Those of us who have watched in sadness as someone close to us has died may wonder about their new existence. Our hearts ache to know what they are doing or where they are. If they had trusted Jesus Christ as Savior, we know they are in heaven. But, for now, a veil separates us from our loved ones and we cannot see behind it. We do have a few clues about this mystery, though. We know that our departed loved ones are enjoying God's presence (2 Corinthians 5:8). We also know that they are recognizable and conscious of their surroundings—just like the rich man and the beggar Jesus spoke of in Luke 16:22-23. And we know that they haven't yet received the perfect body that will be theirs when Christ returns (1 Thessalonians 4:13-17). Beyond that, we are left with this truth: God, in His matchless love and power, is planning a glorious reunion. Then, our eternal rejoicing will begin. The last page of this great mystery has a happy ending. —Dave Branon The
Lord has promised to prepare God's people never say goodbye for the last time.
Bacaan: Lukas
16:19-31 Kita yang telah menyaksikan dengan perasaan sedih kematian orang yang kita kasihi, mungkin akan bertanya-tanya mengenai keberadaan baru mereka. Hati kita sangat ingin mengetahui apa yang mereka lakukan atau di mana mereka berada saat ini. Jika mereka telah mengakui Yesus Kristus sebagai Juru Selamat, kita tahu bahwa mereka berada di surga. Namun, pada saat ini, ada sebuah selubung yang memisahkan kita dari orang-orang yang kita kasihi dan kita tidak dapat melihat apa yang berada di balik selubung tersebut. Akan tetapi, kita memiliki beberapa petunjuk mengenai misteri ini. Kita tahu bahwa orang-orang terkasih yang telah meninggal sedang menikmati hadirat Allah (2 Korintus 5:8). Kita juga tahu bahwa mereka dikenali dan mengenali sekeliling mereka—sama seperti orang kaya dan pengemis yang dibicarakan Yesus dalam Lukas 16:22,23. Dan kita pun tahu bahwa mereka saat ini belum menerima tubuh sempurna yang akan mereka miliki kelak ketika Yesus kembali (1 Tesalonika 4:13-17). Lebih dari itu, kita telah diberi kebenaran ini: Allah, di dalam kasih dan kuasa-Nya yang tiada taranya, sedang merancang pertemuan yang mulia. Selanjutnya, sukacita kekal kita akan dimulai. Halaman terakhir dari misteri agung ini berakhir dengan bahagia —JDB UMAT ALLAH TIDAK PERNAH BERPISAH pada akhirnya
<---------------------------------------------------------------------------> ================================================ Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12) ================================================
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima

