The herdsman and his wife, however, took the child and raised him as their own. Growing up in the home of those humble peasants, he naturally thought they were his real parents. He was ignorant of his royal birth and his kingly lineage. Because he thought he was a peasant, he lived like one. Many Christians fail to realize the royal heritage that is theirs in Christ. They live as spiritual peasants when they should be living royally. According to the apostle Paul, believers "are all sons of God through faith in Christ Jesus" (Galatians 3:26). He also said, "Because you are sons, God has sent forth the Spirit of His Son into your hearts, crying out, 'Abba, Father!' Therefore you are no longer a slave but a son, and if a son, then an heir of God through Christ" (4:6-7). God has given us everything we need to live victorious, fulfilling lives. Let's not live like peasants. —Richard De Haan Rejoice—the
Lord is King! A child of the King should reflect his Father's character.
Bacaan: Galatia
3:19-4:7 Tetapi gembala dan istrinya justru mengambil bayi itu dan memeliharanya seperti anak mereka sendiri. Karena dibesarkan dalam keluarga petani yang sederhana, ia mengira bahwa mereka adalah orangtuanya yang sebenarnya. Ia tidak menyadari darah bangsawan dan garis keturunan raja yang ada dalam dirinya. Karena ia berpikir ia seorang petani miskin, ia pun hidup seperti petani. Banyak orang kristiani tidak menyadari bahwa mereka adalah ahli waris raja. Padahal mereka memiliki hak waris itu melalui Kristus. Mereka hidup seperti petani rohani yang miskin ketika mereka seharusnya hidup sebagai raja. Menurut Rasul Paulus, orang percaya “adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus” (Galatia 3:26). Ia juga mengatakan, “Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: ‘ya Abba, ya Bapa.’ Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah” (4:6,7) Allah telah memberi kita segala yang kita perlukan untuk hidup penuh kemenangan dan kelimpahan. Jangan hidup seperti “petani miskin” —RWD SEORANG
ANAK RAJA Galatia 3:19-4:7 4:1 Yang dimaksud ialah:
selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikitpun ia tidak berbeda dengan
seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu;
================================================ Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12) ================================================
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima

