Lho..kalau gak dicoba gak akan berkesan jadi akan mudah lupa. Dumuk sithik, mak 
greng...oh nyetrum...
Kalau di PSU SS, di-dumuk kan gak terasa...ya di jilat. Kalau terasa seperti 
ada 'sprite' di bibir yang ditambah ngilu di gigi...oo, ada setrume. 
he..he..he..

  ----- Original Message ----- 
  From: Oxygen Insan Mandiri 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, November 25, 2008 1:22 PM
  Subject: Re: [ELPOP-Audio] Re: Fatal atau vital


        __ "Apakah nyetrum? Silakan dicoba." __

        wah __ experiment pak Didik medheni (baca: mengerikan, red) __ :D


        salam:
        gustOmO

        --- Pada Sel, 25/11/08, Didik W. Adhi <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

          Dari: Didik W. Adhi <[EMAIL PROTECTED]>
          Topik: Re: [ELPOP-Audio] Re: Fatal atau vital
          Kepada: [email protected]
          Tanggal: Selasa, 25 November, 2008, 12:35 PM


           
          Lho piye to?
          Memang kedua nya ada tegangan, tetapi 'perjanjiannya' adalah : yang 
satu dianggap plus dan yang satu min.  Yang jalur min, di PLN-nya sono juga 
ditanam kebumi sehingga secara menyeluruh ada beda potensial antara jalur 
'positip' thd bumi. Oleh sebab itu kita kesetrum kalau tangan menyentuh 
'positip'  sementara kaki telanjang ada diatas ditanah, karena ada beda 
potensial diantara tangan kita dan kaki ---> arus listrik lewat dari tangan ke 
kaki menuju bumi.

          Kabel ke-3 di gnd itu selain utk penetralisasi beda postensial yang 
mungkin terjadi dijalur 'minus' thd bumi (karena perjalanan yang panjang), juga 
sebagai penetralisir kalau ada listrik statis (temannya petir) masuk ke 
jaringan pln dirumah sehingga bisa dibuang ke ground.

          Mengenai nyetrum ini, bisa disekperimenkan di PSU HV, let say 250V AC 
(sekunder trafo).
          PAda PSU HV,  jalur negatip jangan di konek ke body, biarkan 
menggantung. 
          Sekarang coba kita pegang titik sekunder 250V AC satu persatu (jangan 
bareng). Apakah nyetrum? PAsti tidak.
          CT trafo di gnd ke chasis---> sentuh tap 250 (yang mana saja). Apakah 
nyetrum? Silakan dicoba.

          Sekarang DC-nya, let say 350VDC.
          Lepaskan sambungan CT dari chasis.
          Pegang kutub elko + dan - satu persatu. Apakah nyetrum? PAsti tidak.
          Sekarang kutub negatip elko (atau CT trafo) di ground ke body dan 
body-nya pun di ground ke tanah (kable ke-3 PLN), sekarang(kalau berani) boleh 
coba disentuh kutub positip elko-nya.

          Sekarang dibalik.
          Lepaskan hubungan chasis thd ground PLN namun kutub postip elko PSU 
HV dihubungkan ke ground PLN....nah sekarang coba disentuh chasis 
ampli-nya.......

          Percobaan diatas, saya hanya mau membuktikan bahwa kesetrum itu 
adalah relatip tergantung sistem yang dikondisikan menjadi adanya beda 
potensial antara perangkat ke kita dan bumi.

          Jadi dalam hal kabel PLN tadi, sebesar apapun bebannya (arusnya) asal 
persambungan thd tanahnya baik, tidak akan ada kesetrum di 'jalur negatip'.
          Arah arus balik, itu hanya perjanjian didalam buku untuk memudahkan 
orang membuat analisa; ditentukan arus berjalan dari Positip ke negatip dan ini 
berlaku hanya utk arus DC, kalau listrik AC ya bisa bolak dan bisa balik ... 
-:) 

          salam, dwa


       




------------------------------------------------------------------------------
  Apa dia selingkuh? 
  Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!

   

Kirim email ke