Itulah yang disebut dengan bertemu secara batin atau bisa juga bertemu secara raga sukma.
>From: Ika Polim <[EMAIL PROTECTED]> >Reply-To: [email protected] >To: [email protected] >Subject: Re: [Dharmajala] Re: ini buat para pecinta sutra buddha >Date: Thu, 7 Sep 2006 23:19:36 -0700 (PDT) > >Dear Bros & Sis, > > Mari Kita "Menukik" Langsung Pada Persoalan, Ok ?! > > Saya Pernah Membaca Langsung Sutra Buddha, Yang Kalau Tidak Salah Adalah >"Diamond Sutra" (mohon koreksi). > > Disana Saya Mendapati Sejenis Cerita Yang Menggambarkan Suatu Diskusi >Yang Dihadiri Oleh Begitu Banyak Suciwan-Suciwati, Para Raja Naga, Para >Garuda, Para >Gandava Dll, Yang Pokonya Komplit Enggak Tanggung Tanggung Untuk >Bersilaturahmi/Bertatap Muka / Memdengarkan Dharma Dari Sang Buddha >Shakyamuni. > > Yang Membuat Saya Terkejut Bahwa Kebanyakan Dari Bodhisatva Yang Hadir >Adalah Mereka2 Yang Sudah Jauh Lebih Awal Keberadaannya Dibanding Sang >Buddha Sendiri, Seperti Avalokitesvara Dll, Juga Yang Lain2nya. > Logiskah Kalau Saya Langsung Bertanya Dalam Hati , : Diskusi Ini >Diadakan Dimana, & Kapan, Apakah Di Bumi Ini Atau Di Alam Lain Dll !!! > > > Juga Saya Pernah Membaca Kalau Sang Buddha Bersama Rombongannya Datang >ketempat Ibunya Unutk Membabarkan Dharma, Sedangkan Disana Dituliskan Bahwa >Sang Ibu Saat Itu Berada Di Surga Tertentu (saya lupa namanya). Jadi >Bagaimana Nalarnya Untuk Ini Semua?? Apakah Sang Buddha Pergi Ke Surga >Tempat Ibunya Berada Setelah Meninggal?? Apakah Begitu Atau Bgm Nalarnya!! > > Thx. With Metta, ika. >Jimmy <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > namo buddhaya, > >sifat yang merasa dirinya paling hebat dan menurut pemikiran dialah >yang paling benar, hanyalah semata kekotoran batin yang masih >melekat dari orang tersebut. > >salam metta, > >--- In [email protected], "dh4rm4duta" <[EMAIL PROTECTED]> >wrote: > > > > Namo Buddhaya, > > > > Baik, untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu merenungkan bahwa > > pola logika yang kita anut sekarang ini adalah mengikuti budaya > > Barat. Jadi penentuan "logis" dan "tidak logis" adalah semata-mata > > berdasar pola pemikiran Barat. Apakah pola pemikiran Barat adalah > > satu-satunya yang sahih dalam menentukan "logis" dan "tidak >logis"nya > > sesuatu? Inilah yang justru perlu kita pertanyakan. > > Sutra-sutra Buddhis adalah suatu perahu kasih yang jelas > > mengatasi "logis" dan "tidak logis" berdasarkan pola pikir Barat >yang > > materialistis. Secara "logis" berdasarkan ilmu pengetahuan Barat, > > sifat altruistik tidak mungkin terjadi, karena menurut ilmu >biologi, > > semua makhluk hanya diprogram untuk satu hal: Bertahan hidup! Jadi > > manusia pada dasarnya adalah makhluk egois, karena sikap >altruistik > > jelas sekali tidak cocok dengan slogan "survival for the fittest"- >nya > > Darwin. Daripada menolong sesama pelari yang kelelahan, mendingan > > saya lari secepat-cepatnya menuju ke garis finish. Inilah "logika" > > Barat. Sekarang silakan Anda tanyakan pada diri sendiri. Apakah >dunia > > ini berlaku demikian? Apakah orang bule sendiri menganut pola >pandang > > itu? Jawabnya tidak! > > Untuk memahami literatur Buddhis, kosongkan dulu pikiran Anda, > > bagaikan cangkir yang kosong. Mengapa? Karena cangkir yang sudah > > penuh tidak dapat menerima wawasan kebenaran lagi. Sebagai seorang > > praktisi Tantra, saya dapat menjelaskan bahwa sutra2 yang >bernuansa > > Tantrik justru sangat relevan untuk mengatasi belenggu2 >materialisme > > modern. > > BAnyak orang yang salah menganggap bahwa sutra2 Buddhis adalah >sama > > dengan buku2 lainnya, sehingga mereka menerapkan sikap kritis yang > > liar. Sebagai seorang scholar sikap ini tidaklah salah, tetapi >orang > > yang berpandangan demikian tidak akan mendapatkan apa-apa. >Ibaratnya > > seorang yang hanya mengamati suatu pesta dari luar saja. Mereka >tahu > > dari awal sampai akhir apa yang terjadi di pesta itu, tetapi tidak > > mendapatkan makanan secuilpun. Apakah hidup semacam itu menurut >Anda > > bermanfaat? > > Guru2 Tantra sering memainkan logika muridnya, agar meninggalkan > > belenggu-belenggu logika-ego yang lama. Pertanyaan-pertanyaan itu > > hanya memuaskan ego saja, yang sekali dipuaskan akan menghendaki > > pemuasan2 lebih jauh. Ini juga bagian dari samsara. > > Nah, sekarang marilah kita semua menentukan pilihan hidup kita. > > > > Salam kasih, > > > > Tan > > > > > > --- In [email protected], Ika Polim <ika_polim@> wrote: > > > > > > Dear Bros & Sis, > > > > > > Adalah Suatu Hal Wajar Kalau Kita Suatu > > Kali "Terheran2", "Terpusing2", & Mungkin Saja "Tersesat" Setelah > > Membaca Sutra2 Buddha Yang "Dikatakan Sangat Halus, Dalam & Luas" > > Pengertiannya, Yang Sampai2 Membuat Si Pembacanya Seperti Saya > > Gambarkan Di Atas. > > > > > > Menurut Bros & Sis, > > > > > > Masih Perlukah Hal2 Logis tetap Teguh Digunakan Untuk >Mengambil > > Makna Filosofis Dari Sutra2 Buddha Tsb Pada Umumnya?? > > > > > > Masih Cocokkah Sutra2 Buddha Untuk Dibaca Oleh >Kebanyakan "Orang > > Modern" Yang Juga Masih Membutuhkan Agar Pikiran Logisnya > > Tetap "Terpuaskan" Dgn Berbagai Pertanyaan Yang Ditimbulkannya?? > > > > > > > > > With Metta, ika. > > > > > > > > > --------------------------------- > > > Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US >(and > > 30+ countries) for 2¢/min or less. > > > > > > > > > > > >--------------------------------- >Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ >countries) for 2¢/min or less. _________________________________________________________________ Windows Live Spaces: share up to 500 photos per month, free http://spaces.live.com/ ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
