To: "Proletar" <[EMAIL PROTECTED]>
From: "Tonny Mathovani S." <[EMAIL PROTECTED]>
Date sent: Wed, 9 Aug 2000 23:56:15 +0700
Send reply to: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [proletar] Re: (Jusfiq) Forwardan A Fauzi - kok diam saja?
>
> Selain berdoa dan minta tolong pemerintah, apa lagi daya orang
> Kristen di Indonesia yang minoritas ini?
>
> Mendirikan gereja saja sulitnya setengah mat, sedangkan Gereja
> yang sudah adapun mudah dibakari. Untuk merayakan Natal saja, para
> pimpinan gereja merasa perlu menghimbau-himbau umatnya agar
> dilakukan secara tidak menyolok dan sesederhana mungkin, karena
> umat Islam sedang berpuasa Ramadhan.
>
> Karena itu orang Kristen kuatir untuk bersikap vokal kepada pemerintah,
> karena mungkin saja orang Kristen malah akan musnah dari Indonesia,
> alih-alih mendapatkan perlakuan yang lebih manis.
>
Kesalahan dimulai dengan dukungan yang diberikan oleh orang
Nasrani terhadap Pancasila dan percaboan nista danmenjijikkan
antara kardinal, uskup, romo dan pendeta (KWI dan PGI) dengan
tukang bunuh dan tukang suruh bunuh dalam bentuk dukungan
terhadap dwi-fungsi.
Saya bertanya kepada anda, dilubuk hati anda, apa yang anda
pikirkan ketika anda tahu bahwa Pater Beek mendukung Soeharto
membunuhi jutaan orang komunis dan apa yang anda mpikirkan
melihat diamnya anjing-anjing Nasrani (kardinal, uskup, romo dan
pendeta) dihadapan mayat manusia yang ratusan ribu jumlahnya
bergelimangan di Indonesia dan Timor-Timur?)
Adakah kenistaan yang lebih menjijikkan dari sikap anjing-anjing
Nasrani ini (karadinal, uskup, romo dan pendeta) dalam sejarah
orang Nasrani dimuka bumi ini sejak perang dunia ke II?
Sekali lagi: bila anjing-anjing Nasrani itu berteriak ketika
Biki dan orang Islam lain dibunuh oleh serdadu Benny Murdhani di
Tanjung Periuk, ketika orang usroh dibantai serdadu, ketika
mayat orang Islam bergelimpangan di Lampung, saya yakin tidak
sedikit orang Islam yang juga akan berteriak menentang laskar
jihad assunah wa jammah.
Boro-boro, orang Nasrani pada berebut berdiri dibelakang
Abdurrachman Wahid yang dientotin oleh Benny Murdhani,
Abdurachman Wahid yang menjilat nonok Tutut lalu bercumbuan
dengan Soeharto termasuk saat fascsit gede itu telah jatuh dari
singgasanya.
Nista, menjijikkan: tidak banyak kardinal, uskup dan romo
didunia sekang ini yang sehina dan senista kardinal, uskup, romo
dan pendeta Indonesia.
Lalu apa yang mestinya telah dilakukan oleh orang Nasrani di
Indonesia?
Saya selalu menunjukkan contoh sikap orang Protestan dan Yahudi
Perancis yang minoritas dan tertindas dihadapan majoritas orang
katolik di Perancis diakhir abad ke XVIII, di Aseemblee
Nationale: mereka menuntut kebebasan beragama, pemisahan urusan
agama dari urusan negara..
Disinilah awal kesalahan orang Nasrani: mereka tidak berusaha
menuntut kebabasan beragama, mereka menuntut - ah bijaksana,
jalan tengah, kita ini orang Indonesia - diterimanya Pancasila
yang berarti ikut campurnya negara dalam urusan agama.
Dan dari kompromi ke kompromi, dan dari jual pantat ke jual
pantat, akhirnya gereja orang Nasrani di bakari, dan orang
Nasrani dibantai idi Timor-Timur (dan kardinal, uskup, romo danm
pendeta - anjing itu - bersorak-sorak bergembira, karena yang
membunuh orang Timor-Timor kebanyakan adalah serdadu nasrani
juga) dan di Maluku.
Bila anda mau jujur kepada diri anda - dan saya yakin anda mau
jujur kepada diri anda -, bila anda ingin mencari pemecahan
masaalah penindasan ummat Nasrani di Indonesia, anda kudu melihat
kenyataan ini dengan penuh keberanian.
Agar jelas orang Nasrani Indonesia kudu berhenti berfikir
seperti kodok:hanya melihat satu langkah kedepan.
Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo
=====================================
* Ijtihad untuk mencerdaskan ajaran Islam yang sekarang ini penuh ketololan,
kedunguan, kegoblokan dan kebodohan
* Ijtihad untuk memanusiawikan ajaran Islam yang sekarang ini biadab, keji dan nista