Cukup menarik juga topik ini ;p Apa arti dari berdoa? apakah harus duduk dan merapatkan telapak tangan di depan dada dan mengucapkan mantra/sutra? Apa arti dari bekerja? apakah harus datang ke kantor setiap hari dan melakukan pekerjaan kantoran, atau keliling2 menawarkan jasa dan menghasilkan produk jadi ? Berdoa itu salah satu proses bekerja juga hanya saja dalam hal ini yang bekerja adalah pikiran dan tekat kita, semakin kuat tekad semakin keras juga pikiran ini bekerja doa2 yang terkabul adalah kekuatan dari pikiran, semakin kuat pikirannya semakin besar kemungkinan untuk terpenuhi keinginannya, sama dengan kekuatan tekad, dalam buddha dhamma ada yang dinamakan kekuatan tekad dengan kekuatan tekad bisa menciptakan berbagai bentuk dan keinginan menjadi tercapai, sama seperti kekuatan yang di hasilkan dari meditasi jhana, hanya saja tahapannya sementara dan tidak terkontrol karena pikiran hanya terarah pada saat tersebut untuk mewujudkan keinginan itu saja, dan sering kali kita terlalu terikat dengan keinginan itu, sehingga terkadang keinginan tersebut menjadi tidak tercapai, serta ada juga beberapa faktor yang membuat suatu keinginan menjadi terkabul atau tidak salah satunya adalah kondisi sekitar yang saling tergantung satu sama lain, jika tidak ada sebab maka tidak akan ada akibat ;p Karena itu bagi yang sedang berdoa agar keinginannya bisa terkabul tidak hanya cuma berdoa saja, karena keinginan tersebut hanya bisa terkabul jika kita harus melepas sesuatu, apakah waktu, ruang dan yang lainnya, jika kamu melepaskan sesuatu maka akan mendapatkan sesuatu sebagai gantinya, kembali lagi ke hukum sebab musabab, ada aksi ada reaksi contohnya bro tan yang sudah pasrah , dan berdoa dengan melepaskan keinginannya, sehingga bisa terkabul dapat tiketnya, tetapi dari pelajaran ini yang perlu diingat adalah , jika kita menginginkan sesuatu pasti ada yang harus melepas dan dilepas, contohnya saja bro tan mendapatkan tiketnya dan orang yang menjual tiket kepadanya menjadi tidak pergi saya juga termasuk dari salah satu orang yang sering mendapatkan manfaat dari kekuatan tekad dan melepaskan, karena terkadang ada sesuatu yang memang harus dengan tekad yang kuat dan usaha untuk menciptakan kondisi tersebut agar terwujud serta terkadang harus rela melepas baru bisa terwujud untuk kasus2 yang sperti ini hanya keinginan yang wajar dan memang kondisi sekitar memungkinkan ;p contohnya, jangan mengharap menjadi orang kaya raya dan terpandang, jika hanya tidur saja tidak ada usaha sama skali :p Jangan berharap dapat menjadi buddha, tetapi tidak "bekerja" pikirannya sama skali dengan menutupi semua pikiran kita dengan keinginan2 semu, tetapi biarkanlah pikiran "bekerja" secara alami melihat segalanya sebagimana aslinya tanpa ada keinginan2 semu dari kita sendiri
ini hanya pandangan2 iseng jika saya salah tolong dikoreksi ;p salam metta, Andri Tjiu ----- Original Message ---- From: dh4rm4duta <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Sunday, December 31, 2006 10:52:59 PM Subject: [Dharmajala] Mana yang benar? - Mukjizat dalam Buddhisme Rekan-rekan yang terkasih dalam Dharma, Ini ada topik menarik untuk didiskusikan. Sewaktu dulu saya masih gandrung ikut seminar2 manajemen dan motivasi diri, dikatakan bahwa orang yang hanya berdoa tanpa mau bekerja tidak akan dapat hidup. Tetapi setelah saya merenungkan, ternyata saya kini memiliki pendapat lain. Justru orang dapat hanya berdoa tanpa perlu bekerja. Tetapi sebelumnya mohon maaf, ini pendapat saya pribadi jadi mungkin saja salah. Inilah yang saya kira disebut dengan kekuatan devosi dan sebenarnya dikenal dalam semua agama. Devosi sebenarnya memiliki kekuatan dashyat yang tak terbayangkan. Dalam salah satu agama, terdapat seorang nabi yang hidup di padang gurun dan dipelihara (diberi makan) oleh burung-burung gagak. Pada kisah agama lain lagi, disebutkan mengenai seseorang yang berpamitan pada keluarganya untuk mengasingkan diri dan berdoa terus menerus menyebut nama Tuhannya. Waktu sang istri bertanya bagaimana ia dapat menghidupi keluarga orang itu menjawab, "Nanti Tuhan yang menyediakan. " Hal ini benar adanya, karena setelah orang itu pergi mengasingkan diri, setiap hari ada orang yang mengantar makanan ke rumah keluarga orang itu. Dalam Buddhisme hal ini juga dikenal, seperti seorang bhikshu yang mengasingkan diri dan "mendevosikan" hidupnya pada Saddharmapundarika Sutra dan setiap hari ada dewa-dewa yang membawakannya makanan. Di Tibet ada kisah orang yang melafalkan mantra Chundi dan dapat mengubah batu menjadi roti saat bencana kelaparan. Jadi setelah merenungkan kisah di atas tidak benar bahwa "berdoa saja tanpa bekerja" tidak akan menjamin kelangsungan hidup seseorang. Tetapi untuk mengembangkan devosi memang sangat tidak mudah, karena selama masih ada sedikit saja keraguan, maka kekuatan devosi tidak akan bangkit. Devosi haruslah benar-benar tulus dan berserah diri (tidak mudah) barulah menghasilkan kekuatan. Pikiran kita yang materialistis dan terlalu mementingkan logika menjadikan kekuatan devosi tidak dapat bekerja. Saat kita sudah benar-benar menyerah, maka mukjizat devosi ini akan timbul. Saya pernah mengalami beberapa peristiwa "mukjizat" saat kehabisan tiket di stasiun Gambir. Waktu itu saya sudah putus asa dan berserah diri serta membaca dalam hati: "Aku berlindung pada Buddha. Aku berlindung pada Dharma. Aku berlindung pada Sangha." Eh tidak lama kemudian ada orang yang menawari tiket karena tidak jadi berangkat. Jadi saya mengalami bahwa Buddhadharma itu nyata dan mengandung kekuatan adanya, asalkan kita dengan tulus dan yakin mau berlindung pada Sang Triratna. Nah, sekian pendapat dari saya. Mohon maaf, kalau pendapat saya terkesan tidak masuk akal, tetapi saya mohon masukan dari rekan- rekan sekalian karena pendapat saya belum tentu benar. Semoga ini dapat menjadi topik diskusi menarik tentang devosi yang sangat jarang diulas dalam Buddhisme. Sekali lagi mohon maaf karena pendapat saya kali ini (atau mungkin bukan kali ini saja) sangat nyleneh. Selamat tahun baru untuk semua! Metta, Tan_._,___ Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
