To: <[EMAIL PROTECTED]>
From: "Tonny Mathovani S." <[EMAIL PROTECTED]>
Date sent: Sun, 6 Aug 2000 23:52:06 +0700
Send reply to: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [proletar] Re: (Jusfiq) Forwardan A Fauzi - kok diam saja?
> Sejak awal pecahnya pertikaian Ambon, orang Kristen telah berusaha minta
> tolong kepada pemerintah untuk menyelesaikannya.
Usaha munafik, karena anjing congekpun tahu bahwa Abdurrachman
Wahid tidak sanggup dan tidak mau mengakhiri pembunuhan di Ambon.
> Demikian juga dengan perusakan, pemusnahan dan pembakaran gereja-gereja di
> seluruh Indonesia, orang Kristen terus menerus berseru minta bantuan
> pemerintah, mulai dari Suharto sampai Habibie.
Ya goblok, ya tolol, minta tolong ke Soeharti atau Habibie!
Dan ini sudah saya tulis di apakabar dulu.
Dan saya ulangi cerita saya yang sudah belasan kali saya
sampaikan:
Saya, dari dulu, dari mulai saat orang Nasrani mulai menjadi
korban, dari mulai mayat bergelimpangan karena ikut campur sedadu
dalam urusan gereja, ketika ephorus gereja batak dipaksakan oleh
serdadu sudah bilang: ajukan ke PBB dan, bawa masaalahnya kedunia
internasional.
Orang Nasrani Indoniesa (PGI) bilang ke Dewan Gereja Sedunia
(Jenewa):kami akan selesaikan masalahannya dengan cara Indonesia.
Anjign saya bilang: mayat manusia itu adalah mayat manusia dan
bukan urusan Indonesia doangn tapi urusansemua manusia!
Maka saya ptusukan untuk toh membawa masaalahkya ke Sub-Komisi
HAM PBB, tapi Dewan Geereja Sedunia tidak bisa berbuat apa-apa
karena dilarang PGI - dan suara mereka dala hal ini, - dalamlobby
- lebih didengarkan dari suara saya yang bernama Jusfiq Hadjar dan
bukan penganut agama Nasrani.
Lalu ketika saya baca di internet ada ratusan gereja dibakar saya
mengusulkan kepada sebuah organisasi gereja di Surabaya, yang
diketuai oleh seorang dokter - saya lupa namanya - untuk datang ke
Jenewa. Saya carikan akreditasi, saya carikan time slot dan mereka
berjanji untuk datang, bersama Sahetappy.
Tapi mereka tidak jadi datang dan - kurang ajarnya - tidak
merasa perlu memberi tahu saya kenapa dia dan Sahetapy tidak jadi
datang.
Akhirnya saya bilkin statement tentang pembakaran gerjea di
Indonsia. Dan lagi-lagi Dewan Gereja Seduni tidak bisa berbuat
apa-sapa, karena PGI tidak mau membiarkan DGS untuk mendukung
lobby di Sub-Komisi HAM PBB.
> Tetapi pemerintah seolah tidak peduli.
> Maka tidak ada jalan lain bagi orang Kristen, selain berdoa dan minta
> bantuan dari luar negri.
>
Dan saya senang betul bila mereke minta bantuan luar negeri.
Inilah yang saya anjurkan dari dulu.
Tapi kembalike Maluku: yang saya masaalahkan adalah bahwa orang
Nasrani diam ketika yang menjadi korban adalah orang Islam.
> Kamu bisa mencek kebenaran omonganku ini di berbagai milis Kristen.
>
> Tapi bagaimanapun juga, adalah biadab dan aku sangat tidak setuju, bila
> memang ada orang Kristen di Maluku, Maluku Utara dan Poso yang sengaja
> membunuhi orang Islam, sedangkan orang Islam itu tidak dalam posisi
> mengancam nyawa dan keselamatan orang Kristen tersebut.
>
> Walaupun orang Kristen sepertinya 'diam di media massa' , mereka telah
> berusaha meminta tolong kepada pemerintah untuk menyelesaikannya.
>
Minta kepada pemerintah adalah perbuatan munafik, karena anjing
congekpun tahu bahwa permeintah tidak ada kepentingan
untuk menyelesaikan masalah itu semua.
Tapi, saya ulangi, adalah bagus bahwa akhirnya orang Nasrani
meminta bantuan ke luar negeri. Yang saya masaalahkan adalah:
kenapa bantuan keluar negeri itu tidak diminta ketika mesjid
al-Fatah diserbu?
Sahetapy akan jadi kredibel bila dia berteriak saat korban Islam
pertama jatuh di Ambon, saatmayat b erbgelimpanganan di Tolebo.
SEKALI LAGI DAN SAYA TULIS BARIS INI DENGAN HURUF BESAR: MARI
KITA AKHIRI KEMUNAFIKAN KITA DAN KITA BELA TIAP KORBAN PENINDASAN,
APAPUN AGAMANYA, APAPUN IDEOLOGINYA DANSIAPAUN PEMBUNUHNYA.
> ----- Original Message -----
> From: <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Wednesday, August 02, 2000 2:37 PM
> Subject: Re: [proletar] Forwardan A Fauzi - kok diam saja?
>
>
> >
> >
> > To: <[EMAIL PROTECTED]>
> > From: "Daffa" <[EMAIL PROTECTED]>
> > Date sent: Wed, 2 Aug 2000 14:00:32 +0700
> > Send reply to: [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: Re: [proletar] Forwardan A Fauzi - kok diam saja?
> >
> >
> >
> >
> > Daffa betul dalam mengeritik orang diam ketika orang Islam
> > dibunuhi di Ambon lalu kemudian brteriak ketika orang Nasrani
> > yang menjadi korban.
> >
> > Ini sikap (hampir) semua orang Nasrani.
> >
> > Karuan saja kredibilitas mereka dimata orang Islam tidak ada.
> >
> > Buat orang Islam orang orang Nssrani Indonesia adalah contoh dari
> > manusia munafik.
> >
> > Dan siapa yang bisa menyalahkan pendapat ini, karena benar?.
> >
> > Kalau Sahetappy sudah berteriak ketika orang Islam dibunuhi di
> > Ambon maka teriakannya ketika orang Nasrani dibunuhi akan menjadi
> > kredibel.
> >
> > Dan - sekali lagi - ini memang kesalahan (hampir) semua orang
> > Nasrani di Indonesia: selama yang menjadi korban itu adalah
> > orang Islam mereka diam!
> >
> > Dan yang paling biadab dari sikap orang Nasrani itu adalah sikap
> > mereka terhadap kejadian di Tanjung Periuk (ini saya ketahui
> > ketika terjadi diskusi mengenai masaalah itu di Indonesia-l) :
> > tidak sedikit pastor yang ikut-ikut menyebarkan kabar bohong
> > yang disebarkan oleh serdadu, yaitu bahwa yang salah dalam
> > pembantaian itu adalah orang Islam sendiri!
> >
> > Anjing bukan?
> >
> > Mari kit aakui, orang Nasrani salah,karena munafik.
> >
> > Tapi apakah Daffa dengan sendirinya juga bebas dari kemunafikan?
> >
> > Sudah berapa kali dia berteriak ketika orang Nasrani yang menjadi
> > korban pembantaian?
> >
> > Ada berapa orang Islam yang berteriak ketika orang Nasrani yang
> > menjadi korban penindasan?
> >
> > Selain Thamrin saya tidak banyak melihat orang Islam yang
> > menangis melihat mayat orang Nasrani yang bergelimpangan.
> >
> > Mari kita akui: kita semua munafik, dan ini harus kita akhiri.
> >
> ---hapus---
Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo
=====================================
* Ijtihad untuk mencerdaskan ajaran Islam yang sekarang ini penuh ketololan,
kedunguan, kegoblokan dan kebodohan
* Ijtihad untuk memanusiawikan ajaran Islam yang sekarang ini biadab, keji dan nista