sedikit komentar, jika anda punya saudara atau tetangga seorang dokter, coba 
tanya ke dia, gimana sih dokter itu, sesoreang bisa berkomentar seperti "sang" 
karena dia tidak tau sedikitpun tentang dokter, kalo pun tau, yang dia tau 
hanyalah yang enak2nya saja... saya kasian melihat dokter, perawat dan tenag 
kesehatan lainnya yang hanya punya kewajiban dan seperti tidak punya hak... 
mingkin kesenangan yang mereka peroleh hanya satu persen dari pengorbanan dan 
penderitaan yang harus dilaluinya... bahkan uang yang ia dapat kadang tak 
sempat dinikmatinya, waktu dan tenaganya dihabiskan untuk orang lain, dan tak 
jarang waktu untuk kelurag pun n yaris tidak ada.. bahkan buiat makan pun 
waktunya tersita... adakah profesi lain yang seperti ini ? tentara sekalipun 
ada shift2nya, diatur oleh pimpinannya. tapi dokter siapa yang ngatur ? 
mayarakat yang ngatur... masyarakt hanya bisa bepikir.. saya, keluarga saya, 
teman saya sakit, harus ditolong segera, dokter wajib menolong? tidak
 peduli apakah dokternya sanggup ato tidak... adakah profesi lain yang seperti 
ini..  wahai saudaraku,jangan melihat sesuatu hanya ddengan uang, belajarlah 
itu melihat sesuatu secara konprehensif, jauhkanlah diri dari mencari2 
kesalahan orang lain. jika kita sibuk menacari2 kesalahan orang lain, ga akan 
maju-maju kita, kita akan tetap menjadi bangsa yang terbelakang ..... jika kita 
sibuk melihat kesalahan orang lain, juga bikn kita tambah stress, merugikan 
diri kita sendiri

Rajo Angek Garang

Master Writer <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
Ikutan komentar ah...
 
 Emang tuh dokter 'gila' juga kali ya minta bayaran sampe semahal itu...
 Masa sih?
 Berapa contoh kasus yang anda miliki?
 Coba bandingkan dengan jumlah dokter yang bekerja di daerah terpencil dengan
 sukarela, dibayar dengan apa adanya, bahkan kadang ga dibayar...
 Coba Anda bandingkan mulianya hati dokter-dokter yang bekerja di Instalasi
 Gawat Darurat, yang bayarannya ga seberapa, jam kerja bisa lebih dari 12
 jam, bahkan ada yang sampe 24 jam, rela tidak tidur, rela menolong orang
 yang mabuk, berantem, orang yang tidak punya keluarga dan emngalami
 kecelakaan, orang yang tidak mampu...
 Dan kalau Anda mau bicara soal harga, ekonomi, duit, pengorbanan Anda dan
 keluarga dan saudara, kakek nenek buyut cucu cicit dan lain-lain, BANDINGKAN
 dengan DENDA UU Kesehatan buat dokter yang dipersalahkan atas tindakannya
 (berapa milyar tuh dendanya? Kerja seumur hidup juga lom tentu bisa bayar,
 padahal niatnya sih baik...)
 
 Saya bukan dokter, jadi Anda tidak usah berpikir dokter selalu membela diri
 dan sebagainya.
 Saran saya buat Anda yang selalu berkeluh kesah tentang dokter :
 1. Jangan sakit
 2. Jangan kecelakaan
 3. Ga usah ke dokter kalo cuma bisa mengeluh doank, kasian dokternya
 4. Cari dokter yang sesuai dengan kemampuan Anda, ke PUSKESMAS aja (ga
 percaya ya sama dokter PUSKESMAS? kasian deh lu... emangnya dokter Puskesmas
 sama praktek dokter pribadi ilmunya beda? Ya NGGA lah..)
 5. JANGAN cuma NGOMONG DI MILIS DOANK, ngomong langsung donk sama
 dokternya...
 
 saya mohon maaf kepada moderator kalau ada hal-hal yang tidak berkenan.
 terima kasih.
 
 On 10/6/06, Sang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 >
 >   Sekedar ilustrasi tambahan s...
 >
 > Istri saya habis dikiret( curetase ) rahimnya tersebab keguguran..
 > saat pulang dimintai biaya pembayaran sebesar 800ribu, dgn rincian
 > untuk si dokter kandungan sebanyak 350 ribu hanya jasanya saja, biaya
 > kebidanan 150 ribu, dan sisanya biaya obat dan fasilitas rumah
 > bersalin... saya kira si dokter betul-betul keterlaluan dgn tarif
 > jasanya saja yg memakan waktu hanya seperempat jam proses kuretase..
 > apa ini tidak melewati batas?
 >
 > Kemarin ada informasi biaya 300ribu biaya oleh seorang dokter terhadap
 > pasien ISPA panas tinggi.. biayanya sudah terhitung mempermiskin si
 > pasien yg ternyata adalah seorang buruh.. apa ini tidak keterlaluan?
 >
 > Saya punya banyak kasus lain yg memperkuat asumsi saya bahwa Dokter
 > dan pihak rumah sakit sepertinya tidak peduli dgn kesulitan ekonomi
 > pasien yg ditangani.. bagi para dokter ini , uang adalah kiblat utama
 > dan ini pantas diberi ultimatum bahwa tindakan mereka dgn ekonomi
 > biaya tinggi pantas diberi peringatan keras...
 >
 > Ini adalah homework bagi IDI dan Dep. Kesehatan dan introspeksi diri
 > bagi para dokter keterlaluan ini...
 >
 > Sang
 >
 >
 > --- In [email protected] <dokter%40yahoogroups.com>, "Sang"
 > <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 > >
 > > Hmmm.. Ada diskusi hangat ttg apa afdol dokter laki-laki periksa
 > > kandungan perempuan dan dokter perempuan melakukan sunat atas kelamin
 > > laki-laki.. Tapi Daripada meributkan dokter perempuan periksa kelamin
 > > panjang laki-laki atau dokter lelaki periksa lobang kemaluan
 > > perempuan, mendingan kita ngurus kemiskinan ditilik dari aktivitas
 > > dokter-dokter atas upaya penciptaan kemiskinan simultan berkelanjutan...
 > >
 > > Saya lihat ada indikasi dokter-dokter kita turut andil dalam
 > > penciptaan kemiskinan massal.. Kerjaan dokter zaman sekarang adalah
 > > memperbesar kwantitas keuangan pribadi dan mempertipis keuangan
 > > pasien-pasiennya..
 > >
 > > dokter bak seorang penyembuh sekaligus lintah darat.. pekerjaanya
 > > rangkap dimana dia memandang pasiennya adalah kesempatan emas dalam
 > > memperkaya diri sendiri...
 > >
 > > kita juga sudah mengetahui bahwa dokter juga bekerja sama dgn industri
 > > farmasi dimana si dokter yg memakai obat tertentu akan mendapat fee
 > > dan bonus... Ini artinya dokter berharap keuntungan ganda yaitu dari
 > > si pasien sekaligus dunia farmasi obat-obatan...
 > >
 > > Cara-cara begini sudah termasuk hal yg menjadikan banyak orang yg
 > > mengalami sakit menjadi bertambah penyakitnya yaitu : PERTAMA: sakit
 > > yg diderita dan yg KEDUA: sakit kantong alias isi kantongnya jadi
 > > berkurang jauh tersebab dioveralih oleh dokter-dokter kita ini yg
 > > berlagak bak malaikat penolong tetapi sebetulnya adalah bekerja
 > > menagguk diair keruh, mengambil keuntungan ditengah penderitaan
 > > orang.. YG KETIGA SAKIT HATI: udah dokter dibayar mahal, ee penyakit
 > > tak kunjung sembuh, akhirnya jadi sakit hati pada itu dokter.. jadi
 > > dokter-dokter neces kita ini memperkaya diri ditengah penderitaan
 > > orang dan memanfaatkan penyakit dan penderitaan orang untuk memperkaya
 > > diri pribadi..
 > >
 > > Ini saya kira perlu ditertibkan oleh dunia kedokteran kita terkhusus
 > > Departemen Kesehatan yg sekarang lagi dipromotori oleh Siti Fadillah
 > > Supari yg semok..
 > >
 > > Dokter-dokter ini perlu menegakkan kembali kode etik kedokteran dan
 > > menjadikan kesehatan adalah sebuah pelayanan sosial kemasyarakatan
 > > bukan lagi upaya penggelembungan kekayaan pribadi..
 > >
 > >
 > >
 > > Sang
 > >
 > > Pengamat kemiskinan plus tukang teriak dimana-mana..
 > >
 >
 >  
 >
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 
     
                       

                        
---------------------------------
Get your own web address for just $1.99/1st yr. We'll help. Yahoo! Small 
Business.

[Non-text portions of this message have been removed]



Dapatkan informasi kesehatan gratis
Mailing List Dokter Indonesia
http://www.mldi.or.id 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/dokter/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/dokter/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke