January 17, 2005

What God Can Do

Read: 2 Corinthians 1:3-11

[God] delivered us from so great a death, and does deliver us; in whom we trust that He will still deliver us. —2 Corinthians 1:10

Bible In One Year: Exodus 5-7


They were called the "lost boys" of Sudan. Thousands of them fled the civil war in that country and sought refuge from the chaos and killing. Many had been taught the gospel in churches founded by missionaries, but they knew little of the world beyond their villages.

A National Geographic article profiled one of these "lost boys" who is now resettled in the United States. He told a church congregation that he is grateful for the comforts of the US, but also for the faith he learned through hardship. "Americans believe in God," he told them, "but they don't know what God can do."

In the crucible of testing, we move from theory to reality as we experience God's power. When there seems to be no hope, we may share Paul's feeling of being "burdened beyond measure, above strength, so that we [despair] even of life" (2 Corinthians 1:8). But we can also learn, as Paul did, that in the darkest times "we should not trust in ourselves but in God who raises the dead" (v.9).

If God has allowed you to be in a desperate situation today, why not reconsider all that the Almighty has done and can still do. By trusting God in hardship we learn what He can do in our lives. —David McCasland

Though weak and helpless in life's fray,
God's mighty power shall be my stay;
Without, within, He gives to me
The strength to gain the victory. —D. De Haan

God is the only ally we can always count on.

Senin, 17 Januari
Yang Dapat Dilakukan Allah
Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi
(2 Korintus 1:10)

Bacaan: 2 Korintus 1:3-11
Setahun:
Ayub 5-7

Mereka dijuluki “anak-anak terhilang” dari Sudan. Ribuan dari mereka melarikan diri dari perang saudara di negara itu, dan mengungsi dari kekacauan dan pembunuhan. Banyak dari antara mereka yang telah belajar Injil di gereja-gereja yang didirikan para misionaris, tetapi pengetahuan mereka akan dunia di luar kampung halaman mereka sedikit.

Artikel di National Geographic mengisahkan salah satu dari “anak-anak terhilang” yang kini menetap di Amerika Serikat. Ia mengatakan kepada jemaat gereja bahwa ia sangat bersyukur atas bantuan dari Amerika, dan juga atas iman yang ia pelajari melalui kesulitan. “Orang Amerika memercayai Allah,” katanya, “tetapi mereka tidak tahu apa yang dapat Allah lakukan.”

Dalam ujian berat, kita bergerak dari teori menuju realitas saat mengalami kuasa Allah. Ketika tampaknya tidak ada harapan, kita dapat membagikan perasaan Paulus yang berkata, “Beban yang ditanggungkan ke atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga atas hidup kami” (2 Korintus 1:8). Tetapi kita pun dapat belajar, seperti Paulus, bahwa di masa kegelapan “kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati” (ayat 9).

Jika hari ini Allah telah mengizinkan Anda berada dalam keadaan yang tanpa harapan, pertimbangkan kembali semua yang telah dilakukan dan masih tetap dapat dilakukan Allah yang Perkasa. Dengan memercayai Allah dalam kesulitan, kita tahu apa yang dapat dilakukan-Nya dalam hidup kita —David McCasland

ALLAH ADALAH SATU-SATUNYA SEKUTU
YANG DAPAT SELALU KITA ANDALKAN



1:4 yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.
1:5 Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah.
1:6 Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga.
1:7. Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami.
1:8 Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami.
1:9 Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.
1:10 Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi,
1:11 karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh




================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke