan ini banyak mendemonstrasikan kebodohan, keganasan dan kedangkalan religius mereka di banyak tempat di dunia ini. Mettacitena, Erik ------------------------------------------------------------------------\ ----------------------------------------------- In [email protected], safira luiz <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mudah-mudahan sy tdk salah baca, maklum sudah > tua.(andai saya salah baca, saya yang say sorry). > Salamnya Syalom, penutupnya metta..., besok lagi > assalamuailakum, dll. Sebenarnya sih juga tidak apa > apa , namanya juga iseng. tapi alangkah baiknya bila > lebih menghayati arti dari kata itu sendiri. > > Klo mo, salam kristen, penutupnya ya sekalian > mencirikan seperti itu. klo mo assala.... tutupnya > wasallam, indah bukan? > Sekedar untuk menghargai semua anggota milis yang datang dari beraneka ragam suku, ras dan agama. Tapi, rupanya di Dharmajala ini lain ya? > Ha ha ha, ada kesan apa ya disini. Semua orang berusaha untuk berbuat semampunya untuk menghargai orang. SEtuju bung Erik. seperti yg bung katakan disini byk beraneka ragam suku ras dan agama, yuk disalamin semuanya aja kayanya yang Hindu bung belum salamin deh, yg Ateis juga bung belum salamin. > > Ini cuma sharing aja kok, klo bung tak setuju yah tidak masalah, tetap saja dengan style bung. Tiap orang kan punya ciri khas masing-masing. Itulah yg membuat hidup ini indah. > > Jangan sampai kaga enak makan loh. Saya jadi tidak enak nih. > > Dah, ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
