Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.
From: [EMAIL PROTECTED][SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Di setiap milis, seperti dipasar, ada caranya untuk
> menghindarkan 'pedagang yang menawarkan barangnya'.
NS:
Memang kalau kita tidak suka dengan barang yang ditawarkan pedagang, memang
sebaiknya menghindar dari mereka. Atau kita sendiri jangan masuk kedalam
pasar itu....
>Tapi salah satu alasan saya adalah yang telah saya kemukakan
>itu: Islam itu anti-kekerasan, sedangkan negara adalah per
>definisi depositer kekerasan legitim.
NS:
Anda tepat sekali Pak Sutan . Dan saya setuju sekali hendaknya agama dan
negara jangan berebut untuk menangani objek yang menjadi sasarannya. Apa
yang saya lihat belakangan ini agama dijadikan topeng untuk melegitimasi
kekuasaan. Karena Islam itu anti kekerasan , maka individu-individu yang
memegang kekuasaan sewajarnya memberikan warna Islami dalam setiap
tindakannya berpolitik dan bernegara, bukan sebaliknya mempolitikkan dan
menegarakan agamanya dalam setiap tindakan dan perbuatannya yang
berhubungan dengan agamanya.
>Saya setuju, dan ini yang selama ini saya katakan, makanya
> saya tidak mengerti kenapa Akhmadiyah mendukung Pancasila
> sebagai dasar negara.
Sekali lagi tujuan Ahmadiyah bukanlah hendak memiliki kekuasaan dan ambisi
pada pemerintahan. Satu-satunya yang hendak diwujudkan oleh Ahmadiyah
adalah suatu persatuan dikalangan umat Islam. Ahmadiyah hanya semacam
pergerakan keagamaan dan sama sekali tidak mempunyai tujuan-tujuan politik.
Ahmadiyah dilahirkan dengan tujuan hendak memperbaiki kehidupan agama dari
orang-orang Islam serta mengkosolidir mereka sehingga mereka bersatu padu
untuk mengkonfrontir musuh-musuh Islam dengan bersenjatakan budi pekerti
dan kerohanian.
Ahmadiyah sama sekali tidak melihat ada yang perlu disalahkan terhadap
Pancasila. Baik itu secara kehidupan individu berpolitik , bermasyarakat
maupun secara kolektif hidup beragama. Tambahan lagi secara kolektif dan
organisasi Jemaat Ahmadiyah mengisolir diri dari kegiatan politik karena
untuk kekuatan politik diperlukan partai politik dan untuk kekuatan agama
diperlukan kekuatan agama dan akhlak. Atas dasar inilah Jemaat Ahmadiyah
tidak menentang Pancasila , karena dengan melakukan campur tangan dalam
urusan politik Jemaat Ahmadiyah akan lalai dari urusan agamanya.
Penentangan terhadap Pancasila adalah urusan politik dan penerimaan
terhadap Pancasila juga urusan politik . Dan dalam hal ini untuk memberikan
keleluasaan dalam pergerakannya maka Jemaat Ahmadiyah memilih untuk menerima
Pancasila sebagai suatu kepatuhan terhadap negara sehingga apa yang menjadi
tujuan dari pergerakan Jemaat Ahmadiyah tidak mendapat hambatan dari
negara.
Berpedoman sikap inilah muballing-muballigh Ahmadiyah pergi ke Amerika dan
Eropa dimana mereka berada diperlakukan oleh orang-orang Eropa dan Amerika
sebagaimana layaknya perlakuan mereka terhadap bangsa Asia. Akan tetapi
sepanjang menyangkut urusan keagamaan mereka sama sekali tidak melakukan
penentangan. Perlakuan Belanda dan Pemerintah Indonesia dari dahulu hingga
sekarang juga membuktikan hal ini. Ketika mereka menyadari bahwa Ahmadiyah
tidak bersangkut paut dengan urusan politik, kendatipun secara tidak
terang-terangan mereka melakukan pengawasan yang keras , mereka pikir
tidak perlu menentangnya secara terbuka. Dan sikap yang mereka tempuh ini
benar.
Memang dibeberapa negara , terutama dinegara Asia termasuk di Indonesia ,
orang-orang pemerintah atau raja-raja , karena ketakutan mereka kepada
kiai-kiai dan ulama-ulama fanatik , mereka sering juga menimpakan
kesukaran-kesukaran kepada orang-orang Ahmadi akan tetapi dalam
pertemuan-pertemuan pribadi, mereka umumnya bersikap baik sekali dan
mengemukakan penyesalan mereka terhadap sikap mereka sebelumnya itu.
Di negeri-negeri yang mayoritas Islam, orang-orang dari kalangan rakyat
jelata melakukan penentangan, ulama-ulama apa lagi juga menentang, dan para
pemerintah saking takutnya kepada ulama-ulama itu kadang-kadang menjalankan
kekangan dalam pergerakan Jemaat Ahmadiyah. Namun tidak ada satupun
pemerintahan didunia ini termasuk negara Indonesia ini yang berpendapat
bahwa Ahmadiyah bermaksud hendak merebut kekuasaan ataupun melancarkan
suatu kup menggulingkan pemerintah yang ada.
Dengan dasar inilah bahwa Ahmadiyah tidak melakukan penentangan terhadap
suatu Undang-Undang Dasar suatu negara atau Pancasila misalnya di
Indonesia ini. Sikap Ahmadiyah sesuai dengan ajaran Pendirinya Hazrat
Mirza Ghulam Ahmad bahwa setiap orang Ahmadi harus tunduk dan taat kepada
pemerintahan yang ada karena yang demikian adalah sebagai kepatuhan juga
terhadap agama juga.
Wassalam,
Nadri Saaduddin,
Duri INDONESIA,
-------------------------------------