December 2, 2005

Just Imagine!

Read:
Ezekiel 1:1-5,22-28

When I saw [God's glory], I fell on my face, and I heard a voice of One speaking. —Ezekiel 1:28

Bible In One Year: Romans 9-11

coverWhat will it be like when we see the Lord for the first time? The song "I Can Only Imagine" asks,

Surrounded by Your glory,
what will my heart feel?
Will I dance for You, Jesus,
or in awe of You be still?
Will I stand in Your presence,
or to my knees will I fall?
Will I sing hallelujah?
Will I be able to speak at all?
I can only imagine!
© 1999 by Simpleville Music

Ezekiel was a priest among the Jewish exiles in Babylon and had visions of the Lord (see chapters 1,8,10-11). He described God's presence as "the appearance of fire with brightness all around," "the color of amber," and like "a rainbow in a cloud on a rainy day." Ezekiel's reaction was to fall on his face before Him and to listen to His instructions (1:27-28).

The apostle John also saw a vision of God's presence. He may have been Jesus' closest friend here on earth. At the Last Supper, prior to the crucifixion, we read that John was "leaning on Jesus' bosom" (John 13:23). Yet when John saw a vision of the Son of God in all His glory and power, he had the same reaction Ezekiel had, and "fell at His feet as dead" (Revelation 1:10-17).

We cannot comprehend how brilliant and awesome the Lord's glory is, so we can't be sure of how we'll respond when one day we're in His presence. Will we dance or be still? Will we stand in awe or fall to our knees? Will we sing or not be able to speak at all? Just imagine! —Anne Cetas

Now we see Jesus in the Bible, but then, face to face.

Jumat, 2 Desember
Bayangkan Saja!
Tatkala aku melihat [kemuliaan Allah] aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman (Yehezkiel 1:28)

Bacaan: Yehezkiel 1:1-5, 22-28
Setahun:
Roma 9-11

Seperti apa kelak saat kita melihat Tuhan pertama kalinya? Lagu “I Can Only Imagine” (Aku Hanya Dapat Membayangkan) bertanya,

Dikelilingi oleh kemuliaan-Mu,
apakah yang akan dirasakan hatiku?
Akankah aku menari bagi-Mu, Yesus,
atau terdiam dalam ketakjuban-Mu?
Akankah aku berdiri di hadapan-Mu,
atau jatuh berlutut?
Akankah aku bernyanyi Haleluya?
Akankah aku sanggup berkata-kata?
Aku hanya dapat membayangkan!

Yehezkiel adalah seorang imam di antara orang buangan Yahudi di Babel dan ia memperoleh penglihatan dari Tuhan (lihat pasal 1,8,10,11). Ia menggambarkan kehadiran Allah sebagai “api yang dikelilingi sinar”, “seperti suasa mengilat”, dan “seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di awan-awan”. Dan reaksi Yehezkiel saat itu adalah tersungkur dan mendengarkan firman-Nya (1:27,28).

Rasul Yohanes pun memperoleh penglihatan akan kehadiran Allah. Ia mungkin kawan terdekat Yesus di bumi ini. Pada Perjamuan Malam Terakhir, sebelum penyaliban, Yohanes “bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya” (Yohanes 13:23). Namun, saat ia memperoleh penglihatan akan Putra Allah dalam segala kemuliaan dan kuasa-Nya, ia bereaksi seperti Yehezkiel. Ia “tersungkur … di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati” (Wahyu 1:10-17).

Kita tak dapat memahami betapa luar biasa kemuliaan Tuhan, sehingga kita tak tahu bagaimana reaksi kita nanti saat di hadirat-Nya. Akankah kita menari atau terdiam? Akankah kita berdiri dengan penuh ketakjuban atau jatuh berlutut? Akankah kita bernyanyi atau tidak sanggup berbicara sama sekali? Bayangkan saja! —AMC

SEKARANG KITA MELIHAT YESUS DI DALAM ALKITAB
NAMUN NANTI KITA MELIHAT DIA MUKA DENGAN MUKA



Yehezkiel 1:1-5, 22-28
1:1 Pada tahun ketiga puluh, dalam bulan yang keempat, pada tanggal
lima bulan itu, ketika aku bersama-sama dengan para buangan berada di tepi sungai Kebar, terbukalah langit dan aku melihat penglihatan-penglihatan tentang Allah.
1:2 Pada tanggal lima bulan itu, yaitu tahun kelima sesudah raja Yoyakhin dibuang,
1:3 datanglah firman TUHAN kepada imam Yehezkiel, anak Busi, di negeri orang Kasdim di tepi sungai Kebar, dan di sana kekuasaan TUHAN meliputi dia.
1:4. Lalu aku melihat, sungguh, angin badai bertiup dari utara, dan membawa segumpal awan yang besar dengan api yang berkilat-kilat dan awan itu dikelilingi oleh sinar; di dalam, di tengah-tengah api itu kelihatan seperti suasa mengkilat.
1:5 Dan di tengah-tengah itu juga ada yang menyerupai empat makhluk hidup dan beginilah kelihatannya mereka: mereka menyerupai manusia,

1:22 Di atas kepala makhluk-makhluk hidup itu ada yang menyerupai cakrawala, yang kelihatan seperti hablur es yang mendahsyatkan, terbentang di atas kepala mereka.
1:23 Dan di bawah cakrawala itu sayap mereka dikembangkan lurus, yang satu menyinggung yang lain; dan masing-masing mempunyai sepasang sayap yang menutupi badan mereka.
1:24 Kalau mereka berjalan, aku mendengar suara sayapnya seperti suara air terjun yang menderu, seperti suara Yang Mahakuasa, seperti keributan laskar yang besar; kalau mereka berhenti, sayapnya dibiarkan terkulai.
1:25 Maka kedengaranlah suara dari atas cakrawala yang ada di atas kepala mereka; kalau mereka berhenti, sayapnya dibiarkan terkulai.
1:26 Di atas cakrawala yang ada di atas kepala mereka ada menyerupai takhta yang kelihatannya seperti permata lazurit; dan di atas yang menyerupai takhta itu ada yang kelihatan seperti rupa manusia.
1:27 Dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke atas aku lihat seperti suasa mengkilat dan seperti api yang ditudungi sekelilingnya; dan dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke bawah aku lihat seperti api yang dikelilingi sinar.
1:28 Seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya. Begitulah kelihatan gambar kemuliaan TUHAN. Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman.

 

 

 



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




SPONSORED LINKS
Gpib Gpib card Gpib interface
Religion Gpib board Christianity


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke