The apostle Paul said that "the whole creation groans and labors" (Romans 8:22). These groans often take the form of earthquakes, landslides, hurricanes, or tsunamis. A song by Sarah McLachlan speaks to this instability and the often tragic results of such geologic flailing. Called "World On Fire," one verse describes dealing with tragedy this way: "I watch the heavens and I find a calling; something I can do to change this moment. Stay close to me while the sky is falling; don't want to be left alone." We aren't alone in longing for Jesus, our Savior, to return. As we wait, He is our constant companion. Like the earth, we rant and rave for God to make things right. We as His followers are called to wait "with perseverance" (v.25) in spite of our earthly uncertainties. Someday all of creation "will be delivered from the bondage of corruption into the glorious liberty of the children of God" (v.21). Jesus said that He would be with us always, "even to the end of the age" (Matthew 28:20). And we can trust Him to keep His word. —Dale Beaver When
earthquakes and calamities Jesus makes possible our new birth and nature's rebirth.
Bacaan: Roma 8:18-25 Rasul Paulus mengatakan bahwa “segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin” (Roma 8:22). Keluhan-keluhan ini acap kali muncul dalam bentuk gempa bumi, tanah longsor, badai, atau tsunami. Sebuah lagu yang diciptakan Sarah McLachlan berbicara mengenai ketidakstabilan ini dan akibat-akibat tragis yang kerap muncul sebagai akibat goncangan geologis. Salah satu baris lagu yang berjudul World on Fire ini memberikan suatu gambaran yang berhubungan dengan tragedi: “Aku melihat surga dan aku menemukan suatu panggilan; sesuatu yang dapat kulakukan untuk mengubah saat ini. Tetaplah tinggal di dekatku saat langit runtuh; aku tidak ingin ditinggalkan sendirian.” Kita tidak sendirian dalam merindukan kembalinya Yesus, Juru Selamat kita. Saat kita menunggu, Dia selalu menemani kita. Seperti bumi, kita berseru dan meracau agar Allah membenahi banyak hal. Sebagai para pengikut-Nya kita dipanggil untuk menanti “dengan tekun” (ayat 25), walaupun berada di tengah ketidakpastian duniawi. Kelak semua ciptaan “akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah” (ayat 21). Yesus mengatakan bahwa Dia akan selalu menyertai kita “sampai kepada akhir zaman” (Matius 28:20). Dan kita dapat memercayai janji-Nya —DB Yesus memungkinkan kelahiran baru kita
Bacaan: Roma 8:18-25 Rasul Paulus mengatakan bahwa “segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin” (Roma 8:22). Keluhan-keluhan ini acap kali muncul dalam bentuk gempa bumi, tanah longsor, badai, atau tsunami. Sebuah lagu yang diciptakan Sarah McLachlan berbicara mengenai ketidakstabilan ini dan akibat-akibat tragis yang kerap muncul sebagai akibat goncangan geologis. Salah satu baris lagu yang berjudul World on Fire ini memberikan suatu gambaran yang berhubungan dengan tragedi: “Aku melihat surga dan aku menemukan suatu panggilan; sesuatu yang dapat kulakukan untuk mengubah saat ini. Tetaplah tinggal di dekatku saat langit runtuh; aku tidak ingin ditinggalkan sendirian.” Kita tidak sendirian dalam merindukan kembalinya Yesus, Juru Selamat kita. Saat kita menunggu, Dia selalu menemani kita. Seperti bumi, kita berseru dan meracau agar Allah membenahi banyak hal. Sebagai para pengikut-Nya kita dipanggil untuk menanti “dengan tekun” (ayat 25), walaupun berada di tengah ketidakpastian duniawi. Kelak semua ciptaan “akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah” (ayat 21). Yesus mengatakan bahwa Dia akan selalu menyertai kita “sampai kepada akhir zaman” (Matius 28:20). Dan kita dapat memercayai janji-Nya —DB Yesus memungkinkan kelahiran baru kita
================================================ Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12) ================================================ YAHOO! GROUPS LINKS
|
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima

