Rekan-rekan yang terkasih dalam Dharma,

Ini ada topik menarik untuk didiskusikan. Sewaktu dulu saya masih 
gandrung ikut seminar2 manajemen dan motivasi diri, dikatakan bahwa 
orang yang hanya berdoa tanpa mau bekerja tidak akan dapat hidup. 
Tetapi setelah saya merenungkan, ternyata saya kini memiliki 
pendapat lain. Justru orang dapat hanya berdoa tanpa perlu bekerja. 
Tetapi sebelumnya mohon maaf, ini pendapat saya pribadi jadi mungkin 
saja salah. Inilah yang saya kira disebut dengan kekuatan devosi dan 
sebenarnya dikenal dalam semua agama. Devosi sebenarnya memiliki 
kekuatan dashyat yang tak terbayangkan. Dalam salah satu agama, 
terdapat seorang nabi yang hidup di padang gurun dan dipelihara 
(diberi makan) oleh burung-burung gagak. Pada kisah agama lain lagi, 
disebutkan mengenai seseorang yang berpamitan pada keluarganya untuk 
mengasingkan diri dan berdoa terus menerus menyebut nama Tuhannya. 
Waktu sang istri bertanya bagaimana ia dapat menghidupi keluarga 
orang itu menjawab, "Nanti Tuhan yang menyediakan." Hal ini benar 
adanya, karena setelah orang itu pergi mengasingkan diri, setiap 
hari ada orang yang mengantar makanan ke rumah keluarga orang itu. 
Dalam Buddhisme hal ini juga dikenal, seperti seorang bhikshu yang 
mengasingkan diri dan "mendevosikan" hidupnya pada 
Saddharmapundarika Sutra dan setiap hari ada dewa-dewa yang 
membawakannya makanan. Di Tibet ada kisah orang yang  melafalkan 
mantra Chundi dan dapat mengubah batu menjadi roti saat bencana 
kelaparan.
Jadi setelah merenungkan kisah di atas tidak benar bahwa "berdoa 
saja tanpa bekerja" tidak akan menjamin kelangsungan hidup 
seseorang. Tetapi untuk mengembangkan devosi memang sangat tidak 
mudah, karena selama masih ada sedikit saja keraguan, maka kekuatan 
devosi tidak akan bangkit. Devosi haruslah benar-benar tulus dan 
berserah diri (tidak mudah) barulah menghasilkan kekuatan. Pikiran 
kita yang materialistis dan terlalu mementingkan logika menjadikan 
kekuatan devosi tidak dapat bekerja.
Saat kita sudah benar-benar menyerah, maka mukjizat devosi ini akan 
timbul. Saya pernah mengalami beberapa peristiwa "mukjizat" saat 
kehabisan tiket di stasiun Gambir. Waktu itu saya sudah putus asa 
dan berserah diri serta membaca dalam hati: "Aku berlindung pada 
Buddha. Aku berlindung pada Dharma. Aku berlindung pada Sangha." Eh 
tidak lama kemudian ada orang yang menawari tiket karena tidak jadi 
berangkat. Jadi saya mengalami bahwa Buddhadharma itu nyata dan 
mengandung kekuatan adanya, asalkan kita dengan tulus dan yakin mau 
berlindung pada Sang Triratna.
Nah, sekian pendapat dari saya. Mohon maaf, kalau pendapat saya 
terkesan tidak masuk akal, tetapi saya mohon masukan dari rekan-
rekan sekalian karena pendapat saya belum tentu benar. Semoga ini 
dapat menjadi topik diskusi menarik tentang devosi yang sangat 
jarang diulas dalam Buddhisme. Sekali lagi mohon maaf karena 
pendapat saya kali ini (atau mungkin bukan kali ini saja) sangat 
nyleneh.

Selamat tahun baru untuk semua!

Metta,

Tan

Kirim email ke