Dear rekan-rekan,
Hari ini Gus Dur tiba di Mangkasara. Semua macet, jalan ditutup yang akan melewati
rumah Gubernur. Selagi macet beberapa komentar dari orang-orang yang terhambat
jalannya.
" Wah kalau tau presiden hanya menjadi penghambat seperti ini tidak perlu kali ada
presiden yah" kata seorang sopir pete-pete (angkot di Makassar).
"Presiden ngapain kesini yah, kayaknya lebih baik ke Aceh sana menengok anak yatim
yang kehilangan orang tuanya akibat DOM" kata salah seseorang dari mobil yang lain.
Dan banyak lagi komentar yang lucu dan tidak etis.
Macet sampai tadi malam.
Rencana tahun baru di Makassar akan diadakan do'a bersama dari semua pemuka agama dan
akan membakar kembang api yang harganya sekitar 200 Juta rupiah. Inilah bangsa kita!!
Bangsa yang mau dicatat di buku Guiness (apalah namanya) bahwa di suatu negara yang
sangat miskin masih sempat mebakar-bakar uangnya karena tidak tahu cara menghabiskan.
Lantas isi do'a yang akan didoakan bersama adalah:
Yah Tuhan, tolonglah bangsa ini keluar dari kesulitan. Bangsa yang tidak tau akan
arti suatu nilai. Yah Tuhan yang maha pengasih, hari ini saya berfoya-foya dengan
membakar kembang api yang seharga 200 juta sedangkan dibelakang rumah saya masih ada
orang yang tidak makan tiga hari (bukan karena puasa tapi tidak ada lagi uang pembeli
makanan), ampunilah kami, karena kami memang orang yang seperti itu, orang yang tidak
peduli akan sekitar kami. Yah Tuhan kami tahu itu tapi kami mau semua orang tau bahwa
kami kelebihan, kami mau orang tau bahwa kami ini orangnya WAH!!! . Kami ini memang
sombong dan kami akan pelihara itu semua yah Allah. Brilah kami kedamaian walaupun
kami sering menghasut sehingga timbul pertentangan. Blah...blahhhh
Wah doanya banyak sekali sampai-sampai bangsa ini betul-betul tidak bisa keluar dari
kesulitan, itulah Do'a di New Millenium.
Maaf, jangan ada yang tersinggung tapi tetaplah bersabar melihat ketimpangan seperti
itu dan mencoba merobahnya kalau tidak bisa dengan kata, yah berdoalah dalam hati buat
mereka.
Salam,
Nenny Babo