November 29, 2005

Accident Or Design?

Read:
Romans 1:18-20

The heavens declare the glory of God; and the firmament shows His handiwork. —Psalm 19:1

Bible In One Year: 2 Corinthians 10-13

coverThe Bible opens with this magnificent statement: "In the beginning God created the heavens and the earth" (Genesis 1:1). How simple those words are and yet how fathomless!

Dyson Freeman, one of today's most brilliant scientists, writes that nature's laws are marked by "the greatest mathematical simplicity and beauty."

While I am not a scientist or a mathematician, I am intrigued by this statement. If there is no Designer—no Creator God—how is it that our universe can be a law-abiding system marked by beauty and simplicity? I wonder, why isn't our universe in chaos?

The only reasonable explanation to me is the God of the Bible. As it says in Romans 1:20, "Since the creation of the world [God's] invisible attributes are clearly seen, being understood by the things that are made, even His eternal power and Godhead, so that [we] are without excuse."

If it's only the reality of God's existence that explains the whole universe, that must also be true of our lives. We are not accidents but creatures designed by a Maker of limitless power and wisdom. Look for Him in what He has designed—you'll see Him there. —Vernon Grounds

So much about His character
God wanted to impart;
Creation shows His handiwork—
His Son reveals His heart. —Hess

The design of creation points to the Master Designer.

Selasa, 29 November
Kecelakaan atau Rancangan?
Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya (Mazmur 19:2)

Bacaan: Roma 1:18-20
Setahun:
2 Korintus 10-13

Alkitab dibuka dengan pernyataan yang hebat ini: “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” (Kejadian 1:1). Alangkah sederhananya kata-kata itu. Namun makna yang dikandungnya begitu dalam! 

Dyson Freeman, salah seorang ilmuwan brilian masa kini, pernah menulis bahwa hukum-hukum alam ditandai dengan “kesederhanaan dan keindahan matematis yang paling besar”.

Karena saya bukan seorang ilmuwan atau ahli matematika, saya terpesona dengan pernyataan tersebut. Jika tidak ada Sang Perancang—tidak ada Allah Pencipta—bagaimana mungkin alam semesta ini dapat menjadi sebuah sistem yang berjalan menurut hukum, dan ditandai dengan keindahan dan kesederhanaan? Saya bertanya-tanya, mengapa alam semesta kita tidak kacau?

Satu-satunya penjelasan yang masuk akal bagi saya atas semua ini adalah Allah yang tertulis dalam Alkitab. Seperti tertulis dalam Roma 1:20, “Sebab apa yang tidak tampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat tampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.”

Jika hanya kenyataan keberadaan Allah-lah yang mampu menjelaskan seluruh alam semesta ini, hal itu tentu benar juga untuk kehidupan kita. Kita bukanlah suatu makhluk yang muncul atas ketidaksengajaan, tetapi kita adalah makhluk yang dirancang oleh Pencipta yang memiliki kuasa dan hikmat tanpa batas. Carilah Dia dalam apa yang telah dirancang-Nya—Anda akan melihat-Nya di situ —VCG

Rancangan ciptaan mengacu pada Sang Perancang


 

Roma 1:18-20
1:18 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.
1:19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.
1:20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.

 

 

 

 

 

 

 

 

diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.

 



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke