Dear sdr.PIJ
Sekuntum teratai untuk Anda, seorang calon Buddha.

Hehehe......
Lucu juga.....
 Yah jalan pencerahan bisa begitu bervariasi....Beragam....Dengan 
kebijaksanaan kita mencernanya...
Sdr. PIJ ada baca ga artikel yg "Sinar Mentari dan Daun-daun Hijau"?
Bagus loh....dan mencerahkan.... :)

Meditasi.....(saat ngetik kata2 ini saja lgsg terbayang dikepala 
bermacam2 metode...gaya....pengertian,dll)
Sebenarnya saat sedang bermeditasi itu apa yg sedang kita lakukan?
Mengamati napas?Mengamati rasa sakit?Itu yg DILAKUKAN atau hanya 
sebagai CARA untuk BERKONSENTRASI?
Nurut saya saat meditasi kita sedang melatih tingkat konsentrasi 
pikiran, agar semakin terlatih untuk berpikir fokus. Biasanya pikiran 
gampang buyar, belum selesai mikir ini, lanjut ke yg lain lagi.
Karena itulah bagi pemula, sungguh dibutuhkan meditasi formal, yg 
benar2 mengkondisikan keadaan ideal supaya pikiran gampang terfokus.
Jika seiring dengan rutin nya latihan meditasi yg kita lakukan, 
pikiran menjadi semakin mudah terfokus, semakin cepat masuk dalam 
tahap meditasi yg dalam, itu tandanya konsentrasi kita mulai kuat.
Karena hal ini perlu dilakukan berulang2 sampai pikiran bisa 
terlatih, makanya meditasi disebut latihan.

Bagi mereka yg sudah expert seperti Mahabiksu Tich Nhat Hanh (yg 
menulis Sinar Mentari dan Daun-daun Hijau), beliau bisa bermeditasi 
dalam segala suasana.
Lebih banyak lagi dalam karya2nya yg lain:bahkan ketika mengendarai 
mobil pun dia bisa berlatih kesadaran,bersepeda juga,menulis juga, 
memotong rumput juga,bahkan senyum pun dijadikan lahan buat 
meditasi,minum teh juga, mandi juga,saat ada yg marah juga,pohon 
juga, bahkan ketika (maaf)buang air besar pun dikatakan bisa sesakral 
meditasi....
Tapi itulah Mahabiksu Thich Nhat Hanh...(bukan saya) 

Bisa diliat dengan jelas bahwa metode yg diajarkan ke kita saat 
meditasi baik itu amati napas, langkah, rasa sakit, dll saat kita 
melakukannya kita berada di waktu yg mana :masa lalu,sekarang atau 
masa depan?
Jika sedang berada dimasa lalu ato masa depan otomatis kita ga bisa 
amati napas lagi, rasa sakit lagi, langkah kaki pun ga berasa.
Tapi kita diajak untuk merasakan itu semua. yg berarti kita diajak 
untuk hidup disaat ini.
Saat mengetik ini pun berusaha untuk tau sedang mengetik.Sedang 
berpikir.....(berusaha loh....  :))

demikianlah yg dapat saya bagikan/sharing dengan Bro & Sis semua 
(bukan maksud ngajarin....)
Mohon koreksi jika ada yg salah.... :)  :)


with metta,
Julie


--- In [email protected], "PIJ" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> dengan demikian segala sesuatu bisa menjadi meditasi. misalnya 
mengetik email, menonton film, mendengarkan musik, bermain video 
game, mencuci baju, membaca buku harry potter yg ke enam. benar2 
jalan pencerahan. terima kasih.
> 
> ----- Original Message ----- 
>   From: harryson huang 
>   To: [email protected] 
>   Sent: Thursday, March 09, 2006 2:11 AM
>   Subject: Re: [Dharmajala] Re: Capai pembebasan melalui Upacara, 
Ritual dan Doa ?
> 
> 
>   Terima kasih, begitulah yang saya maksudkan. 
> 
>   Kebanyakan orang berpikir meditasi itu identik duduk. 
> 
>   Orang2 non buddhis juga meditasi - tapi apakah lantas akan 
mencapai pencerahan? Gimana kalo meditasinya keliru?
> 
>   Bahkan jika meditasinya bener sekalipun, samma samadhi hanyalah 
satu dari 8 ruas. 
> 
>   Jika mencuci piring bisa menjadi "meditasi"; segala upacara, 
ritual, dan doa juga bisa jadi "meditasi" kan? Jika demikian bukankah 
itu Jalan Pencerahan?
> 
>   salam dharma,
>   Harryson
> 
>   julie_comic <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>     Dear Bro Haryyson,
>     Sekuntum teratai untuk Anda, sekuntum teratai untuk Anda 
seorang 
>     calon Buddha.
> 
>     Hmmm....Meditasi ditinggalkan...?
>     Hehehe....Gimana yaah...Dulu ! aku berpikir meditasi itu 
identik dengan 
>     duduk diam& dlm posisi bersila. 
>     Trus belakangan saya baru tau ada juga meditasi jalan.
> 
>     Trus bahwa ternyata lewat meditasi kita diajak untuk lebih 
masuk ke 
>     dalam diri, mengenal semua kebiasaan diri, termasuk emosi, 
reaksi, 
>     persepsi, dll.Yg lebih penting adalah kita benar2 diajak untuk 
hidup 
>     di saat ini.(sadar)
> 
>     Dan ternyata kita bisa bermeditasi setiap saat.Yaitu kita 
mengawasi 
>     pikiran kita, gejolak perasaan, kebiasaan yg muncul,gerak tubuh 
kita, 
>     suara kita, mendengarkan orang lain saat mereka bicara......
> 
>     Itu meditasi non-formal..Benar, seperti yg Anda bilang, bahkan 
>     mencuci piring pun bisa jadi faktor pencerahan. Itu juga 
meditasi 
>     kan....Kita memeditasikan begitu banyak ketergantungan dalam 
semua 
>     aspek kehidupan.
>     Pasti ketika mencuci piring itu, dicuci dengan penuh kesadaran 
>     kan....hehehehe....... 
> 
>     mohon koreksi jika ada yg salah.....  :)  :)
> 
>     ! 
>     with metta,
>     Julie
> 
> 
> 
> 
> 
>     --- In [email protected], harryson huang 
>     <harryson_huang@> wrote:
>     >
>     > Demikian pula dengan meditasi, toh seiring dengan pengertian 
>     seseorang
>     > terhadap dhamma dan hukum karma, meditasi cepat atau lambat 
pasti 
>     akan ditinggalkan!!
>     >    
>     >   Mencapai kebebasan bukan karena duduk mengamati nafas atau 
>     membaca mantra. Orang yang mengerti bisa mencapai kebuddhaan 
saat 
>     mencuci piring sesudah makan, apalagi kalau melakukan ritual 
dan 
>     doa!! Bukan begitu?
>     >    
>     >   Persoalannya bukan meditasi versus ritual. Persoalannya ada 
di 
>     pikiran, segala yang membantu pikiran ini menjadi tercerahkan 
adalah 
>     Jalan Buddha!! Toh tujuan mantra adalah membantu pikiran 
mencapai 
>     samadhi. Termasuk Nienfo dan ritual-ritual lain. 
>     >    
>     >   salam,
>     >   Harryson
>     > !   
>     > 
>     >    
>     >   
>     > 
>     > PIJ <pij-buttons@> wrote:
>     >   saudara chik ik yg baik,
>     >     sy setuju dengan anda bahwa tingkat batin setiap org 
adalah 
>     berbeda2. sy 
>     > tidak tahu pasti apakah ritual dan doa adalah ajaran buddha 
>     langsung atau 
>     > tidak walaupun sy cenderung mengatakan sang buddha tidak 
pernah 
>     mengajarkan 
>     > ritual dan doa, namun yg pasti buddha tidak pernah melarang 
umatnya 
>     > melaksanakan ritual dan doa, toh seiring dengan pengertian 
>     seseorang 
>     > terhadap dhamma dan hukum karma, ritual dan doa cepat atau 
lambat 
>     pasti akan 
>     > ditinggalkan.
>     > 
>     > 
>     > ----- Original Message ----- 
>     > From: "ching ik/ djoni" <chingik2003@>
>     > To: <[email protected]>
>     > Sent: Saturday, March 04, 2006 10:25 PM
>     > Subject: [Dharmajala] Re: Capai pembebasan melalui Upacara, 
R! itual 
>     dan Doa ?
>     > 
>     > 
>     > >
>     > >
>     > >  Dalam Pembicaraan antara Yang Arya Maha Kassapa dan Hyang 
Buddha
>     > > mengenai doa dan mantra ini, mungkin ada yang menjadi 
bertanya-
>     > > bertanya bahwa jika doa tidak dapat membuat seseorang 
terbebas 
>     dari
>     > > Samsara, lalu mengapa ada ritual doa/mantra dalam agama 
Buddha?
>     > > Sesungguhnya ajaran Buddha tidaklah menolak terhadap ritual 
doa 
>     dan
>     > > mantra. Mengenai pembicaraan antara Y.A Kassapa dan Hyang 
Buddha,
>     > > yang perlu kita diperhatikan adalah konteks pembicaraannya 
dan
>     > > kepada siapa (orang dengan tingkatan batin apa) Hyang Buddha
>     > > membicarakannya. Ajaran Buddha adalah ajaran yang bersifat 
>     tahapan.
>     > > Pembicaraan antara Y.A Kassapa dan Hyang Buddha ini  boleh 
>     dikatakan
>     > > sebagai ajaran tahapan tinggi, sehingga tanpa perlu 
menjelaskan
>     > > secara panjang lebar, dengan mengetahui kemantapan batin Y.A
>     > > MahaKassapa maka Hyang Buddha to the point aja. Jadi harus 
tahu
>     > > bahwa ajaran itu diberikan kepada siapa , kepada orang 
jenis apa.
>     > > Adalah memang benar bahwa doa dan ritual tidaklah dapat 
>     membebaskan
>     > > orang dari Samsara dalam arti sesungguhnya. Tetapi tidak 
berarti 
>     dia
>     > > itu ditolak dalam ajaran Buddha. Seperti halnya bahwa 
selama masih
>     > > ada nafsu sex, kita tidak akan dapat terbebas dari samsara, 
tetapi
>     > > sang Buddha tidak menolak/melarang adanya kehidupan sex 
bagi 
>     perumah
>     > > tangga. Tetapi saat membicarakan tentang jalan pembebasan, 
maka
>     > > Hyang Buddha akan katakan Tidak ada tempat untuk sex.  Jadi
>     > > tergantung pada kepada siapa dan orang dengan tahapan batin 
apa
>     > > dalam menerima ajaran itu.   Adanya berbagai doa ritual/ 
mantra
>     > > agama Buddha, hal itu memang bukan untuk digunakan ! dengan 
alasan
>     > > bahwa akan dapat membebaskan orang dari Samsara. Namun ada 
>     sebagian
>     > > orang telah menganggap bahwa doa atau bahkan melafal nama 
Buddha
>     > > adalah ritual yang telah melenceng dari garis batas kerangka
>     > > pelatihan yang benar dalam ajaran Buddha. Sehingga mereka 
menjadi
>     > > berpaling atau merasa tidak nyaman dengan doa atau ritual 
melafal
>     > > nama Buddha, karena beranggapan bahwa ajaran Buddha adalah 
ajaran
>     > > yang rasional. Namun mereka tidak sadar bahwa rasionalitas 
mereka
>     > > hanya dapat menampung hal-hal yang sebatas keterbatasan 
mereka. 
>     Ini
>     > > tentu akan menghambat mereka untuk masuk ke pintu ajaran 
Buddha 
>     yang
>     > > lebih tinggi dan halus.
>     > > Perlu dipahami bahwa ritual doa/mantara  dalam agama Buddha 
>     hanyalah
>     > > merupakan salah satu dari sekian banyak upaya
>     > > kausalya/sarana/alat/cara bijaksana yang digunakan oleh para
>     > > Bodhisattva/para Buddha/para Ariya di dalam membimbing 
semua 
>     makhluk
>     > > hidup. Ada makhluk hidup yang lebih cocok dibimbing dengan 
sarana
>     > > pengendalian sila yang ketat, maka para Buddha akan 
menggunakan 
>     cara
>     > > itu untuk membimbingnya dan saat sampai pada tahapan yang
>     > > tinggi/matang, sarana pengendalian sila yang ketat tidak 
>     diperlukan
>     > > lagi dalam arti bahwa batin telah digodok menjadi matang, 
tanpa
>     > > mengendalikan pun akan terkendali secara alami. Ada makhluk 
hidupa
>     > > yang lebih cocok dibimbing dengan sarana meditasi intensif, 
maka
>     > > para Buddha akan menggunakan cara itu untuk membimbingnya 
dan saat
>     > > sampai pada tahapan yang matang, sarana meditasi intensif 
tidak
>     > > diperlukan lagi karena tanpa meditasipun batin telah 
terlatih 
>     dalam
>     > > tingkatan meditative. Demikian juga dengan doa, 
ritual .Semua ini
>     > > merupak! an sarana/upaya kausalya dari pada Buddha. Kita 
belum 
>     sehebat
>     > > Y.A MahaKassapa, jadi lebih baik kita sering sering 
mengingat 
>     Buddha
>     > > dan berlatih sambil membaca mantra/nama Buddha agar kita 
dapat 
>     maju
>     > > secara bertahap hingga pada tingkatan seperti Y.A Maha 
Kassapa 
>     maka
>     > > baru dapat melepaskan itu semua. Setuju? Jika sanggup yang 
nggak 
>     apa
>     > > apa kok.
>     > >
>     > > Kira-kira begitulah.., mohon koreksinya kalo salah.. hhihii
>     > >
>     > > Cg ik
>     > >
>     > >
>     > >
>     > >
>     > >
>     > >
>     > >
>     > >
>     > >
>     > >
>     > >
>     > >
>     > > ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI 
di 
>     dalam diri 
>     > > saya maupun di luar diri saya **
>     > >
>     > > ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; 
tuk 
>     menanami 
>     > > taman hati kami benih-benih kebaji! kan; serta membuat 
fondasi 
>     pengertian 
>     > > dan cinta kasih yang kokoh **
>     > >
>     > > ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk 
melihat dan 
>     memahami 
>     > > secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, 
>     sehingga 
>     > > terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
>     > >
>     > > ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, 
menjadi 
>     penuh 
>     > > welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain 
pagi 
>     ataupun sore 
>     > > hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, 
membantu 
>     sesama 
>     > > melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa 
syukur 
>     > > kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami 
**
>     > > Yahoo! Groups Links
>     > >
>     > >
>     > >
>     > >
>     > >
>     > > 
>     > 
>     > 
>     > 
>     > 
>     > 
>     > 
>     > ** Menyadari apa yang sesungguhnya seda! ng terjadi SAAT INI 
di dalam 
>     diri saya maupun di luar diri saya **
>     > 
>     > ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; 
tuk 
>     menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat 
fondasi 
>     pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
>     > 
>     > ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat 
dan 
>     memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala 
sesuatu, 
>     sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
>     > 
>     > ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, 
menjadi 
>     penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain 
pagi 
>     ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak 
tempat, 
>     membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan 
penuh 
>     rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-
sahabat 
>     kami ** 
>     > 
>     > 
>     > 
>     >   SPONSORED LINKS 
>     >         ! Religion and spirituality   Spirituality 
>     >     
>     > ---------------------------------
>     >   YAHOO! GROUPS LINKS 
>     > 
>     >     
>     >     Visit your group "Dharmajala" on the web.
>     >     
>     >     To unsubscribe from this group, send an email to:
>     >  [EMAIL PROTECTED]
>     >     
>     >     Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms 
of 
>     Service. 
>     > 
>     >     
>     > ---------------------------------
>     >   
>     > 
>     > 
>     > 
>     >             
>     > ---------------------------------
>     > Brings words and photos together (easily) with
>     >  PhotoMail  - it's free and works with Yahoo! Mail.
>     >
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>     ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di 
dalam diri saya maupun di luar diri saya **
> 
>     ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk 
menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi 
pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
> 
>     ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat 
dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala 
sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
> 
>     ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, 
menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain 
pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak 
tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi 
dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta 
sahabat-sahabat kami ** 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> --------------------------------------------------------------------
----------
>   Yahoo! Mail
>   Bring photos to life! New PhotoMail makes sharing a breeze. 
> 
>   ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di 
dalam diri saya maupun di luar diri saya **
> 
>   ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk 
menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi 
pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
> 
>   ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan 
memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, 
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
> 
>   ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi 
penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi 
ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, 
membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh 
rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat 
kami ** 
> 
> 
> 
>   SPONSORED LINKS Religion and spirituality  Spirituality  
> 
> 
> --------------------------------------------------------------------
----------
>   YAHOO! GROUPS LINKS 
> 
>     a..  Visit your group "Dharmajala" on the web.
>       
>     b..  To unsubscribe from this group, send an email to:
>      [EMAIL PROTECTED]
>       
>     c..  Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms 
of Service. 
> 
> 
> --------------------------------------------------------------------
----------
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke