Hue..he.he..he..ha..ha..ha..
Ko terus sepi ya?
Takut kesetrum (lidahnya?)
-:)

  ----- Original Message ----- 
  From: iwan san 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Cc: [email protected] 
  Sent: Tuesday, November 25, 2008 2:38 PM
  Subject: Re: [ELPOP-Audio] Re: Fatal atau vital


  Nek iki ora medeni tapi wis beda aliran, terlalu tinggi ilmunya untuk diikuti 
hehehe
  salam...iwans

  Didik W. Adhi wrote: 
  >  
  > Lho..kalau gak dicoba gak akan berkesan jadi akan 
  > mudah lupa. Dumuk sithik, mak greng...oh 
  > nyetrum... 
  > Kalau di PSU SS, di-dumuk kan gak terasa...ya di 
  > jilat. Kalau terasa seperti ada 'sprite' di bibir yang ditambah ngilu di 
  > gigi...oo, ada setrume. he..he..he.. 
  >   
  > ----- Original Message ----- 
  > From: 
  > Oxygen 
  > Insan Mandiri 
  > To: ELPOP-Audio@ yahoogroups. com 
  > Sent: Tuesday, November 25, 2008 1:22 
  > PM 
  > Subject: Re: [ELPOP-Audio] Re: Fatal atau 
  > vital 
  > __ "Apakah nyetrum? Silakan 
  > dicoba." __ wah __ experiment pak Didik medheni (baca: 
  > mengerikan, red) __ :D salam: gustOmO --- 
  > Pada Sel, 25/11/08, Didik W. Adhi < didik.wiryawan@ cbn.net.id > 
  > menulis: 
  > Dari: Didik 
  > W. Adhi < didik.wiryawan@ cbn.net.id > Topik: 
  > Re: [ELPOP-Audio] Re: Fatal atau vital Kepada: ELPOP-Audio@ yahoogroups. 
com Tanggal: 
  > Selasa, 25 November, 2008, 12:35 PM 
  >  
  > Lho piye to? 
  > Memang kedua nya ada tegangan, tetapi 
  > 'perjanjiannya' adalah : yang satu dianggap plus dan yang satu 
  > min.  Yang jalur min, di PLN-nya sono juga ditanam kebumi 
  > sehingga secara menyeluruh ada beda potensial antara jalur 'positip' 
  > thd bumi. Oleh sebab itu kita kesetrum kalau 
  > tangan menyentuh 'positip'  sementara kaki telanjang 
  > ada diatas ditanah, karena ada beda potensial diantara tangan 
  > kita dan kaki ---> arus listrik lewat dari tangan ke kaki menuju 
  > bumi. 
  >   
  > Kabel ke-3 di gnd itu selain utk 
  > penetralisasi beda postensial yang mungkin terjadi dijalur 'minus' thd 
  > bumi (karena perjalanan yang panjang), juga sebagai penetralisir 
  > kalau ada listrik statis (temannya petir) masuk ke jaringan pln 
  > dirumah sehingga bisa dibuang ke ground. 
  >   
  > Mengenai nyetrum ini, bisa 
  > disekperimenkan di PSU HV, let say 250V AC (sekunder 
  > trafo). 
  > PAda PSU HV,  jalur negatip jangan 
  > di konek ke body, biarkan menggantung. 
  > Sekarang coba kita pegang titik 
  > sekunder 250V AC satu persatu (jangan bareng). Apakah nyetrum? PAsti 
  > tidak. 
  > CT trafo di gnd ke chasis---> sentuh 
  > tap 250 (yang mana saja). Apakah nyetrum? Silakan dicoba. 
  >   
  > Sekarang DC-nya, let say 
  > 350VDC. 
  > Lepaskan sambungan CT dari 
  > chasis. 
  > Pegang kutub elko + dan - satu persatu. 
  > Apakah nyetrum? PAsti tidak. 
  > Sekarang kutub negatip elko (atau CT 
  > trafo) di ground ke body dan body-nya pun di ground ke tanah (kable 
  > ke-3 PLN), sekarang(kalau berani) boleh coba disentuh kutub positip 
  > elko-nya. 
  >   
  > Sekarang dibalik. 
  > Lepaskan hubungan chasis thd ground PLN 
  > namun kutub postip elko PSU HV dihubungkan ke ground PLN....nah 
  > sekarang coba disentuh chasis ampli-nya... .... 
  >   
  > Percobaan diatas, saya hanya mau 
  > membuktikan bahwa kesetrum itu adalah 
  > relatip tergantung sistem yang dikondisikan menjadi 
  > adanya beda potensial antara perangkat ke kita dan 
  > bumi. 
  >   
  > Jadi dalam hal kabel PLN tadi, sebesar 
  > apapun bebannya (arusnya) asal persambungan thd tanahnya baik, tidak 
  > akan ada kesetrum di 'jalur negatip'. 
  > Arah arus balik, itu hanya perjanjian 
  > didalam buku untuk memudahkan orang membuat analisa; ditentukan arus 
  > berjalan dari Positip ke negatip dan ini berlaku hanya utk arus DC, 
  > kalau listrik AC ya bisa bolak dan bisa balik ... 
  > -:)  
  >   
  > salam, dwa 
  >   
  > Apa 
  > dia selingkuh? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
  > 



   

Kirim email ke