Folks,

saya juga sempat buat NOS-DAC rrakitan daripak Alex dengan DAC TDA1543 yang 
populer tsb. Desain dengan NOS DAC ini sebenarnya digunakan oleh pembuat CD 
player 
generasi pertama (sebelum ditemukan teknik oversampling, singlebit, dsb.) Kesan 
suara 
dari NOS-DAC ini sangat simple sesuai dengan desain rangkaiannya, maksud saya 
suaranya tidak terlalu berbumbu dibandingkan dengan sound output CD player yang 
sudah menggunakan teknik oversampling atau singlebit DAC. Ada beberapa 
karakteristik 
NOS DAC yang perlu diperhatikan supaya kita bisa punya pandangan yang objektif :

1. Frekuensi response NOS DAC ini memiliki kurva yang akan mulai menurun mulai 
dari 10 
KHz dan di frekuensi 20 KHz akan -4 dB. Kesannya adalah NOS DAC ini akan 
memiliki 
karakter suara yang tidak terlalu "bright" dibandingkan dengan menggunakan 
oversampling atau singlebit. Hal ini diakibatkan oleh karena faktor teknik 
sampling 
sehingga terjadi efek sinx(x)/x yang memberikan amplituda envelope yang akan 
seperti 
"low past filter" secara alamiah. Keuntungannya adalah suara mid dan low akan 
lebih 
menonjol.

2. NOS DAC akan menampilkan suara apa adanya seperti yang terekam di CD 
(walaupun 
suaranya akan mengalami response kurva seperti yang dijelaskan di point 1 di 
atas). 
Teknik oversampling dan single bit membutuhkan "digital filter" atau bahasa 
sederhananya 
adalah "interpolator".  Ini ibarat kita mempunyai gambar di komputer yang cuma 
8 bit lalu 
dilakukan proses dithering menjadi 24 bit maka hasil dithering di layar akan 
nampak 
"artfact" tidak sehalus bila gambar tersebut dibuat atau direkam dengan 24 bit 
aslinya. 
Jadi teknik oversampling ini sangat tergantung dari algoritma "digital filter" 
atau filter 
interpolator yang digunakan karena aslinya cuma 16 bit mau dinaikkan menjadi 
20/24 bit 
dengan sampling frekuensi yang juga menjadi kira-kira 4x/8x dari semula. Secara 
frekuensi response kurva dari DAC yang oversamplng ini bisa sangat flat dari 
low hingga 
20 KHz yang tidak bisa didapatkan oleh NOS DAC ini.

Jadi ini ada pro dan kontra antara beberapa orang. Dengan mengetahui hal-hal 
ini 
tentunya kita juga akan bisa lebih bijak melihat kelebihan dan kekurangan NOS 
DAC ini. 
Mungkin yang tidak banyak diketahui orang bahwa output suara dari DVD yang 
konon 
disebut DVD China (cuma sekitar 200 - 300 ribuan) itu memiliki DAC yang lumayan 
bagus 
dan bila dilalukan modifikasi pasti juga tidak akan kalah dibandingkan CD 
player yang 
buatan merek terkenal yang harganya berkisar 1 jutaan.


--- In [email protected], "dino_ary" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Met pagi (lagi2..  tidur kesorean ya bangun kepagian wakakak.. bukan imsonia 
> lho pak 
> Didik)
> 
> 
> Meskipun saya salah satu pengguna Non OS DAC, saya juga gak ngerti banget 
> secara 
> teknis, jadi mungkin tidak bisa memberikan konfirmasi atas pertanyaan2 pak 
> Didik.
> Tapi, ringkasnya Non OS DAC berkembang gara-gara artikel seorang DIYer Jepang 
> bernama Ryohei Kusunoki yang artikelnya bisa diunggah di  link berikut:
> http://www.sakurasystems.com/articles/Kusunoki.html yang sangat komplit dan 
> teknis.
> 
> Nah, dipercaya bahwa bagaimanapun metode oversampling atau upsamping 
> dipergunakan, toh yang namanya format digital yang dipakai di CD adalah tetap 
> di 
> frequensi 44.1kHz pada time domain 16 bit (tolong dikoreksi ya kalo gak 
> tepat). 
> Mau 8x oversampling, akhirnya toh sinyal digital tersebut "akan kembali 
> dikoreksi 
secara 
> digital" ke freq 44.1kHz pada time domain 16 bit , yang kemudian dijadikan 
> sinyal 
analog 
> kiri dan kanan.
> 
> Kenapa oversampling? Karena ada pendapat teknis yang mengemukakan bahwa kalau 
> dilipatgandakan, maka dipercaya akan diperoleh fidelity/kejernihan suara yang 
> lebih 
yang 
> tidak akan dapat diperoleh pada  freq 44.1kHz pada time domain 16 bit 
> aslinya.  
> 
> Oleh karena nanti diperlukan perangkat yang mampu mengkoreksi sinyal 
> oversampled 
> kembali ke frequensi 44kHz/16bit, maka perangkat digital tersebut harus 
menggunakan 
> filter yang yahud punya, sehingga sinyal-sinyal "fidelity tambahan" di 
> frequensi 
> oversampled bisa ditapis/disaring dan dikumpulkan kembali secara murni pada 
> 44.1 
> khz/16bit  - dengan harapan sinyal audio menjadi lebih hi-fidelity. 
> Konsekuensinya? 
Perlu 
> rangkaian filter digital yang bagus:  low jitter clock yang mumpuni dan 
konverter/pengalih 
> rupa digital ke analog yang mumpuni juga  (kembali lagi mohon dikoreksi ya 
> kalo gak 
> tepat).
> 
> Lalu kenapa non oversampling? Lah itu, kok repot ya kalau oversampling? 
> Hehehe... di 
> dalam  artikelnya, Kusunoki  bilang sbb (dalam bhs Inggris):
> 1) A natural, stress-free sound that communicates the musicians' intention 
> directly to 
you. 
> That is the sound of non-oversampling DAC. The feel of this sound is closer 
> to that of 
> analog reproduction. 
>  dan
> 2)  The relationship between the sound and the measurement still remain 
> mysterious. 
You 
> cannot achieve good sound just by competing on the numbers of zero over the 
distortion 
> factor nor by excessively extending the frequency range. However, in the next 
generation 
> digital format offered today, the selling points for better sound are 
> quantizing bit 
> numbers and sampling frequency rates. It only means lowering of distortions 
> and 
> extension of frequency range. 
> 
> Singkat Cerita: suara Non OS DAC dipercaya lebih analog dari pada OS DAC... 
> mendekati 
> reproduksi LP....   
> Semoga bisa menjawab...
> 
> 
> *) Hayooh...  semangat ngracunin pakai Non OS DAC lagi on banget nih!! Hehehe
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>  
> 
> 
> --- In [email protected], "sanysany06@" <sanysany06@> wrote:
> >
> > Mas didik.
> > Walaupun lagi ngerjain dac tapi ampun saya nggak bisa njawab hanya yang 
> > saya tau:
> > DAC akan memberi efek ya bagus terhadap keluaran analog bila ditreatment 
> > dengan 
> benar, mengingat ruang yang sempit di cdp nggak mungkin melakukan treatment 
dengan 
> maksimal. Treatment tsb meliputi pemisahan masing2 suply analog maupun 
> digital juga 
> pemakaian regulator yang low noise. Nyambung dgn pertanyaan mas didik nggak 
> ya.
> > Salam...iwans
> > 
> > Didik W. Adhi wrote:
> > >  Hallo.... 
> > >  Dari semua rekan yang ada disini, tampaknya hanya saya yang 
> > > belum menyenggol nyenggol DAC dan bahkan masih awam.. 
> > >    
> > >  Non OS DAC itu apakah sama dengan Direct Conversion DAC yang 
> > > pertama kalai dipopulerkan oleh PIONEER yang kemudian disempurnakan lagi 
> > > dengan sistem yang diberi nama (brand) LEGATO LINK? 
> > >    
> > >  Apa beda NOS dan yang pakai OS bahkan sampai 8 X? 
> > >    
> > >  Mekanik LDP PIONEER (lupa type, beli th 1994), apakah bagus? 
> > > Kalau bagus, ada potensi di rebuilt jadi hiend CDP mengingat ruangannya 
> > > yang 
> > > sangat sangat luas. 
> > >    
> > >  salam, dwa 
> > >    
> > >
> >
>




------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ELPOP-Audio/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ELPOP-Audio/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke