Bangun kepagian atau malah belum tidur....Gawat!
Yes...perncerahan anda sangat berguna bagi perbendaharaan pengetahuan saya. 
Clear Mas, matur nuwun.
Berarti, DirectConversion-nya si PIONEER itu NOS ya.....
Sangat masuk akal pendapat Kusunoki-san....langsung di conversi (DAC) tanpa 
dibumbui, pastiakan lebih natural.
Berarti CEC-nya harus dikembalikan dan merambah ke NOS DAC yang bagusss.... 
(masuk racunnya)
salam, dwa

  ----- Original Message ----- 
  From: dino_ary 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, December 05, 2008 4:17 AM
  Subject: [ELPOP-Audio] Re: NOS DAC


  Met pagi (lagi2.. tidur kesorean ya bangun kepagian wakakak.. bukan imsonia 
lho pak 
  Didik)

  Meskipun saya salah satu pengguna Non OS DAC, saya juga gak ngerti banget 
secara 
  teknis, jadi mungkin tidak bisa memberikan konfirmasi atas pertanyaan2 pak 
Didik.
  Tapi, ringkasnya Non OS DAC berkembang gara-gara artikel seorang DIYer Jepang 
  bernama Ryohei Kusunoki yang artikelnya bisa diunggah di link berikut:
  http://www.sakurasystems.com/articles/Kusunoki.html yang sangat komplit dan 
teknis.

  Nah, dipercaya bahwa bagaimanapun metode oversampling atau upsamping 
  dipergunakan, toh yang namanya format digital yang dipakai di CD adalah tetap 
di 
  frequensi 44.1kHz pada time domain 16 bit (tolong dikoreksi ya kalo gak 
tepat). 
  Mau 8x oversampling, akhirnya toh sinyal digital tersebut "akan kembali 
dikoreksi secara 
  digital" ke freq 44.1kHz pada time domain 16 bit , yang kemudian dijadikan 
sinyal analog 
  kiri dan kanan.

  Kenapa oversampling? Karena ada pendapat teknis yang mengemukakan bahwa kalau 
  dilipatgandakan, maka dipercaya akan diperoleh fidelity/kejernihan suara yang 
lebih yang 
  tidak akan dapat diperoleh pada freq 44.1kHz pada time domain 16 bit aslinya. 

  Oleh karena nanti diperlukan perangkat yang mampu mengkoreksi sinyal 
oversampled 
  kembali ke frequensi 44kHz/16bit, maka perangkat digital tersebut harus 
menggunakan 
  filter yang yahud punya, sehingga sinyal-sinyal "fidelity tambahan" di 
frequensi 
  oversampled bisa ditapis/disaring dan dikumpulkan kembali secara murni pada 
44.1 
  khz/16bit - dengan harapan sinyal audio menjadi lebih hi-fidelity. 
Konsekuensinya? Perlu 
  rangkaian filter digital yang bagus: low jitter clock yang mumpuni dan 
konverter/pengalih 
  rupa digital ke analog yang mumpuni juga (kembali lagi mohon dikoreksi ya 
kalo gak 
  tepat).

  Lalu kenapa non oversampling? Lah itu, kok repot ya kalau oversampling? 
Hehehe... di 
  dalam artikelnya, Kusunoki bilang sbb (dalam bhs Inggris):
  1) A natural, stress-free sound that communicates the musicians' intention 
directly to you. 
  That is the sound of non-oversampling DAC. The feel of this sound is closer 
to that of 
  analog reproduction. 
  dan
  2) The relationship between the sound and the measurement still remain 
mysterious. You 
  cannot achieve good sound just by competing on the numbers of zero over the 
distortion 
  factor nor by excessively extending the frequency range. However, in the next 
generation 
  digital format offered today, the selling points for better sound are 
quantizing bit 
  numbers and sampling frequency rates. It only means lowering of distortions 
and 
  extension of frequency range. 

  Singkat Cerita: suara Non OS DAC dipercaya lebih analog dari pada OS DAC... 
mendekati 
  reproduksi LP.... 
  Semoga bisa menjawab...

  *) Hayooh... semangat ngracunin pakai Non OS DAC lagi on banget nih!! Hehehe

  --- In [email protected], "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
  >
  > Mas didik.
  > Walaupun lagi ngerjain dac tapi ampun saya nggak bisa njawab hanya yang 
saya tau:
  > DAC akan memberi efek ya bagus terhadap keluaran analog bila ditreatment 
dengan 
  benar, mengingat ruang yang sempit di cdp nggak mungkin melakukan treatment 
dengan 
  maksimal. Treatment tsb meliputi pemisahan masing2 suply analog maupun 
digital juga 
  pemakaian regulator yang low noise. Nyambung dgn pertanyaan mas didik nggak 
ya.
  > Salam...iwans
  > 
  > Didik W. Adhi wrote:
  > > Hallo.... 
  > > Dari semua rekan yang ada disini, tampaknya hanya saya yang 
  > > belum menyenggol nyenggol DAC dan bahkan masih awam.. 
  > >   
  > > Non OS DAC itu apakah sama dengan Direct Conversion DAC yang 
  > > pertama kalai dipopulerkan oleh PIONEER yang kemudian disempurnakan lagi 
  > > dengan sistem yang diberi nama (brand) LEGATO LINK? 
  > >   
  > > Apa beda NOS dan yang pakai OS bahkan sampai 8 X? 
  > >   
  > > Mekanik LDP PIONEER (lupa type, beli th 1994), apakah bagus? 
  > > Kalau bagus, ada potensi di rebuilt jadi hiend CDP mengingat ruangannya 
yang 
  > > sangat sangat luas. 
  > >   
  > > salam, dwa 
  > >   
  > >
  >



   

Kirim email ke